Gairah Cinta Putri Sahabatku

Gairah Cinta Putri Sahabatku
MTDF #15 - Sorry, Baby.


__ADS_3

...POV Alexander Ghan...


Aku tidak bisa tidur semalaman karena terus memikirkan Sansa, aku tidak bisa menghubunginya sama sekali, aku takut dia bersedih dan menangis sementara aku tak ada disana untuk menghapus air matanya, memeluknya dan menenangkannya.


Oh, Sansa. Maafkan aku, Sayang.


Aku terus memikirkan cara bagaimana meluluhkan Dorian, haruskah aku ambil saja ide brilliant Sansa? Menghamilinya? Yeah, sepertinya ini akan menjadi jalan pintas.


"ALEXANDER..."


"KELUAR KAU, ALEXANDER SIALAN!"


Aku terkejut mendengar teriakan Dorian dari luar, aku segera keluar dan tiba-tiba Dorian langsung menabrak tubuhku hingga aku terjatuh ke lantai dan dengan cepat ia duduk di atas perutku.


"Dorian, apa yang...."


BUGGHHH


BUGGHHH


BUGGHHH


Dorian meninju wajahku beberapa kali dengan brutal, membuat kepalaku langsung pening, aku berusaha menangkisnya namun dia bergerak sangat cepat. Aku juga berusaha menyingkirkanya dari atas tubuhku namun Dorian tak bergeming.


"Dorian! Hentikan!" Teriakku namun ia kembali melayangkan tinjunya tepat mengenai hidungku.


"Aghhh!" Aku mengerang kesakitan dan sudah di pastikan hidungku patah.


"Teganya kau!" Jerit Dorian di depan wajahku, ia tampak sangat marah, tatapan matanya berapi-api. Ia hendak memukulku namun kali ini aku berhasil menangkisnya, aku mencoba membalikkan keadaan namun Dorian menghantam kepalaku dengan kepalanya.


Astaga! Ini sangat sakit, sepertinya aku akan mengalami gagar otak setelah ini.

__ADS_1


"Dasar setan!" Teriak Dorian lagi.


"Sahabat durhaka!" ia kembali menjerit marah.


"Ada apa denganmu, Dorian?" Aku pun berteriak marah, aku memukul tepat di ulu hati Dorian, saat ia lengah karena kesakitan, aku langsung mengambil kendali. Aku mendorongnya dari atas tubuhku, kemudian aku menyerangnya dan menduduki perutnya. Aku mengunci kedua kakinya dengan kakiku.


Dorian hendak memukul wajahku yang sudah babak belur, namun aku segera mengunci kedua tangannya di atas kepalanya, sehingga posisi kami saat ini sangat intim.


"Lepaskan aku, Alexander sialan! Aku akan membunuhmu!" Teriak Dorian sembari berusaha memberontak namun aku menahan tangannya itu dengan kuat.


"Kau gila, huh?" Desisku tajam, aku meringis saat merasakan perih di semua wajahku yang sudah pasti lebam.


"Kamu yang gila!" Balas Dorian berapi-api. "Malvina akan mengutukmu, Alexander! Beraninya kau meniduri putri kami!" Teriak Dorian yang membuatku langsung terhenyak.


"A-apa?" Tanyaku bingung.


"Aku akan membunuhmu, Sialan! Aku memintamu menjaganya, tapi kau bukan hanya berkencan dengannya, kau menidurinya, sialan!" Dorian menggeram marah yang membuatku bingung.


Aku semakin bingung, apa yang sebenernya terjadi? Kenapa mendiang Malvina harus mengutukku?


Dan apa? Aku menggoda Sansa? Memaksanya? Kenapa fakta ini jadi terbalik? Aku hampir gila karena goda'an gadis kecil itu.


Saat aku lengah karena terus memikirkan tanda tanya ini, Dorian langsung menjatuhkanku dan kembali menyerangku. Di saat yang bersamaan, aku mendengar suara Sansa.


"Daddy!"


"Hentikan!"


Sansa berteriak histeris, ia datang bersama Emily dan mereka mencoba menghentikan Dorian yang masih terus memukul wajahku.


"Daddy, hentikan!" Teriak Sansa lagi, ia menarik baju Dorian namun Dorian tak perduli.

__ADS_1


"Beraninya kau menghamili putri temanmu sendiri, Alexander!" Teriak Dorian lagi, aku langsung menatap Sansa yang justru cengengesan sambil mengedipkan matanya padaku, seolah memberi isyarat sesuatu.


"Menghamili?" Tanyaku bingung.


"Kemana otakmu saat kau meniduri gadis yang 25 tahun lebih muda darimu, huh?" Dorian kembali berteriak. Sekali lagi aku melirik Sansa dan ia memberi isyarat padaku, seolah meminta ku ... mengaku?


"Dad, jangan memukul ayah dari cucumu," rengek Sansa sembari menarik baju Dorian.


"Hah?" Aku langsung melongo, ayah dari cucu Dorian?


"Nanti Alex mati, Dad. Cucumu jadi yatim piatu," ucapnya dengan sedih namun tiba-tiba Dorian berhenti memukulku. Dorian menyingkir dari atas tubuhku dan ia tampak lemas.


Tunggu, aku yang di pukul, kenapa dia yang lemas?


Sansa langsung berlari padaku, ia membantuku duduk, ia menatapku dengan sedih."Oh Tuhan, apa ini sakit?" ia menyentuh rahangku dan seketika aku meringis kesakitan.


"Kenapa kalian melakukan ini?" Lirih Dorian, ia tertunduk sedih, seperti seorang pria yang kehilangan arah hidup. "Tega sekali, Oh Tuhan! Apa yang harus aku katakan pada Malvina nanti? Aku telah gagal menjadi ayah baik, aku gagal menjaga putri kami."


Aku sedih melihat Dorian sedih, apalagi penyebab kesedihannya itu adalah aku.


Tapi apa yang sebenarnya terjadi?


"Dad, restui saja kami menikah, dari pada anakku lahir tanpa ayah," ucap Sansa dengan entengnya yang membuatku tercengang, aku menatapnya.


Sepertinya, aku mengerti sekarang.


Aku melirik Sansa, dan dengan gerakan bibirnya ia berkata, "Sorry, Baby."


Oh, Tuhan! Apa ada gadis yang lebh gila dari Sansa-ku di dunia ini?


...Tbc.......

__ADS_1


__ADS_2