
"Kau sudah tua, sudah bau tanah, tidak lama lagi kau pasti akan mati. Jadi, sebelum mati, bersikaplah seperti seorang pria yang jantan, Dorian," ejek Alex yang membuat Dorian kesal, namun sepertinya apa yang di katakan Alex ada benarnya juga.
Dan karena itulah, Dorian langsung pergi ke tempat pemberkatan pernikahan Kate, bahkan ia masih memakai piyamanya karena sudah tidak ada waktu untuk berganti pakaian.
Sesampainya di altar, acara sudah hampir di mulai dan tanpa ragu, Dorian langsung berteriak yang menarik perhatian semua orang.
"Kate Bill, maukah kau menikah denganku?"
Semua tamu yang menghadiri acara itu hanya bisa tercengang dan semua mata kini tertuju pada Dorian yang berdiri tepat di tengah altar dengan setelan piayamnya yang berwarna biru dan rambutnya masih acak-acakan.
Golri dan keluarga Kate juga sangat terkejut, apalagi setelah mereka tahu siapa yang datang.
Dorian Turner, apa pria itu sudah gila?
Sementara Kate, tanpa ragu ia langsung mengangguk yang membuat mempelai pria semakin melongo.
"Apa kau sudah gila?" Geram Gorli.
"Maafkan aku, tapi aku menerima lamaran Tuan Turner," cicit Kate.
"Kate, kita sedang berada di altar, pernikahan kita sedang berjalan, bagaimana bisa kau menerima lamaran orang lain?" Desis Gorli tajam, bahkan ia mencengkram pundak Kate dengan kuat yang membuat Kate meringis.
"Kate, jangan gila kamu! Kamu bisa mempermalukan keluarga kita," desis sang ayah.
"Benar, Kate. Lanjutkan pernikahanmu dengan Gorli, kalau tidak...."
__ADS_1
"Sorry, Mom. Tapi aku tidak bisa," sela Kate cepat.
"Kate, kau mau ikut denganku?" Tanya Dorian dan Kate mengangguk sambil tersenyum.
"Hey, pria tua!" Teriak Gorli meradang.
"Jangan berteriak padanya!" seru Kate cemas. "Dia tidak boleh terkejut, bahaya." lanjutnya yang membuat semua orang kembali melongo, termasuk Dorian.
Apanya yang bahaya?
"Hey! Usir pria tua itu!" Titah Golri dengan emosi yang sudah memuncak.
Kate langsung berlari mendekati Dorian yang saat ini mengulurkan tangan padanya.
"Kate! Beraninya kau!" teriak Gorli namun Kate tak memperdulikan hal itu.
Dorian hendak menggengam tangan Kate namun Kate terlebih dulu menggenggam tangannya dan ia menari Dorian. Sehingga kini tak terlihat Dorian yang membawa lari Kate, melainkan sebaliknya.
Gorrli yang marah langsung memanggil anak buahnya dan memerintahkan mereka menangkap Kate juga Dorian.
Kate terus berlari dengan satu tangan yang memegang tangan Dorian dan tangan yang lain memegang baju penggantinya.
"Tunggu, kamu tidak boleh kelelahan. Kita jangan lari," kata Kate dengan napas yang tersenggal dan ia menatap Dorian dengan cemas, sementara Dorian justru terenyuh dengan perhatian yang Kate berikan bahkan di saat genting seperti ini.
Kate mencari cara agar mereka tidak tertangkap, hingga akhirnya ia melihat seseorang yang baru saja keluar dari mobilnya.
__ADS_1
"Tuan Turner, kau tunggu disini sebentar, ya," kata Kate dan Dorian mengangguk saja.
Kate berlari meghampiri orang itu, ia tampak berbicara dengan sangat serius dan orang itupun memberikan kunci mobilnya padanya. Setelah itu, Kate kembali pada Dorian.
"Ayo, kita harus pergi sekarang," ujar Kate.
"Menggunakan mobil orang itu?" Tanya Dorian dengan bingung.
"Iya, tidak ada waktu untuk membicarakan ini, yang penting kita pergi dulu," tukas Kate sambil menggeret Dorian.
"Tapi aku bawa mobil sendiri, itu...."
"Heh...."
...
Sementara di apartement Samuel, Emily dan Samuel masih tertidur pulas dengan tubuh tang tertutup sehelai benangpun.
Semalam keduanya bercinta hingga hampir pagi dan itu membuat mereka sangat kelelahan hingga Emily lupa dengan rencananya hari ini.
Ponsel Emily berdering tanpa henti, dengan malas, ia meraba ponselnya itu dan menggeser tombol hijau di layarnya.
"Halo...." ucapnya serak.
"Emi, apa semuanya berjalan lancar? Daddy sudah pergi."
__ADS_1
"APA? '