Gairah Cinta Putri Sahabatku

Gairah Cinta Putri Sahabatku
MTDF #30 - Jadwal Membuat Bayi?


__ADS_3

...Pov Sansa Turner...


Setelah Alex pergi, aku kembali tidur karena aku memang masih sangat mengantuk. Dan saat aku mendengar ada orang yang masuk ke rumah, aku berfikir itu Alex, aku pun menutupi seluruh tubuhku dengan selimut karena aku tak ingin di ganggu oleh suami seksi ku itu.


Namun aku sangat terkejut saat aku mendengar suara seorang wanita sembari mencium kepalaku, aku langsung bangkit dan aku semakin terkejut saat tahu wanita itu adalah mantan istri Alex. Tentu saja aku langsung marah dan mengusirnya dari rumahku, tapi dia justru bertanya siapa aku. Saat aku mengaku sebagai istri Alex, dia tidak percaya.


"Kamu percaya sama aku 'kan? Aku tidak mungkin berbohong," tukasku dingin pada Alex, aku sudah berbicara sejujurnya tentang kelakuan mantan istrinya itu.


"Iya, Sweetheart. Aku percaya padamu," tukas Alex sembari merangkul pundakku dan membawaku ke kamar.


"Mantan istrimu sudah membuatku sangat kesal, pagi ini adalah pagi terburuk dalam hidupku," ucapku berdecak kesal. "Apa dia sudah terbiasa melakukan ini?" Aku memicingkan mata pada suamiku ini, awas saja jika dia berbohong!


"Jujur saja, kami bercerai baik-baik, kami menjalin pertemanan dan dia memang kadang bertamu saat dia datang ke London. Tapi aku berani bersumpah, Sweetheart. Dia tidak pernah masuk ke kamar apalagi menciumku." Aku berkacak pinggang dan menatap suamiku penuh curiga.


Suami? Uff, title itu begitu istime sehingga membuatku seolah akan mengurung Alex di kamarku, tidak rela jika ada wanita lain yang mendekatinya.

__ADS_1


"Aku berani bersumpah demi calon anak kita, aku berkata jujur," ucap Alex lagi. Aku menghela napas berat kemudian mengangguk percaya.


"Sekarang dia sudah tahu aku punya istri, kejadian ini pasti tidak akan terulang lagi, Sweetheart. Aku milikmu, hanya milikmu." ia menegaskan penuh keyakinan yang membuatku terharu.


Aku tahu, Alex selalu jujur dan akan selalu melakukan apa yang dia katakan.


Setelah perdebatan kecil yang membuatku gerah, aku segera mandi sementara Alex membuat sarapan.


Setelah mandi, aku langsung ke dapur karena aku sudah sangat kelaparan, aku bahkan membiarkan rambutku yang basah dan masih meneteskan air.


"Apa menu sarapan kita, Baby?" Tanyaku manja.


Alex menyajikan roti dan susu untukku, aku langsung melahapnya dengan rakus. "Emmh, ini enak sekali," gumamku.


"Aku benci sekali kelakuanmu yang ini," kata Alex yang kini mengeringkan rambutku dengan handuk, aku hanya tertawa nakal dan membiarkan dia mengeringkan rambutku.

__ADS_1


Bukankah dia sangat baik? Memperlakukanku bak ratu.


"Alex, kau sangat mencintaiku, hm?" Aku bertanya sembari menoleh padanya.


"Itu pertanyaan terbodoh, Sweetheart," jawabnya yang membuatku terkekeh.


"Berapa hari kau akan menangis jika aku meninggal?" Tanyaku lagi dengan lirih, aku sangat takut memikirkan tentang kematian, aku takut berpisah dari Alex dan Daddy.


"Aku tidak akan menangis," jawabnya yang membuatku langsung merengut kesal, aku kembali menoleh dan menatapnya dengan tajam. "Aku tidak akan menangis karena jika kau mati, aku yakin aku-pun akan segera mati, aku tidak mau hidup tanpamu, Sansa." Oh, suami tercintaku. Aku terharu mendengar jawaban lugasnya.


"Lalu siapa yang menjaga anak kita kalau kita berdua mati?" Tanyaku lagi.


"Masih ada Dorian," jawabnya enteng. "Atau kita bisa menitipkannya pada Emily," ucapnya lagi yang membuatku kesal.


Aku harus memberi tahunya bahwa aku sakit, aku tidak mau sampai Alex tahu dari orang lain.

__ADS_1


"Sebenarnya, Alex...."


"Kita baru saja menikah, Sansa. Aku tidak mau bicara tentang kematian," sela Alex yang membuatku jadi merasa bersalah. Ia memegang pundakku, mengecup pipiku kemudian berbisik di telingaku. "Kita bicara tentang ... jadwal membuat bayi saja."


__ADS_2