
Sebagai perayaan atas pernikahanku dan Alex, Alex kembali membuat pesta khusus untukku, Daddy, dan juga setan kecil Emily dan Samuel di rumah Alex.
"Uncle, kau harus berterima kasih padaku karena aku berperan sangat besar dalam penyatuan cinta Alex dan Sansa," tukas Emily sembari menikmati es krim Vanilla-nya.
"Aku fikir otak Sansa tercemar karena Alex, ternyata kau setannya, sungguh tak terduga," sinis Daddy yang langsung membuat aku dan Alex tertawa, sementara Emily mencebikkan bibirnya.
Aku dan Alex sudah menceritakan awal mula kisah cinta kami, dan kali ini tidak ada sedikitpun kebohongan, kami menceritakan dengan cara yang benar juga jujur.
Alex juga menceritakan bahwa selama ini aku-lah yang menggodanya, sedangkan dia harus menahan diri mati-matian, apalagi dia adalah pria dewasa yang memiliki gairah tak terbatas dan tak tertandingi.
Benarkah itu?
Tentu saja benar, aku sudah membuktikannya di malam pernikahan kami, gairahnya sungguh tak terbatas juga tak tertandingi, aku hanya bisa menjerit pasrah di bawahnya. Ck, hanya dengan mengingat malam itu saja sudah membuat pusat tubuhku berkedut nakal.
Dan yang membuatku tak habis fikir, Alex memberi tahu Daddy bahwa Emily sering menceritakan pengalaman bercintanya dengan samuel padaku, dan itulah penyebab aku selalu menggodanya, katanya.
"Gadis muda, sangat berbahaya," gumam Daddy.
Ku lirik Emily yang kini menggoda Samuel, ia menjilati es kirimnya dengan sensual, bahkan dengan sengaja ia membuat mulutnya belepotan, kemudian ia membersihkan bibirnya dengan dengan jarinya dan kemudian lagi ia menjilati jarinya dengan gerakan yang... Ah, sial!
__ADS_1
Kini aku melirik Samuel yang tampaknya termakan godaan Emily, selalu seperti itu. Aku harap mereka tidak bercinta di rumah ini, karena aku sering memergoki mereka bercinta di toilet kampus.
Aku menghampiri Emily dan langsung ku buang es krim sialannya itu.
"Auch, apa, Honey?" Tanya Emily kesal.
"Jangan di sini, Emi," bisikku yang membuatnya langsung cengengesan. "Pulang sana!" Usirku dan ia pun langsung tersenyum lebar kemudian menarik Samuel keluar dari rumah.
Aku mengantar mereka sampai ke depan, saat mereka masuk ke dalam mobil, aku hendak menutup pintu namun aku tercengang karena melihat mobil yang bergoyang dengan keras.
"Sepertinya mereka sudah tidak tahan, dasar setan nakal," gumam ku kemudian aku menutup pintu.
Aku menghampiri Alex yang kini sibuk berbincang dengan Daddy tentang dimana kami akan tinggal setelah ini.
"Dad, kami akan tinggal bersamamu," selaku. "Iya 'kan, Baby?" Tanyaku pada Alex dan Alex pun mengangguk.
"Tapi malam ini, biarkan kami di sini dulu dan kau pulanglah!" Ucap Alex kemudian. "Kami butuh waktu berdua, kami juga belum merencanakan bulan madu."
"Kita bulan madu ke Belanda saja," tukas Daddy yang membuat aku dan Alex melongo.
__ADS_1
"KITA?" Tanyaku dan Alex bersamaan.
"Iya," jawab Daddy dengan tenang..
"Dad, bulan madu itu hanya suami dan istri," tegasku kemudian.
"Sansa, apa kau lupa? Kau tidak pernah ke luar negeri tanpa Daddy," tukas Daddy yang membuatku langsung menghela napas berat.
"Dorian...." seru Alex sembari merangkul pundakku dengan lembut. "Sekarang, dia adalah Sansa Turner Ghan, istri Alexander Ghan. Dia bisa pergi tanpa ayahnya tapi tidak tanpa suaminya." Tegasnya tajam yang membuat Daddy langsung menatapnya dengan sinis.
"Sebelum menjadi istrimu, dia adalah putriku," balas Daddy tak mau kalah.
"Okay, kita akan pergi bulan madu bertiga saja," selaku menengahi.
"Baby girl, yang benar saja? Sejak kapan bulan madu bersama mertua?" Tanya Alex tak terima.
"He's your best friend." Aku menjawab dengan tenang. "Kita sudah terbiasa bepergian bersama, 'kan?"
"Oh, God! Tapi ini dalam rangka yang berbeda." Alex merengek manja padaku.
__ADS_1
"Sama saja bagiku," ucap Daddy.
Tbc....