
"Aku suka gerakanmu yang ini, Sayang. Kamu semakin pintar," racau Samuel saat Emily bergerak naik turun di atas tubuhnya.
"Aku ... aku juga ingin menikah, Honey," ucap Emily yang membuat Samuel langsung berhenti bergerak.
"Kita masih terlalu muda untuk memikirkan pernikahan, Emi," jawab Samuel. Emily yang kesal dengan jawaban kekasihnya itu pun langsung turun dari atas tubuh Samuel. Ia segera memakai pakaiannya dengan cepat.
"Emi, dengarkan aku dulu...." seru Samuel namun Emily enggan mendengarkan apa kata pacarnya itu.
Samuel pun segera berpakaian dan mengejar Emily yang sudah keluar dari apartement.
"Emy...." Samuel menarik tangan Emily,
"Kamu cuma mau bersenang-senang sama aku, 'kan?" tuding Emily sambil menghempaskan tangan Samuel dengan kasar.
"Tidak, Honey. Aku mencintaimu, kita akan menikah, hanya saja, tidak secepat ini," tukas Samuel lirih. "Kita masih terlalu muda, aku masih ingin bekerja, menjadi orang sukses supaya bisa membuat bahagia nanti." lanjutnya.
"Kamu tidak usah memikirkan pekerjaan, Sam. Ayahku bisa memberikan posisi terbaik di perusahaan untukmu setelah kita lulus kuliah nanti," ujar Emily yang membuat Samuel langsung menghela napas berat.
Dan di saat yang bersamaan, Sansa datang menghampiri kedua temannya itu.
"Kalian sedang bertengkar?" Tanya Sansa.
__ADS_1
"Tidak, hanya sedikit berdebat," kata Samuel dingin.
"Ada apa?" Sansa bertanya dengan penasaran, apalagi ia melihat ketegangan di wajah Samuel juga Emily.
"Tidak ada, ayo pergi!" Emily langsung menarik Sansa dan membawanya masuk ke dalam lift.
Sansa menoleh dan ia melihat Samuel yang juga kembali ke apartmentnya. "Kalian bertengkar?" Tanyanya lagi.
"Aku heran sama Samuel, kenapa dia tidak pernah mau setiap kali aku memintanya bekerja di perusahaan Daddy? Dia tidak mau menikahi ku sebelum dia mendapatkan pekerjaan dan menjadi orang yang sukses katanya." gerutu Emily sambil merapikan rambut dan make up nya.
"Kalian habis bercinta?" Tanya Sansa sembari menyingkap rambut Emily yang menutupi lehernya dan benar saja, ia melihat tanda yang di tinggalkan Samuel disana.
"Hem, tapi belum selesai, Samuel membuat moodku rusak," keluh Emily.
Ting....
Lift terbuka, kedua gadis itu pun keluar dan berjalan menuju mobil Sansa.
"Aku melakukan ini karena aku mencintainya, aku ingin membantunya dan aku juga ingin cepat-cepat menikah dengannya," kila Emily sambil masuk ke dalam mobil dan ia terkejut karena ternyata disana sudah ada Alex. "Aku fikir kau datang sendirian," seru Emily kemudian.
"Aku menjemputmu karena aku butuh bantuanmu," jawab Sansa.
__ADS_1
"Bantuan apa?"
"Gorli Bardi, dia salah satu rekan kerja ayahmu. Jadi, aku ingin menemuinya secara pribadi dan hanya kau yang bisa membantuku."
"Aku pernah mendengar namanya, ada apa dengannya?" Tanya Emily.
"Dia calon ibu tiri Sansa," sambung Alex yang membuat Emily melongo.
...***...
Sementara itu, Kate tampak bimbang setelah mendengar apa yang di katakan Sansa. Sesungguhnya ia mencintai Dorian, namun selama ini Dorian mengabaikannya bahkan setelah ciumanan panas yang terjadi di antara mereka.
"Kate...." Kate terperanjat saat mendengar suara Dorian.
"Ya? Tuan Turner? Ada apa? Kau bisa memanggilku, kenapa kau datang kesini?" Tanya Kate dan ia langsung me.
"Bisa kau buatkan kopi untukku?" Tanya Dorian.
"Kopi?" Tanya Kate dan Dorian mengangguk.
"Dia punya penyakit jantung, aku rasa kopi tidak baik untuknya," gumam Kate dalam hati.
__ADS_1
"Em, bagaimana kalau lemon juice saja, Tuan Turner? Cuaca sedang panas," ujarnya yang membuat Dorian justru tampak senang.
"Kenapa dia perhatian padaku? Apakah dia masih ada rasa?"