Gairah Cinta Putri Sahabatku

Gairah Cinta Putri Sahabatku
GCPS #76 - Money Is Everything


__ADS_3

"Dad, Mom! Kenalkan, ini suamiku. Kami datang untuk meminta restu kalian."


"KAU GILA!"  pekik Natalie, ibu Kate.


Kate dan Dorian hanya meringis mendengar teriakan ibunya itu, bahkan ia sudah mendekati Kate, ingin menyerangnya, namun Dorian berhasil melindungi istri tercintanya itu.


"Bagaiamana bisa kau melakukan ini, Kate? Apa kau tahu betapa malunya kami pada orang-orang?" desis sang ibu tajam.


"Itu benar, Kate! Orang-orang menggosipkan kita!" sambung sang ayah juga marah.


"Sorry, Mom. Dad." cicit Kate.


"Kau fikir sorry saja cukup, huh? Kau sudah mencoreng nama baik keluarga kita, Kate! Hanya demi pria tua ini?"


"Dorian, Aunt...." sambung Dorian yang membuat ibu Kate semakin melongo.


"Aunt?" geramnya dengan mata yang melotot se. "Kau fikir aku Bibi mu, huh? Kau itu sama tuanya dengan ku, sialan!"


"Aku rasa tidak, Mom. Kau sudah 55 tahun," sambung Kate yang membuat sang ibu semakin marah.

__ADS_1


"Dengar! Aku datang kesini untuk meminta restu kalian, bukan untuk di maki-maki," ujar Dorian berusaha bersikap tenang. "Lagi pula, hanya satu perbedaan aku dan Gorli. Dia menyiapkan pernikahan Kate sedangkan aku yang menikahi Kate."


Kate tersenyum tertahan mendengar apa yang di ucapkan suaminya, karena jika di fikir-fikir, itu benar juga. Sementara Natalie masih menatap permusuhan pada Dorian, hingga Dorian menyodorkan sebuah kunci mobil padanya.


"Ini lamaranku untuk Kate, Aunt. Ambillah...." Natalie masih terdiam sambil menatap kunci mobil yang ada di tangan Dorian. "Mobilnya ada di luar, kau boleh melihatnya. Jika kau tak suka, kau boleh meminta yang lain."


Kini kedua mata Natalie tampak berbinar terang dan ia segera menyambar kunci mobil itu, Tuan Bill pun juga tampak semangat untuk melihat mobilnya.


"Mereka memang sedikit begitu, materialistic," lirih Kate malu pada Dorian.


"Tidak perlu minta maaf, Sayang. Aku rasa itu wajar, memangnya siapa yang tak ingin memiliki barang mewah dan bagus."


"Kalian suka?" Tanya Dorian.


"Oh, kami suka sekali. Terima kasih banyak, kau menantu yang sangat baik dan perhatian." Natalie memeluk Dorian dengan erat, sampai membuat Dorian merasa sesak napas sementara Kate hanya geleng-geleng kepala.


***


Tuan Bose mengernyitkan keningnya saat ia melihat foto seseorang yang tidak asing di koran yang ia baca. Dan di koran itu, tertulis "Samuel Ghan, Keponakan Alexander Ghan telah kembali ke rumah setelah kabur selama satu tahun"

__ADS_1


"Ini kan pacar Emily yang miskin itu," gumam nya heran. "Apa mungkin dia itu ... tapi bagaimana bisa?"


Tuan Bose pun segera bergegas menemui Alexander di kantornya, karena dia harus memastikan berkata ini.


Sesampainya di kantor, ia tak di izinkan bertemu dengan Alex karena belum ada janji namun Tuan Bose mengatakan bahwa ia adalah calon besan tuan Alexander yang membuat sekretaris Alex bingung, karena Alexander dan Sansa belum punya anak, lalu bagaimana mereka akan punya besan?


Untung saja, Alex segera datang sebelum rencananya kacau.


Dengan sengaja, Alex mengirim koran yang sudah ia cetak sendiri ke rumah tuan Bose dan sekarang, rencananya ini berhasil.


Alex mempersilahkan Tuan Bose ke ruangannya dan menananyakan tujuan kedatangannya. "Aku hanya ingin bertanya, apa benar pria ini keponakanmu?" Tanyanya sembari menunujukan foto di koran.


"Iya, dia keponakanku yang kabur satu tahun yang lalu. Sekarang aku sudah menemukannya."


"Tapi, kenapa dia kabur?"


"Biasa lah, masalah keluarga. Dia anak muda, naif, ingin memiliki kehidupan yang bebas dan ingin membuktikan dia bisa sukses tanpa nama besar keluarga kami."


Tuan Bose tampak senang mendengar ucapan Alex, sambil tersenyum dia berkata. "Sebenarnya aku mengenalnya, dia kekasih putriku."

__ADS_1


"Oh? Benarkah?" pekik Alex padahal dalam hati ia berkata. "Cicak masuk perangkap!"


__ADS_2