Gairah Cinta Putri Sahabatku

Gairah Cinta Putri Sahabatku
MTDF #21 - Senjata Makan Tuan


__ADS_3

"Kamu mengganggu kami, apa kau tahu itu?" Desisku kesal pada ayah mertuaku ini, aku sudah menunggu dua tahun untuk malam ini, tapi Dorian justru mengacaukan malam pernikahanku dan Sansa dengan begitu mudahnya.


"Aku sengaja mengganggu, karena aku tidak mau cucuku celaka," tukas Dorian yang membuatku langsung mengernyitkan dahi.


"Cucu apa? Kamu gila, eh?" tukasku kesal.


"Apa hanya demi melampiaskan hasratmu, kamu sampai melupakan janin dalam rahim Sansa?" Dorian menggeram marah dan seketika aku menganga dan kedua mataku terbuka lebar saat mengingat kebohongan Sansa.


"Di usia kehamilan yang masih sangat muda seperti ini, tidak baik kalian bercinta, kalau kamu tidak percaya, tanya saja pada Dokter," tukas Dorian lagi yang membuatku langsung menghela napas lesu.


"Tapi ini malam pernikahan kami, Dorian. Kami menunggu lama untuk malam ini," ucapku lemas namun Dorian justru tertawa sinis.


"Salahmu sendiri bayar di muka, akhirnya kau sendiri yang rugi, 'kan?" Ejeknya.


Aku memijat pelipisku, kepalaku rasanya sakit, apalagi pusat tubuhku yang masih setia menegang di bawah sana, tak sabar ingin memasuki rumahnya.

__ADS_1


Dan aku tidak bayar di muka, Dorian! Itu hanya trik Sansa, oh Tuhan! Kenapa ini jadi senjata makan tuan?


"Dorian, sebenarnya...." Aku ingin memberi tahu Dorian yang sebenarnya namun aku takut Sansa marah karena ia bilang akan memberi tahu sendiri pada ayahnya.


"Jadi, sebaiknya kau temani aku minum malam ini," kata Dorian lagi.


"Lalu bagaimana dengan istriku, Dorian? Dia menungguku," tukasku penuh penekanan.


"Tidak mungkin, dia pasti sudah tidur karena kelelahan. Aku tidak ingin kau tidur bersama Sansa malam ini, aku yakin kau pasti tidak akan bisa menahan diri dan memaksa Sansa melayanimu," tuding Dorian yang membuatku langsung berdecak kesal namun tak lama kemudian, Sansa datang menghampiriku dan Dorian, ku lihat raut wajahnya yang cemberut.


"Kenapa kamu belum tidur, Sansa? Kamu harus istirahat yang cukup agar janinmu tumbuh sehat." tukas Dorian pada Sansa.


Sansa langsung melirikku dan aku memberi isyarat padanya bahwa sepertinya sekarang senjata makan tuan.


"Ayo, Baby...." Sansa mengulurkan tangannya padaku namun Dorian langung menepis tangan Sansa.

__ADS_1


"Sebaiknya kamu tidur sendirian dulu malam ini, Sayang."


"Oh, Dad. Aku ingin tidur dalam pelukan suamiku, ini malam pernikahan kami," ucap Sansa kesal sambil menghentakan kakinya.


"Tapi nanti Alex akan memkasamu bercinta, itu tidak baik untuk bayimu, Sayang," tegas Dorian penuh penekanan yang membuat Sansa meringis. "Beberapa hari ini saja dia sudah terlihat sangat agresif padamu, bahkan di saat ada Daddy sekalipun. Dia itu pria tua yang takkan bisa menahan gairahnya, itu bisa bahaya untuk cucu Daddy." lanjutnya yang membuatku melongo sementara Sansa hanya bisa menahan senyum geli.


Kenapa hanya aku yang terlihat sebagai penggoda di mata Dorian? Andai saja dia tahu betapa dahsyatnya godaan Sansa yang harus aku tepis selama ini.


"Tidak akan, Dad. Aku janji tidak akan membiarkan Alex menyakiti cucumu, aku hanya akan memeluknya, ini juga keinginan cucumu," bujuk Sansa dengan memelas.


"Ayolah, Dad," rengek Sansa lagi. Dorian menatapnya sejenak sebelum akhirnya menatapku dengan tajam. "Ayolah, Dad. Aku ingin tidur dalam pelukan suamiku, ini malam pernikahan kami."


"Baiklah," jawab Dorian yang membuatku langung tersenyum girang. "Tapi ingat! Kalian tidak boleh melakukan apapun, demi keselamatan cucu Daddy!"


Oh, Dorian. Justru malam ini kami harus melakukan sesuatu agar cucumu segera hadir ke dunia ini.

__ADS_1


Tbc...


__ADS_2