
Hari ini aku pergi ke kantor Daddy untuk meminta maaf atas apa yang telah aku katakan. Alex benar, seharusnya aku membiarkan Daddy bahagia, apalagi selama ini Daddy memberikan segalanya untukku sampai dia melupakan kebahagiaannya sendiri.
Sesampainya di kantor, Kate langsung menyambutku dengan ramah dan ia mengantarku ke ruangan Daddy seperti biasa.
"Terima kasih, Kate," ucapku dengan ramah.
"Sama-sama, Nona Turner," jawab Kate yang membuatku terkekeh karena ia tetap memanggilku Nona Turner padahal aku sudah menjadi Nyonya Ghan. But it's okay.
Aku melirik jari manis Kate yang tersemat cincin tunangannya, hm, aku harus melakukan sesuatu sepertinya.
"Hei, Sayang. Tumben kamu kesini tidak memberi tahu Daddy," tukas Daddy.
"Aku ingin berbicara sesuatu dengan Daddy," jawabku.
"Saya permisi," ucap Kate, kami hanya mengangguk mempersilakan.
"Dad, aku mau minta maaf...." Aku merengek manja padanya, Daddy menatapku dengan bingung dengan sebelah alis yang terangkat. "Aku menarik kembali ucapanku yang tadi," ucapku.
"Yang mana?" Tanya Daddy.
"Soal ibu tiri," cicitku dan ku lihat pupil mata Daddy yang membesar. "Aku rasa tidak masalah jika punya ibu tiri, aku juga penasaran bagaimana rasanya memiliki ibu," lirihku yang membuat Daddy menatapku dengan sedih.
__ADS_1
"Jangan sedih, aku bahagia selama ini hang hidup bersama Daddy, meskipun Daddy tidak bisa mengepang rambutku seperti ibu teman-temanku, aku tetap bahagia," ucapku dengan mata berkaca-kaca.
"Sebenarnya maksud kedatanganmu itu apa, Sayang?" Tanya Daddy kemudian.
"Aku merestui Daddy dengan Kate," cetusku yang membuat Daddy melongo. "Aku serius, Daddy bisa menikahinya, membawa dia pulang dan menjadikan dia ibu tiriku, Alex juga pasti senang kalau punya ibu mertua."
"Kate sudah punya tunangan, Sansa," ucap Daddy dan suaranya itu tampak sedih.
"Oh, Dad. Hanya tunangan, aku akan meminta Kate memutuskan tunangannya itu, asalkan dia mencintai Daddy."
Daddy tertunduk dan ku lihat wajahnya merona. "Tunggu, apa Kate juga mencintai Daddy?" Tanyaku penasaran.
"Tadinya...." Daddy menjawab lesu.
"Entahlah, dulu Daddy mengabaikannya karena Daddy takut membuatmu sedih jika Daddy menikah lagi." hatiku terenyuh mendengar jawaban Daddy.
"Oh, Daddy...."Aku langsung berhambur ke pelukannya. "Akan aku perjuangkan kebahagiaan Daddy, aku janji," ucapku.
"Tidak, semua sudah terlambat. Kate sudah bertunangan dengan seorang pengusaha muda, seumuran dengannya, tampan." raut wajah Daddy tampak layu.
"Apakah Daddy merasa Kate masih mencintai Daddy?" Tanyaku penuh selidik.
__ADS_1
"Aku tidak tahu," jawabnya.
"Apakah Daddy pernah bercinta dengannya?" pertanyaan itu penting, karena biasanya wanita sulit melupakan pria yang pernah menghangatkan ranjangnya.
"Tidak, kami hanya... Hanya berciuaman," jawab Daddy malu-malu.
Aku melongo, kenapa Daddy mirip Alex saat tersipu begini?
"Daddy sudah tua, kenapa tersipu begitu?" ejekku sambil tertawa.
"Jangan mengejek, Sansa. Apa kau lupa suamimu juga duda tua?" Balas Daddy dan seketika aku tertawa geli.
"Baiklah, sekarang aku pergi dulu. Aku ada banyak pekerjaan," ujarku kemudian mengecup pipi Daddy.
"Hati-hati, Sayang." Daddy juga mengecup pipiku.
Yeah, aku memang harus hati-hati, karena pekerjaanku adalah mencari tahu siapa tunangan Kate, supaya aku bisa menyingkirkannya. Dan akan aku lakukan itu jika memang Kate mencintai Daddy.
Aku menghampiri Kate yang berada di ruang kerjanya, ia tampak terkejut dengan kedatanganku.
"Ada yang bisa aku nanti, Nona turner?" Tanyanya.
__ADS_1
"Apa kau mau jadi ibu tiriku, Kate?"
...TBC......