
Ketika Rani sampai di rumah, Billy menagih janji pada Rani. Perasaan senangnya pun langsung menguap. Rani jadi kembali memikirkan niat Martin. Ghevin mungkin tidak menganggapnya sebagai masalah, tapi tidak demikian dengan Rani.
Bukannya Rani tidak memercayai kemampuan Ghevin. Hanya saja Martin memiliki rencana yang tampaknya berbahaya. Sebelum Rani tahu apa rencananya itu, dia tidak akan bisa tenang.
Jadi malam hari, sebelum tidur Rani sibuk memikirkan cara untuk mengetahui rencana itu. Rani ingin membantu Ghevin. Bukan semata-mata untuk mendapatkan cintanya, tapi karena Rani sangat mengkhawatirkan Ghevin.
Rani berguling-guling di ranjang, berharap ada ide yang tiba-tiba muncul di kepalanya. Seperti dirinya yang menjadi mata-mata Ghevin untuk mengawasi Tristan dan Melly, kali ini dia juga berharap bisa berguna bagi Ghevin dalam hal ini.
"Eh... tunggu! Mata-mata?" Rani langsung terduduk dengan mata melotot. "Ya, itu dia! Mata-mata!"
Setelah memikirkan masak-masak akan risiko dan bahayanya. Akhirnya, Rani memutuskan diri untuk menjadi mata-mata Ghevin guna mengawasi Martin. Bukan mengawasi tepatnya, tapi mencari informasi mengenai rencana Martin. Dengan demikian
Rani bisa menyampaikannya pada Ghevin supaya dia bisa berjaga-jaga. Rani memang genius.
Tapi... sepertinya Ghevin tidak akan mengizinkan Rani menjadi mata-matanya. Ghevin pasti tidak ingin Rani ikut campur dan membahayakan dirinya. Bukan demi dirinya, Rani tahu, tapi demi Melly. Kalau sampai terjadi apa-apa pada Rani, tentunya bisa membuat Melly sedih dan Ghevin pasti berusaha sebisa mungkin untuk menghindarinya.
Rani harus menyampaikan informasi pada Ghevin melalui orang lain, jadi Ghevin tidak perlu mendengarnya langsung dari Rani. Itu berarti Rani perlu memiliki rekan. Yang jelas orang itu bukan Melly, karena hasilnya akan sama saja. Tristan? Rani pikir Tristan tidak akan peduli segala hal yang berhubungan dengan Ghevin, meskipun Ghevin kakak Melly. Lantas siapa?
Berbagai nama orang-orang yang dekat dengan Ghevin berkelebat di pikirannya, dan mendadak saja Rani tahu siapa orang yang tepat. Miko—wakil ketua geng Ghevin.
Ghevin sudah bersahabat dengan Miko sejak SMP, dan sangat memercayainya. Ghevin pasti mau mendengarkan apapun yang dikatakan Miko. Sekarang Rani hanya perlu membujuk Miko supaya mau menjadi rekannya.
__ADS_1
Jadi hal pertama yang Rani lakukan begitu tiba di sekolah keesokan paginya adalah menanyakan nomor ponsel Miko pada Melly. Tapi Melly tidak langsung memberikannya dan malah mencurigai niat Rani.
"Kenapa lo nanyain nomor HP Miko?" selidik Melly.
"Emangnya nggak boleh?" Rani membalikkan.
"Lo mau berpaling ke Miko gara-gara nggak ngedapetin Ghevin, ya?"
Rani memutar bola matanya. Mana mungkin sih Rani berpaling dari Ghevin. Aneh-aneh saja pikiran si Melly.
"Miko kan sahabat Ghevin, jadi wajar dong kalo gue nanyain nomor HP dia," kata Rani beralasan. "Jadi kalo ntar gue nggak bisa menghubungi Ghevin, gue bisa menghubungi Miko."
"Kenapa harus Miko?" Melly keras kepala. "Kenapa nggak gue aja?"
Melly mengerenyit. "Calon kakak ipar?"
"Iya. Gue kan calon kakak ipar lo."
Melly tertawa. "PD banget lo," ejeknya. "Emangnya si Ghevin mau sama lo?"
"Lo lihat aja ntar," kata Rani percaya diri. "Udah sini, cepetan!"
__ADS_1
Setelah terus dipinta oleh Rani, akhirnya Melly menyerah dan memberikan juga nomor ponsel Miko. Lalu pada saat jam istirahat, Rani meninggalkan Melly bersama Tristan di kantin dan menuju toilet. Di sana Rani menelepon Miko.
"Halo?"
"Halo, Miko?" balas Rani. "Ini Rani."
"Rani?" Miko terdengar bingung.
"Ya," sahut Rani. Dan untuk memperjelas, dia menambahkan, "Sahabat Melly."
"Oh," kata Miko. "Ada apa?"
"Ada hal penting yang mau gue omongin sama lo," jelas Rani. "Apa kita bisa ketemuan hari ini?"
"Bisa aja," kata Miko. "Mau ketemuan di mana?"
Tentunya tidak di sekolah Rani atau di sekolah Miko.
"Di Kafe Bob Rock aja," putus Rani. "Jam empat. Tapi jangan bilang-bilang sama Ghevin, ya."
Rani sedikit waswas, kalau-kalau Miko penasaran kenapa Rani melarangnya mengatakan pada Ghevin soal pertemuan mereka, tapi untungnya Miko tidak menanyakan apa-apa. Miko hanya mengiyakannya dan menutup telepon. Rani pun merasa lega.
__ADS_1
Selesai menghubungi Miko, Rani segera kembali ke kantin untuk bergabung dengan Melly dan Tristan. Tentunya di sana juga ada Vionna dan Robbin, beserta seluruh anggota geng SMA Galaxy lainnya. Karena mereka semua biasa berkumpul di kantin saat jam istirahat.
(Bersambung)