Gairah Cinta Putri Sahabatku

Gairah Cinta Putri Sahabatku
MTDF #32 - Ukuran Dan Kekuatannya?


__ADS_3

Suara dessahan, erangan dan penyatuan dua tubuh kami menggema di seluruh kamar, suara decitan ranjang menjadi melodi yang menyempurnakan percintaan panas kami yang telah berlangsung selama beberapa jam.


Aku sudah lelah dan lemas, namun Alex masih terlihat kuat dan bersemangat meskipun seluruh tubuhnya telah di banjiri keringat, yang membuatnya terlihat sangat seksi.


"Eegghhh, Alexander...." aku melenguh saat Alex menusuk terlalu dalam, benar-benar dalam sehingga membuatku merasa akan pingsan akan kenikmatan ini.


"Kau suka ini, hm?" Goda Alex sembari bergerak memutar di bawah sana, memberikan rasa geli sekaligus nikmat yang membuatku menginginkan lebih, ini seperti morfin, membuatku candu.


"Yeah, aku suka, Baby...." aku mendessah seksi di bawahnya.


Alex bergerak lebih cepat dan sangat cepat, membuatku mejerit semakin kencang. Oh God! Aku sudah hampir sampai, aku ingin memberi tahu Alex namun aku tak bisa menyusun kata-kata. Aku hanya bisa mengerang, mendessah dan menjerit.


"Aku mengerti, Sweetheart. Kau akan sampai, hm...." Aku mengangguk berkali-kali dan Alex terkekeh. "Dia berdenyut manja di bawah sana, Sweetheart. Aku suka, dia seperti ingin menghisapku, OUGHHH. Ini nikmat sekali, aku tidak ingin berhenti," racaunya namun aku hanya bisa tersenyum lemah hingga tak lama kemudian aku bisa merasakan pusat tubuhnya semakin membesar di bawah sana, membuatku melenguh saat merasakan begitu sesak.

__ADS_1


Suara erangan kami berpacu hingga akhirnya Alex mengeluarkan cairan hangat yang membuatku merasa melayang ke udara.


Kami melenguh secara bersamaan dan Alex pun ambruk di atas tubuhku, napas kami memburu, tubuh kami yang lengket kini menyatu, dan masih ku rasakan sisa-sisa cairan di bawah sana yang masih menembak ke dalam pusat tubuhku.


"Banyak sekali," lirihku dan seketika Alex terkekeh. Ia menatapku penuh cinta, kemudian mengecup keningku dengan lembut, sangat lembut. Membuat hatiku menghangat, Alex membuat hidupku terasa sempurna, setelah percintaan yang luar biasa panas, kini ia membuatku merasakan cinta yang luar biasa hangat.


"I love you, my baby girl."


"I love you, my old man!"


"Biarkan saja dia di rumahnya, Sweetheart. Dia masih suka, di lingkupi lembah yang hangat dan basah." Aku merona mendengar ucapan frontalnya itu, dan aku suka.


...***...

__ADS_1


"Aku harap kau melewati malam yang indah, apakah lebih indah dari yang aku ceritakan?" Tanya Emily dengan antusias.


Hari ini aku kembali berkuliah, seperti biasa. Dan tatapan teman-temanku membuatku merasa risih, mereka menatapku dengan sinis, merendahkan, meremahkan. Aku tahu kenapa, tentu karena pernikahanku dengan sahabat Daddy, pria yang dua kali lipat lebih tua dariku.


"Sangat luar biasa, aku tidak bisa menggambarkan keindahannya dengan kata-kata," jawabku setengah berbisik.


"Sudah aku duga, Alex memiliki tubuh yang sangat indah, kekar. Apakah senjatanya juga kekar? Seberapa besar? Seberapa panjang?" Tanya Emily dengan entengnya yang membuatku menganga. Apakah baru saja dia bertanya tentang ukuran senjata suamiku? Setan nakal!


"Dia ... luar biasa, Emi. Ukuran, kekuatan, ugggghhh, aku hampir gila...."


"Oh, so sweet ... aku ikut senang, Honey."


"Apa kalian membicarakan sesuatu yang rahasia?" Aku dan Emily menoleh saat mendengar suara bass Samuel. "Wajah Sansa terlihat memerah, aku harap kalian tidak berbicara tentang adegan ranjang apalagi menggosipkan kekuatan pasangan kalian. Itu menyalahi kode etik para pria."

__ADS_1


Aku dan Emily tertawa geli dan di saat yang bersamaan, dosen kami datang. Samuel segera keluar dari kelas kami sementara aku dan Emily duduk manis di kursi kami.


Tbc....


__ADS_2