Gairah Cinta Putri Sahabatku

Gairah Cinta Putri Sahabatku
GCPS #91 - Terancam


__ADS_3

Emilly membuka matanya pelan-pelan dan samar-samar ia mendengar suara seorang pria yang sedang berbincang.


Emily di sekap di sebuah ruangan kosong dan kecil, tak ada apapun disana kecuali sebotol alkohol di dekat pintu.


Emily tak bisa bergerak karena kedua tangannya di ikat di kursi. "Ih, sialan. Siapa yang menculikku?" Emily menggeram kesal sendirian. Ia di ikat di sebuah kursi kayu yang tampaknya sudah sangat lama, Emily mencoba berdiri dengan kursi dan ia mendekati mendekati pintu yang sedikit terbuka.


Emily menguping pembicaraan orang itu dari luar dan kedua mata Emily melotot terkejut saat mendengar mereka menyebutkan nama Sansa.


"Astaga, apa yang mereka incar itu Sansa?"


Di luar, anak buah Gorli sedang berdebat masalah mereka yang salah culik orang, mereka baru menyadari nya setelah membawa Emily ke tempat penyekapan.


"Terus kita harus bagaimana? Apa kita kembalikan saja gadis itu?"


"Kau gila, ya?"


"Apa kita bohong saja bos? Katakan padanya Sansa sudah kita culik."


"Terus gadis itu harus kita apakan? Tuan menyuruh kita menyiksa Sansa, bahkan menyuruh kita memperkosa nya."


"Oh mg gosh!" pekik Emily dalam hati.

__ADS_1


Ia langsung memutar otak untuk mencari cara bagaimana lolos dari para pria itu.


***


Samuel yang tak menemukan Emily begitu panik, ia sudah mencari Emily namun tak menemukannya. Dan saat memeriksa cctv, akhirnya ia mengetahui Emily di culik. Tanpa membuang waktu, Samuel langsung melaporkan hal itu pada polisi dan saat ini mereka sedang dalam perjalanan mencari Emily dengan mengikuti GPS ponsel Emily.


Samuel juga mengabari Alex tentang hal itu dan Alex pun langsung menyusul Samuel.


Sementara Sansa di jaga oleh Kate dan Dorian di rumah sakit.


"Aku takut terjadi sesuatu pada Emi, Dad. Apalagi dia hamil," ucap Sansa cemas.


"Tapi siapa yang menculik Emi?"


"Mungkin musuh bisnis ayahnya."


***


Sementara itu, Emily berusaha keras melepaskan ikatan di tangannya karena ia tak mau sampai di sakiti oleh para pria itu, apalagi ia sedang hamil.


"Heh..." Emily terlonjak dan langsung mendongak saat mendengar suara pria itu. "Kamu mau melarikan diri, eh?" pria itu mendekati Emily sembari mengeluarkan sebilas pisua yang membuat Emi ketakutan.

__ADS_1


"Tidak, saya tidak mau melarikan diri," cicit Emily sembari melirik pisau itu. "Emm saya-saya mohon lepaskan saya ya, Uncle. Saya sedang hamil, hikss hiks....." Emily tak kuasa menahan ketakutannya.


Pria itu kembali mendekati Emily namun tiba-tiba terdengar suara sirine polisi yang membuatnya terkejut, apalagi saat teman-temannya datang dan memberi tahu bahwa tempat itu sudah di kepung oleh polisi.


Mereka yang panik pun langsung menjadikan Emily sebagai sandera dan itu membuat Emily semakin ketakutan.


Mereka semua menyeret Emily keluar dari pintu belakang, Emily hendak berteriak namun mulutnya segera di bekap.


Emily terus di bawa lari hingga terdengar suara tembakan dan salah satu dari pria itu tumbang.


"Jangan bergerak! Kami sudah mengepung tempat ini!" Seru polisi dan Emily berteriak saat melihat Samuel.


"SAM...." para pria itu tak mau menyerah. Kini mereka justru mengarahkan sebilas pisau pada leher Emily yang membuat Emily langsung menahan napas.


"Jatuhkan senjata kalian atau aku akan menyayat lehernya!"


...TBC



...

__ADS_1


__ADS_2