Gairah Cinta Putri Sahabatku

Gairah Cinta Putri Sahabatku
GCPS #90 - Salah Sasaran


__ADS_3

Tuan Bose sangat terkejut saat tiba-tiba ada beberapa polisi yang datang ke rumahnya dengan membawa surat perintah untuk menangkapnya atas penyerangan yang ia lakukan pada Sansa Turner Ghan.


Dan dalam sekejap, berita itu sudah tersebar serta menjadi berita hangat.


Sementara di rumah sakit, Sansa memohon pada Alex agar tidak memenjarakan ayah Emily. Ia tak ingin membuat Emily sedih dan keluarganya pasti juga malu.


"Aku mohon, Alex. Ya..." Mohon nya memelas.


"Sweetheart..." Alex mengecup tangan sang istri. "Biarkan hukum yang berbicara, ini juga pelajaran untuk siapapun yang ingin menyakitimu. Agar mereka tahu, siapa yang berani mereka sakiti."


Sansa menghela napas berat, rasanya Alex tak mungkin akan menuruti keinginannya sekarang.


Tak lama kemudian Emily dan Samuel masuk ke ruang rawat Sansa. "Maafkan aku, Honye. Ini salahku," lirih Emily namun Sansa menggeleng.


"Keputusan ini kita ambil sama-sama, Emi. Aku juga sudah tahu karakter ayahmu, tapi aku baik-baik saja sekarang. Aku justru mengkhawatirkan ayahmu karena Alex..." Sansa melirik Alex sekilas. "Alex melaporkan ayahmu ke polisi." cicit Sansa.


"Tidak apa-apa, aku sudah tahu," jawab Emily. "Mungkin dengan ini Daddy bisa belajar dari kesalahannya, Sansa. Mungkin setelah ini, dia bisa menghargai orang lain."

__ADS_1


Emily sedih karena sang ayah harus masuk penjara, namun ia lebih sedih lagi karena sang ayah hampir mencelekai sahabatnya.


Memikirkan sang ayah, Emily tak kuasa menahan air matanya. Sansa yang melihat itu langsung mengulurkan tangannya dan menarik Emily ke dalam pelukannya. "Kenapa Ayahku tidak seperti ayahmu, Sansa?" lirih Emily sambil terisak. Dari luar, mungkin Emily memang terlihat baik-baik saja, selalu bahagia, padahal hatinya terasa hampa tanpa kasih sayang orang tua yang semestinya. Ia beruntung memiliki Samuel dan Sansa yang selalu ada untuknya.


"Ayahku juga ayahmu, jangan menangis." Sansa mengusap punggung Emily.


Sementara Alex dan Samuel hanya bisa menatap kedua wanita itu.


Alex pernah berkata, bahwa Emily adalah setan kecil yang membawa pengaruh buruk untuk Sansa, itu benar, dan juga benar bahwa Emily adalah sahabat sejati Sansa.


Kedua wanita itu selalu bekerja sama dalam segala hal, selalu berbagai segala hal juga.


"Iya, Emi. Nanti bayimu lelah, kasihan," sambung Sansa.


"Baiklah, besok pagi aku akan kesini." Emily memeluk Sansa sekali lagi sebelum pulang.


"Aku baik-baik saja, jangan sedih. Ayahmu juga hanya akan sebentar di penjara," ujar Sansa sembari melirik Alex.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, Sansa. Apapun hukuman yang akan dia dapatkan, aku yakin itu yang terbaik."


"Kamu baik sekali, Emi. Bijak." Alex berkata takjub, dan ia tak menyangka pria seperti tuan Bose itu bisa menghasilkan benih yang tumbuh seperti Emily, sementara Emily hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Alex.


"Kami pergi dulu, kau baik-baik disini, hm." Samuel menepuk pipi Sansa dan Sansa hanya mengangguk.


"Kenapa temanmu baik tapi ayahnya kejam?" Tanya Alex setelah Emily pergi.


"Entahlah," jawab Sansa sembari merebahkan dirinya. "Aku tadi sangat takut, takut bayi kita kenapa-napa." Sansa memegang perutnya sembari menarik napas dalam.


"Aku juga sangat takut," lirih Alex. Ia menyingkap perut Sansa dan mengecup perut Sansa dengan lembut.


"Baik-baik disana, Sayang. Kami menunggu kedatangan mu."


***


Samuel meminta Emily menunggu di pintu masuk sementara Samuel masih mengambil mobilnya.

__ADS_1


Emily menunggu Samuel dengan sabar hingga tiba-tiba ada dua pria yang datang menemuinya, menyemprotkan sesuatu yang membuat Emily langsung kehilangan kesadaran.


__ADS_2