
Alex menghela napas panjang sementara keluarga Emily menunggu dengan tak sabar akan apa berita yang di bawa Alex.
Setelah mendapatkan saran dan dukungan dari Dorian, Alex menguatkan tekad nya melamar Emily untuk Samuel.
Dan saran Dorian, Samuel sendiri yang harus mengakui bahwa ia telah menghamili Emily, karena jika tidak, maka Samuel sama saja seperti lelaki pengecut.
Dan sebagai lelaki sejati, Samuel pun menyetujui saran itu.
"Kau ingin mengatakan sesuatu tentang Emily dan Samuel?" tanya tuan Bose dan Alex mengangguk.
Saat ini, ia dan Samuel menemui keluarga Emily. "Sebenarnya...." Alex melirik Samuel, memberi isyarat agar pria itu berbicara.
Samuel menatap Emily dan sang kekasih menatapnya penuh cinta, dimana itu menjadi kekuatan tersendiri untuk Samuel.
"Jadi sebenarnya aku menghamili Emily dan aku ingin menikahinya minggu depan!"
orang tua Emily melongo mendengar ucapan Samuel yang tanpa jeda itu, yang ia ucapkan hanya dalam satu tarikan napas.
Sementara Emily justru hanya cengengesan.
"Aku harap kalian menyetujuinya meskipun ini mendadak," ujar Samuel kemudian namun orang tua Emily masih melongo.
__ADS_1
"Dad, aku hamil, hehe..." celetuk Emily.
"Oh, begitu...." gumam tuan Bose kemudian, kini ia justru menatap Alex sambil tersenyum yang membuat Alex merasa bingung, begitu juga dengan Emily dan Samuel.
"Ini luar biasa, Emily akan melahirkan ahli waris keluarga Ghan."
"HAH?"
*
"Ha... Ha... Ha...."
Bukannya marah, keluarga Emily justru senang karena Emily hamil keponakan Alexander, bahkan mereka menganggap anak Emily akan menjadi ahli waris keluarga Alexander.
"Belum puas tertawa nya?" Gerutu Alex. "Sweetheart, kenapa kau juga tertawa? Ahli warisku itu ya anak kamu, bukan anak Emily," keluh Alex.
"Jangan khawatir soal warisan, ayah Sansa itu sama kayanya dengan suaminya," sambung Kate yang masih tertawa.
"Iya, benar." Dorian juga menimpali.
"Lalu apa kata Samuel?" Tanya Sansa sembari mengucek matanya yang berair karena terus tertawa.
__ADS_1
"Oh, tentu dia senang. Pernikahannya lancar dan anaknya adalah ahli waris Alexander Ghan, dia sungguh beruntung dalam segala hal."
Dorian hanya menepuk-nepuk pundak Alex sambil terus tertawa. "Ternyata seru juga menjadi kalian, ya. Hidupnya berwarna," tukas Dorian.
**
Keluarga Emily tentu sangat senang karena mereka akan menjadi bagian dari keluarga Alexander, bahkan kehamilan Emily bukanlah sebuah aib bagi mereka, melainkan sebuah berkah.
Sementara Emily, ia senang karena sepertinya jalan cintanya akan berjalan lancar namun ia juga sedih mengingat orang tuanya hanya menilai semuanya dari uang dan status.
Setelah hari pernikahan di tetapkan, kini Emily dan Samuel mulai sibuk mempersiapkan pernikahannya. Dari memilih gaun, undangan, mencari cincin dan sebagainya. Tentu Sansa juga ikut membantu mereka.
Seperti saat ini, Sansa menemani Emily dan orang tuanya mendatangi hotel yang akan menjadi tempat resepsi nanti.
"Oh ya, Sansa. Kamu kan juga sudah menikah, dimana suamimu sekarang?" tanya tuan Bose yang membuat Sansa sedikit terkejut.
Tidak banyak yang tahu Sansa sudah menikah atau siapa suami Sansa kecuali rekan kerja Dorian dan Alex.
"Kami juga ingin mengenalnya, apa dia teman Samuel?"
Sansa hanya bisa menggeleng pelan. "Lalu? Jangan lupa kalian datang ke pernikahan Emily, ya. Katakan pada suamimu ini adalah pesta mewah, hanya orang tertentu yang di undang."
__ADS_1