
Meskipun jauh dari kekasihku, namun aku selalu merasa dekat dengannya. Apalagi dia selalu mengirimkan pesan setiap 5 menit sekali, telfon setiap satu jam sekali dan video call setiap dua jam sekali.
Bosan?
Ah, tidak. Aku justru gusar saat aku tidak mendapatkan pesannya dalam 5 menit. Aku tergila-gila padanya sehingga kami pun menjadi seperti orang gila.
Sansa-ku, yang selalu menggodaku. Aku tahu, dia masih muda, ingin tahu banyak hal, penasaran akan banyak hal.
Sesungguhnya aku tidak terkejut saat Sansa mengatakan ingin bercinta denganku, karena bagaimanapun itu akan terjadi pada remaja seusianya, apalagi ia memiliki teman setan penggoda seperti Emily.
Tapi yang membuatku tak habis fikir, sering sekali Sansa mengatakan ingin memiliki bayi. Disaat anak seusianya hanya memikirkan tentang senang-senang, melakukan hal baru, Sansa-ku justru memikirkan bayi?
Aku pun menginginkan seorang anak, aku juga ingin tahu rasanya menjadi ayah. Tapi Sansa? Dia terlalu muda dan naif.
Walaupun begitu, aku telah bertekad akan memberi tahu hubungan kami pada Dorian dan aku siap dengan segala reaksinya nanti.
Usiaku tak lagi muda, aku juga ingin berkeluarga, dan tentu, kembali bercinta.
"Ahhh..."
"Yeah..."
"Ohh...."
Aku melenguh dan menggeram tertahan seiring pergerakan tanganku yang terus bergerak naik turun, meremas inti tubuhku yang telah lama tak menemui sarangnya.
__ADS_1
Seluruh otot tubuhku menegang saat aku merasakan pusat tubuhku semakin membesar dan memanjang. Aku yakin Sansa pasti akan menyukai ini, dia akan kecanduan dan pasti menginginkannya lagi dan lagi.
"Aahh.... Sansa!" Aku menjerit saat puncak kenikmatan itu menggulung jiwaku, tubuhku bergetar, napasku terengah.
"Oh God!" Aku mengerang sambil terkekeh.
Sebelum menyadari aku jatuh cinta pada Sansa, aku masih bercinta dengan beberapa wanita malam, bagaimanapun juga aku pria dewasa yang butuh melampiaskan hasratku.
Namun setelah aku menyadari bahwa aku telah jatuh cinta pada Sansa dan gadis itu ternyata juga mencintaiku, aku pun tak lagi memiliki hasrat pada wanita lain.
Jika dalam keadaan terdesak seperti sekarang, apalagi Sansa yang sering menggodaku. Aku melakukannya sendiri, solo, dan itu lebih dari cukup untukku.
Jika saja Sansa bukan putri sahabatku, Dorian. Sudah pasti aku akan bercinta dengannya sejak lama, apalagi dia yang selalu menggodaku. Namun aku harus menahan diri, karena aku ingin membuktikan pada Dorian, cintaku tulus untuk Sansa.
Aku menyiram tubuhku setelah berhasil mengeluarkan ****** ***** yang terbuang sia-sia itu.
Setelah mandi, aku segera siap-siap untuk menghadiri pesta ulang tahun Elaine.
...***...
"Aku kira kau takkan datang," ucap Elaine yang menyambutkku dengan hangat, ku lirik arlojoku, kemudian aku melihat ke sekelilingku dimana sudah banyak tamu yang datang.
"Maaf aku sedikit terlambat," ucapku sembari memberikan kotak hadiah untuk mantan istriku ini.
"Apa isinya?" Tanya Elaine dan dengan antusias dia membuka kotak hadiah itu yang berupa parfum favoritnya. "Wow, kau tidak lupa apa yang aku suka," ucapnya.
__ADS_1
"Aku punya daya ingat yang kuat," jawabku.
Ku lihat Elaine memotret hadiah dariku itu, kemudian ia mengajakku berfoto bersama.
Setelah itu kami pun menikmati pesta ini berasama dan juga berdansa sembari membicarakan beberapa hal, hingga akhirnya Elaine kembali bertanya tentang kekasihku.
"Kau berencana menikahinya?"
"Yeah, tentu saja," jawabku dengan sangat yakin.
"Dan bagaimana denganmu?" Aku bertanya sembari memutar tubuhnya mengikuti iringi musik.
"Aku sibuk dengan perusahaan," jawabnya dan ku lihat kesedihan di matanya.
Ini adalah satu alasan perceraian kami, Elaine adalah seorang workaholic yang terkadang akan melupakan segalanya saat dia bekerja.
"Asal kau bahagia, apapun keputusanmu, aku selalu mendukungmu, aku temanmu," ucapku dan Elaine tersenyum senang.
Setelah beberapa saat, aku pun menghentikan dansa kami karena ak u yakin Sansa pasti sudah mengirimkan pesan.
Dan benar saja, ada beberapa pesan yang masuk juga dua panggilan tak terjawab.
Aku mencoba menghubungi Sansa namun dia menolak panggilanku.
"Mati aku!"
__ADS_1
...Tbc.......