Gairah Cinta Putri Sahabatku

Gairah Cinta Putri Sahabatku
GCPS #64 - Akhirnya...


__ADS_3

"Emi, apa semuanya berjalan lancar? Daddy sudah pergi."


"APA? '


Emily langsung memekik saat mendengar suara Sansa dari seberang telfon, kedua matanya yang tadinya terasa begitu berat untuk di buka kini langsung terbuka lebar.


"Astaga, Sansa. Aku lupa!" pekik Emily..


"Hah? Lupa bagaimana? Katanya kamu akan datang ke pernikahan Kate untuk mengawasi apa yang terjadi?" keluh Sansa dari seberang telfon. "Daddy sudah pergi dari tadi, Emi!"


"Aku baru bangun, Honey. Maafkan aku," kata Emily sembari memasang bajunya.


Samuel yang mendengar keributan itu pun merasa terganggu dan terbangun dari tidurnya.


"Baby, ada apa?" Tanya Samuel sembari mengucek matanya.


"Aku harus pergi," kata Emily sembari memakai jeansnya dengan susah payah.


"Tunggu, kamu tidak memakai cela ...


Emi...." teriak Samuel karena Emily sudah berlari keluar dari kamarnya. "Astaga! Dia bahkan tidak membersihkan rumah juniorku, bagaimana dia bisa pergi? Apa tidak lengket?"


Samuel hanya bisa geleng-geleng kepala sembari memungut pakaian dalam sang kekasih yang berserakan di lantai.


....


Sementara itu, Kate menyetir dengan tenang dan Dorian hanya duduk manis di sisinya seperti perintah Kate.

__ADS_1


Tak lama kemudian Kate menghentikan mobilnya setelah ia merasa keadaan sudah aman.


"Okay, kita aman, Tuan Turner," kata Kate sambil tersenyum manis yang membuat hati Dorian meleleh. "Sekarang, kau tenang ya, tarik napas...."


"Huh?" Dorian melotot bingung pada Kate, matanya melebar dan kedua alisnya terangkat.


"Ayo, ikuti interuksiku, ini demi kebaikanmu," bujuk Kate lembut yang kembali membuat Dorian meleleh, Dorian pun menarik napas seperti yang di minta Kate.


"Nah, begitu. Bagus, sekarang tahan sebentar dan ... hembuskan. Yeah, begitu...." Kate mengusap pelipis Dorian yang sedikit berkeringat.


Dorian hanya bisa menatap Kate dengan bingung namun harus ia akui, ia suka di manja seperti ini.


"Kau haus? Oh tentu saja, air putih sangat penting untukmu," kata Kate kemudian ia celingukan ke tempat di sekitarnya. "Aku akan membeli air minum untukmu, kau tunggu sebentar," ujarnya hendak pergi namun Dorian justru menarik Kate hingga Kate jatuh ke pelukannya dan tanpa membuang waktu, Dorian langsung mengecup bibir Kate, bahkan ********** dengan intens membuat Kate hanya bisa tercengang.


Satu tangan Dorian memegang tengkuk Kate, sementara tangan yang lain meraba pundak Kate yang terbuka.


"Emmh..." Kate mengerang dan tanpa sadar ia menakan kepala Dorian, seolah Kate menginginkan lebih, bahkan ia membusungkan dadanya hingga menyentuh dada Dorian, begitu lembut dan kenyal, membuat gairah Dorian yang tadinya terpancing kini sudah berkobar.


"Kau sangat cantik dalam balutan gaun ini, Kate," lirih Dorian di sela ciumannya. "Rasa bibirmu juga masih sama, kenyal, manis, aku suka."


Wajah Kate merona, keduanya melepaskan tautan bibir mereka yang seolah seperti magnet itu, kemudian keduanya saling menatap dengan intens dan napas mereka memburu.


"Sekarang apa?" Tanya Kate lirih.


"Menikahlah denganku."


"Kapan?"

__ADS_1


Dorian terkekeh mendengar pertanyaan Kate yang tak biasa saat di kamar. "Malam ini juga."


...


Emily menghela napas lesu saat ia sampai di tempat pernikahan Kate, sudah tidak ada orang disana.


"Ini berhasil atau tidak, ya?" gumamnya cemas.


Ia pun menghubungi Sansa untuk mengabarkan keadaan yang dia temukan.


....


Di rumahnya, Sansa tersenyum bahagia karena baru saja Daddy nya memberinya kabar bahwa ia akan menikah dengan Kate malam ini.


"Berhasil?" Tanya Alex dan Sansa mengangguk, namun raut wajahnya tidak benar-benar terlihat bahagia, seolah masih ada yang mengganjal hatinya.


"Ada apa?" Tanya Alex dengan lembut.


"Apakah Mom akan bahagia? Apa dia tidak akan cemburu? Atau sedih?" Tanya Sansa sedih.


"Tidak akan, Sweetheart. Malvina akan sangat bahagia dan dia pasti akan sangat berterima kasih padamu karena kamu sudah menjadi anak yang baik, yang memberikan kebahagiaan untuk ayahnya."


"Benarkah?"


"Hem...."


Alex menatap mata Sansa dengan intens, saat ia hendak mengecup istrinya itu, tiba-tiba ponsel Sansa berdering.

__ADS_1


"Setan kecil itu..." geram Sansa.


__ADS_2