Gairah Cinta Putri Sahabatku

Gairah Cinta Putri Sahabatku
GCPS #89 - Balasan


__ADS_3

"Sansa!" Pekik Emily yang melihat Sansa mengerang sembari memegang perutnya yang tiba-tiba terasa perih dan kram.


Samuel yang saat ini sedang sibuk membersihkan dapur segera berlari keluar setelah mendengar keributan di luar.


"Dad, apa yang kau lakukan? Sansa sedang hamil!" Teriak Emily marah.


"Kalian semua membohongi ku, eh?" Desis ayah Emily dengan tajam, sejenak Emily terdiam namun saat Sansa kembali mengerang kesakitan, ia langsung membantu Sansa duduk di sofa.


"Sansa, kamu kenapa?" Samuel bertanya dengan cemas.


Ayah Emily yang melihat Samuel pun kini semakin emosi, ia bahkan hendak menyerang Samuel namun Samuel berhasil menangkisnya bahkan ia mendorong tuan Bose hingga tersungkur ke lantai.


"Aku tahu kau marah padaku, Tuan. Tapi kau tidak berhak menyakiti sahabatmu!" Desis Samuel.


Ia pun segera menghampiri Sansa dan menggendong Sansa yang masih meringis kesakitan dengan hati-hati.


"Kita ke rumah sakit, tidak akan terjadi seseuatu dengan anakmu, Sansa."


Sansa tak bisa berkata-kata, ia hanya bisa menangis karena perutnya benar-benar sakit sekarang.

__ADS_1


Emily menatap sang ayah dengan tajam dan penuh kekecewaan. "Daddy sudah membuktikan sekarang, bahwa Daddy bukan hanya bukan ayah yang baik tapi bukan manusia yang baik!" ia mendesis tajam yang membuat tuan Bose terperangah, hatinya terkesiap apalagi saat matanya menatap mata Emily yang tampak sangat kecewa padanya.


***


Alexander berlari di lorong rumah sakit secepat yang ia bisa, napasnya memburu, dadanya bergemuruh dan perasaannya sungguh kacau.


Saat mendapatkan kabar bahwa Sansa di larikan ke rumah sakit, Alex langsung bergegas ke rumah sakit tanpa membuang waktu sedikitpun.


"Dimana Sansa?" Tanya Alex pada Samuel dan Emily yang saat ini hanya mondar-mandir di depan sebuah ruangan.


"Masih di periksa," jawab Emily lirih.


"Maafkan aku, Alex," ucap Samuel yang juga merasa bersalah.


Alex tak menjawab, ia sibuk memikirkan keadaan Sansa juga janin yang ada dalam kandungannya. Bahkan Alex gemetar saat memikirkan Sansa-nya celaka.


Hingga tak lama kemudian seorang Dokter keluar dan Alex langsung mencecarnya dengan berbagai pertanyaan.


"Pasien dan janinnya baik-baik saja, Tuan. Tapi saya harap, setelah ini pasien harus istirahat total, tidak boleh beraktivitas berat juga tidak boleh tertekan. Benturan yang terjadi seperti tadi itu bisa saja membuatnya terancam keguguran."

__ADS_1


"Astaga!" Alex menggumam frustasi, antara marah juga sedih.


Ia pun segera masuk untuk menemui sang istri.


Sementara Samuel dan Emily kini hanya bisa saling melempar tatapan cemas. "Ini salahku, seharusnya aku tidak melibatkan Sansa dan Alex dalam masalah kita." Ia berkata dengan lirih.


"Tidak, ini bukan salahmu, Honey. Bukankah kau dan Sansa memang selalu bekerja sama dalam segala hal? Lagi pula, Sansa baik-baik saja sekarang!" Samuel memeluk kekasihnya itu, menenangkannya.


"Yang paling bersalah itu aku, semua barawal karena aku," lirihnya.


Di dalam, Sansa menatap Alex dengan sendu. Ia mengulurkan tangannya pada sang suami yang segera di sambut oleh Alex.


"Maaf, kamu pasti cemas," ucap Sansa.


"Aku sudah melaporkan dia ke polisi, berani sekali dia menyakitimu!"


Sansa tercengang mendengar penuturan Alex, ia langsung bangkit duduk dan menatap suaminya itu. "Alex, dia itu ayahnya Emily. Apa kau mau dia masuk penjara?"


"Iya, karena dia sudah menyakitimu!"

__ADS_1


__ADS_2