
"Aku ke toilet dulu, kamu tunggu di sini," kata Alex pada Sansa yang saat ini sedang memilih beberapa pakaian di sebuah butik.
"Jangan lama-lama, nanti aku di culik," ujar Sansa sambil terkekeh. Alex pun hanya tertawa sebelum akhirnya bergegas pergi ke toilet.
Saat Sansa sibuk memilih beberapa pakaian, ia di kejutkan dengan kedatangan Elaine yang secara tiba-tiba. Bahkan Elaine menyambar baju yang di pegang oleh Sansa.
"Kau suka itu?" Tanya Sansa dengan tenang. "Ambil saja, biar aku yang bayar. Tapi aku rasa...." Sansa menatap Elaine dari ujung kepala hingga ujung kaki, sambil tersenyum miring Sansa berkata, "Tapi aku rasa ini tidak akan cocok untukmu, kau akan terlihat seperti badut," ejeknya yang membuat Elaine geram namun ia menahan diri.
"Aku kesini hanya ingin mengingatkanmu, Sansa. Apa yang ayahmu lakukan, mungkin akan berdampak padamu," ujar Elaine sembari berjalan mengelilingi Sansa. "Kamu masih kecil, tapi kamu cukup berani juga mengejek orang, hm?"
"Aku sudah dewasa, aku sudah menikah dengan Alexander," balas Sansa sambil mengedipkan sebelah matanya pada Elaine. "Dan aku rasa, kau yang harus hati-hati, Elaine. Kau sudah mencuri uang Alex dan investor yang lain. Kau fikir, kau bisa lolos setelah kejahatan itu?"
"Aku akan mengembalikan uang mereka, bulan ini!" Ujar Elaine percaya diri, Sansa menaikan sebelah alisnya, menatap Elaine dengan remeh.
"Apa kau menjual diri?" Tanya Sansa sekenanya mengingat Elaine pernah menggoda ayahnya. Elaine yang mendengar itu begitu geram, bahkan ia hampir menampar Sansa namun aksinya itu terhenti saat ia mendengar suara bariton Alex yang meneriakinya.
"Berani kau menyentuhnya, aku buat kau membusuk di penjara!" Geram Alex, ia melangkah cepat dan lebar mendekati Sansa. Sansa menatap Elaine sambil tersenyum miring, namun saat menatap Alex, Sansa langsung cemberut.
__ADS_1
"Mantan istrimu ini aneh sekali, Alex." ia mengadu sambil bergelanyut manja di lengan Alex. "Dia datang dan mengancamku hanya karena kau dan Daddy tidak memberinya bantuan."
"Bukan untuk itu aku datang kesini," sela Elaine. "Tapi orang lain yang akan menghancurkan ayahmu. Kau lihat saja nanti!"
"Gorilla itu maksudmu?" sambung Alex sambil tersenyum miring. "Sudahlah, itu urusan para pria, untuk apa kau ikut campur?" Tanya Alex dengan dingin.
"Aku datang karena merasa kasihan pada kalian, lihat ini...." Elaine menunjukan rekaman video seorang pria yang datang menemui Gorli.
"Bukannya itu kepala keamanan di kantor Daddy?" Gumam Sansa.
"Iya," jawab Elaine. "Aku datang untuk membantumu, Nona Turner. Tapi kau menghinaku habis-habisan," keluh Elaine, ia menghela napas lesu sembari menyerahkan ponselnya pada Sansa. "Selidiki saja sendiri jika kau mau." lanjutnya kemudian ia pergi begitu saja setelah Sansa menerima rekaman itu.
Awalnya, Elaine memang ingin mengajak kerja sama Gorli setelah ia membaca surat kabar tentang gagalnya pernikahan Gorli karena Dorian. Namun Gorli adalah yang sombong dan sulit di ajak kerja sama, sehingga Elain terpaksa harus bersikap pro pada Dorian.
Tapi, jika nanti Gorli datang padanya, tentu Elaine juga akan menerimanya.
...****************...
__ADS_1
"Bagaiamana bisa semua ini terjadi?" gumam Dorian cemas.
Data rahasia perusahaan tiba-tiba bocor dan itu bisa mengakibatkan anjloknya saham di perusahaannya, bisa ia bisa saja bangkrut dalam waktu sekejap.
Kate, sebagai istri dan asisten Dorian berusaha menenangkan Dorian, apalagi ia masih mengira Dorian memiliki penyakit jantung.
"Aku mohon, jangan cemas berlebihan. Nanti kau sakit, kita pasti akan menemukan solusinya," hibur Kate.
"Bagaiamana aku tidak cemas, Kate. Semua ini pasti ulah mantan calon suamimu itu."
"Benarkah?" Gumam Kate, ia tampak merasa bersalah karena itu artinya ini terjadi karenanya.
"Ini bukan salahmu," ujar Dorian setelah melihat raut wajah Kate yang langsung berubah.
"Dia pasti sangat marah, dia pria yang arogan."
"Aku akan mengatasinya, kamu jangan khawatir."
__ADS_1
"Bagaiamana aku tidak khawatir? Aku takut kau down, seharusnya kau tidak boleh tertekan. Penyakit jantungmu bisa kambuh."
"Hah?