Gairah Cinta Putri Sahabatku

Gairah Cinta Putri Sahabatku
GCPS #62 - Hampir Saja


__ADS_3

"Daddy yakin, tidak mau memperjuangkan Kate?" Tanya Sansa yang saat ini masih duduk di kursi rodanya.


Sebenarnya, Sansa sudah merasa lebih baik dan ia tidak memerlukan kursi roda apalagi jika hanya di rumah, namun kedua pria paruh baya di rumahnya itu memaksa Sansa tetap memakai kursi roda dengan alasan takut Sansa kelelahan, sehingga mau tak mau Sansa harus melakukan perintah mereka dari mereka mengembalikan Sansa ke rumah sakit.


Dan hari ini adalah hari pernikahan Kate, Dorian masih bermalas-malasan di atas ranjangnya sementara Sansa terus menggoda sang ayah agar mau memperjuangkan cintanya.


"Sudah terlambat, Sayang. Kate sudah menjadi milik orang lain," jawabnya pilu.


"Belum, Dad. Pemberkatannya masih dua jam lagi, masih ada waktu," bujuk Sansa.


"Kau ini laki-laki apa bukan?" ejek Alex kemudian sembari memberikan pijatan lembut di pundak Sansa. "Sekarang lihatlah aku dan Sansa, kami memperjuangkan cinta kami sehingga sekarang kami bisa bersama dan bahagia."


"Eh? Aku fikir kalian bersama karena Sansa menipuku," tukas Dorian juga mengejek.


"Apapun itu, yang namanya perjuangan tetaplah perjuangan," sanggah Alex. "

__ADS_1


"Ayo lah, Dad. Sekarang aku merestuimu, sungguh," rengek Sansa. "Dan aku yakin, Kate juga mencintaimu, tapi karena kau tidak sedikitpun memperjuangkannya, tentu saja dia tidak akan menunjukkan cinta padamu."


Dorian terdiam sejenak dan memikirkan ucapan Sansa. "Dan menurutmu, kenapa Kate sangat perhatian padamu akhir-akhir ini jika bukan karena cinta?" Tanya Sansa lagi, padahal ia tahu dengan pasti, Kate memberikan perhatian pada Dorian karena Kate mengira Dorian sakit jantung.


Dorian mengingat perhatian yang di berikan Kate akhir-akhir ini, bahkan sekretarisnya itu sering mengingatkan Dorian agar tidak kelelahan, tidak minum alkohol, tidak merokok juga tidak minum kopi.


"Tapi, jika memang Daddy tidak memiliki rasa apapun pada Kate, baiklah, aku juga senang karena tidak ada yang menggantikan posisi Mommy."


....


"Kau sangat cantik, Sayang. Hari ini semua mata akan tertuju padamu, kau akan menjadi istri dari pengusaha yang sukses, kau akan menjadi orang kaya."


"Kau gugup, Sayang?" Tanya Ibu Kate. "Sudah biasa seorang wanita akan sangat gugup di hari pernikahannya."


"Mom, bisa kau tinggalkan aku?" Pinta Kate kemudian karena ia sudah tak ingin mendengar ocehan sang ibu.

__ADS_1


"Oh, baiklah, Sayang. Kau pasti butuh waktu sendiri," ucap sang ibu, ia mencium pipi Kate sebelum akhirnya pergi meninggalkan Kate.


Kate mengambil ponselnya dan ia mencoba menghubungi Emily, karena Kate ingin meminta Emily datang menemuinya saat ini juga, jika Dorian tidak datang menjemputnya, maka Kate lah yang akan pergi menemui Dorian.


Kate tidak ingin kehilangan Dorian, apalagi pria itu sedang sekarat, Kate ingin menemaninya di sisa usia yang ia miliki.


Namun Kate harus menghela napas kecewa karena Emily tak bisa di hubungi a pagi tak lama kemudian orang tua Kate kembali untuk menjemput Kate dan membawanya ke altar karena sudah waktunya pemberkatan.


Sesampainya di altar, Gorli terus menatap Kate dengan lapar, ia mengagumi kecantikan yang Kate miliki.


"Kami menyerahkan putri kami padamu, Gorli," ujar Ayah Kate.


"Tentu, Uncle. Dia akan sangat bahagia hidup bersamaku, akan aku penuhi semua keinginannya, apakah dia ingin rumah, mobil, perhiasan, apapun itu."


Bukannya terharu, Kate justru mendelik kesal mendengar ucapan Gorli.

__ADS_1


Pendeta pun memulai ritual pemberkatan namun saat Gorli hendak mengucapkan janji pernikahan, tiba-tiba terdengar suara yang memanggil Kate.


"Kate Bill, maukah kau menikah denganku?"


__ADS_2