Gairah Cinta Putri Sahabatku

Gairah Cinta Putri Sahabatku
MTDF #54 - Menantu Durhaka - Suami Tercinta


__ADS_3

"Daddy tidak mau kehilanganmu...." Dorian berbisik pada putrinya yang masih tak kunjung siuman setelah operasi, ini sudah lebih dari 24 jam, namun Sansa masih dengan setia menutup matanya dan itu membuat Dorian juga Alex kembali di hantui ketakutan.


"kami semua bahagia saat tahu operasimu berjalan lancar, tapi kenapa sekarang kamu membuat kami cemas lagi dengan terus menutup mata, Sansa?"


"Daddy mohon, Bangun lah, Sayang. Kalau kamu tidak bangun, nanti suami kamu di rebut oleh wanita tua itu, Memangnya kamu mau itu terjadi?"


"Sansa...." Dorian tak bisa menghentikan air matanya karena Sansa yang tak kunjung bangun.


Sementara Alex, saat ini ia justru sibuk marah-marah dan memakai-maki para Dokter juga suster yang mengoperasi Sansa.


"Istriku belum bangun, ini sudah 24 jam, sialan!" Ia menarik kerah kemeja Dokter itu yang membuat si Dokter ketakutan namun ia tak bisa apa-apa.


"I-itu... Hal biasa, Tuan. Kita tunggu sebentar lagi...." Dokter itu berucap dengan ketakutan.


"Sejak tadi siang kamu selalu bilang sebentar lagi! tapi Sansa belum juga bangun!" Teriak Alex, ia hendak memuku[ Dokter itu namun aksinya segera di hentikan oleh Samuel yang datang tepat waktu.

__ADS_1


"Kamu gila, huh?" desis Samuel, ia menarik Alex menjauh dari Dokter. "Lihat! Kita jadi tontonan orang-orang, ini rumah sakit!" geramnya.


"Aku tidak perduli!" Sangah Alex. "Mereka harus bertanggung jawab, Sansa belum juga sadar!" Teriaknya penuh emosi.


"Jangan bodoh, Alexander. Kita tunggu sampai 48 jam, ini baru 24 jam," seru Emily kesal.


"Be-benar...." sambung Dokter ketakutan.


"Sansa akan sadar, kita lihat saja nanti," ucap Emily meyakinkan yang membuat emosi Alex sedikit mereda.


"Ayo, pergi dari sini...." Emily menarik baju lengan Alex sementara Samuel mendorong tubuh Alex yang tampaknya masih belum puas memarahi Dokter.


"Aku takut karena Sansa tidak kunjung bangun," lirih Alex.


"Itu sudah biasa pasca operasi, yang penting Sansa masih bernapas, 'kan?"

__ADS_1


Kini mereka sudah berada di depan ruang rawat Sansa, di saat yang bersamaan, Dorian keluar dari ruang rawat putrinya itu.


"Ada apa?" Tanya Dorian karena melihat wajah tiga orang di depannya ini tampak tegang.


"Alex hampir memukul Dokter karena Sansa tidak siuman," jawab Emily kemudian ia duduk di kursi. "Ya Tuhan! semoga Sansa segera sadar, aku takut Alex sampai membunuh Dokter itu." gumam Emily cemas.


"Kau gila!" Desis Dorian pada Alex. "Sebaiknya kau pulang, mandi, ganti baju, makan, minum!" lanjutnya karena Alex memang tidak pulang sama sekali, bahkan ia juga tidak makan sejak berada di rumah sakit, ia hanya sedikit meminum air putih.


"Kamu saja yang pulang, aku mau menunggu Sansa," jawab Alex dan ia pun duduk di samping Emily.


Dorian memang sudah pulang pagi tadi untuk mandi dan berganti pakaian, sementara Alex? Pria itu kini terlihat seperti gembel kelaparan.


"Ya sudah, biar aku ambilkan bajumu, nanti kamu mandi di rumah sakit saja," ujar Dorian lagi.


"Menantu durhak," sindir Emily.

__ADS_1


"Aku cuma mau saat Sansa sadar aku ada disini, aku tidak mau meninggalkan dia," sungut Alex kesal.


"Kamu...." Alex menatap Dorian dengan memelas. "Pulang saja, ambilkan baju dan celanaku, ya?"


__ADS_2