
...POV Sansa Turner...
Mendapatkan restu dari Daddy tentu adalah anugerah terbesar dalam hidupku.
Aku dan Alex pun langsung merencakan pernikahan kami dengan antusias, walaupun Alex sempat menegurku karena telah membohongi Daddy. Dan aku membela diri dengan sangat baik dengan berkata. "Kau juga di untungkan, Sayang."
Yeah, aku memang sangat kurang ajar, entah pada Alex ataupun Daddy, tapi aku tahu, mereka adalah hidupku dan aku hidup mereka, mereka akan melakukan apapun untuk tuan putri mereka yang cantik ini.
"Kau memang sangat cantik," puji Alex sembari menatap pantulan diriku di cermin, ia memelukku, melingkarkan tangannya di perutku.
Saat ini kami sedang berada di sebuah butik, mencari gaun pengantin yang akan aku kenakan di hari pernikahan kami yang di jadwalkan dua minggu lagi.
Sangat cepat memang, dan tentu saja itu keputusan Daddy sendiri yang katanya tak ingin Perutku sampai besar.
Oh, Daddy. Aku janji akan memberi tahumu kebenarannya setelah pernikahan nanti, akan aku pastikan kau tidak akan menyesali restu yang telah kau berikan pada kami.
__ADS_1
"Kau suka gaun ini?" Tanyaku pada Alex.
"Apapun yang kau pakai, aku pasti suka, Baby girl," ucap Alex yang membuatku tersipu. "Tapi, aku tidak suka karena gaun ini memiliki potongan dada yang rendah, aku tak suka ada orang lain yang melihat dadamu selain aku." Alex berkarta sembari menyusuri dadaku dengan jari panasnya.
Uff, hanya dengan sentuhan jarinya saja sudah membuat tubuhku panas dingin.
"Lalu, kau mau gaun yang mana, Baby?" Tanyaku dan dengan sengaja aku menggesesekkan bokongku padanya, yang membuat ia langsung mengerang tertahan.
"Wow, terasa keras," celetukku karena memang aku merasakan pusat tubuhnya itu sangat keras dan dengan nakal, aku menjulurkan tanganku ke belakang, menyentuhnya yang kembali membuat mengerang.
"Kau pasti suka," bisik Alex di telingaku dengan sensual, ia seolah tahu apa yang sedang aku fikirkan. "Akan aku buat kau menjerit nikmat hingga terdengar ke rumah Emily yang sering mencemari otak seksimu itu, Sayang." ia berkata sembari meremas bokongku dan yang membuat wajahku langsung merona.
"Jadi..." Alex menjauh dari tubuhku. "Cari gaun yang lain saja, aku tidak suka yang ini," tukasnya yang membuatku tertawa kecil.
Tak berselang lama Emily dan Samuel datang, ia langsung menjerit histeris melihat gaun pengantin yang aku gunakan.
__ADS_1
"Ini cantik sekali, Honey. Seksi, pilihanmu memang luar biasa," puji nya dengan antusias sementara aku hanya meringis, apalagi saat ku lihat tatapan tajam Alex.
"Alex tidak menyukai ini," bisikku pada Emily. "Dia ingin gaun yang tertutup, dia tidak rela tubuh seksiku di lihat banyak orang."
"Benar juga," gumam Emily. "Baiklah, ayo kita cari gaun yang lain!" Ajaknya dengan antusias.
Aku dan Emily pergi meninggalkan Alex dan Samuel yang kini duduk berdampingan namun mereka tampak enggan saling menyapa, keduanya seolah enggan bersikap ramah satu sama lain. Yeah, begitulah pria.
" Kau ingin gaun yang seperti apa, honey?" Tanya Emily padaku. "Jika Alex tak menyukai gaun yang ada di sini, kenapa dia tidak membuatnya saja? Dia pasti mampu menyewa seorang desainer. 'kan?"
"Kami sudah memikirkan itu, Emi. Tapi aku takut waktunya tidak cukup, karena itulah aku memilih membelinya saja," jawabku dan perhatianku kini tertuju pada sebuah gaun pernikahan yang tampak sangat cantik dan gaun itu mengingatkanku pada gaun ibuku.
"Aku rasa, aku tahu harus memakai gaun apa, Emi."
Tbc....
__ADS_1