
Melihat kehadiran Tristan, Melly langsung melengos. Dia mengarahkan tatapannya ke mana pun, kecuali ke Tristan. Tapi itu tidak membuat Tristan gentar, karena buktinya dia terus berjalan sampai tiba di dekat Rani dan Melly.
"Bisa lo kasih kami privasi sebentar?" pinta Tristan pada Rani.
Barulah Melly mengarahkan tatapannya ke Tristan. Itu juga untuk memelototinya. "Jangan ngusir-ngusir Rani!" bentaknya.
"Ya, jangan ngusir-ngusir Rani! Enak aja lo mau ngusir gue," sungut Rani dalam hati.
Jadi Rani pun tetap di tempatnya. Tristan tampak ingin melubangi kepala Rani karena Rani tidak memenuhi permintaannya. Tapi akhirnya Tristan mengalah dan duduk di bangku di depan Melly—menghadap ke arah Melly tentu saja.
"Kenapa kamu nggak ngangkat teleponku?" tanya Tristan.
"Karena nggak ada yang perlu kita omongin," jawab Melly judes.
"Aku tahu kamu marah sama aku."
"Baguslah kalo kamu tahu."
"Kuakui aku emang salah," kata Tristan. "Aku hanya sedang emosi. Lain kali aku akan mencoba lebih menahan diri. Jadi maafin aku ya, Mell."
__ADS_1
Melly tampak bimbang. Sepertinya kemarahannya pada Tristan mulai surut, tapi dia gengsi kalau harus memaafkan Tristan secepat itu. Jadi dia lebih memilih menunduk.
Tristan pun menyentuh dagu Melly, lalu mengangkat kepala cewek itu hingga mata mereka kembali sejajar. "Melly Joanna Alexandra," panggilnya. "Kamu mau kan, maafin aku?"
Ditatap selembut itu oleh Tristan, ditambah dengan suaranya yang tidak kalah lembut, pastilah Melly luluh. Jangankan Melly, Rani sendiri juga akan rela diusir.
Benar saja. Senyum mulai terbit di sudut bibir Melly. Tristan pasti menganggapnya menggemaskan, dan menyayangkan kenapa mereka sedang berada di sekolah, sehingga dia tidak bisa mencium Melly—apalagi ada penonton yang menyaksikan dari tempat duduk VIP seperti Rani.
"Nanti kita ke kantin bareng, ya," kata Tristan, dan Melly pun mengangguk.
Sepeninggal Tristan, Rani langsung menyikut Melly. "Jangan mentang-mentang cowok lo ganteng, lo jadi cepat luluh begitu dong sama dia," omel Rani.
Rani berdecak. Melly sudah terlihat ceria kembali sehingga Rani pun tidak tega mengungkit soal Amanda lagi padanya. Tadinya Rani ingin meminta Tristan agar lebih memperhatikan Amanda—terutama agar adiknya tidak mendekati Ghevin lagi—tapi Rani tidak ingin menambah masalah baru lagi untuk Melly.
Untuk sementara Rani memutuskan melupakan soal Amanda. Menurutnya, lebih baik dia kembali pada misinya sebagai mata-mata Ghevin. Jadi sore itu dia kembali berada di SMA Garuda.
Ketika Rani selesai memarkir motor di pelataran parkir sekolah dan menghampiri mobil Martin, dia merasa ada seseorang yang memanggil namanya. Rani pun menoleh, dan langsung tercengang.
"Astaga, itu Amanda lagi! Dosa apa gue nyampe harus ketemu dia dua hari berturut-turut kayak gini?"
__ADS_1
Baru saja Rani memutuskan untuk melupakan soal Amanda, tapi ternyata Amanda malah menampakkan dirinya lagi di depan Rani. Tampaknya Amanda baru akan masuk ke Honda Jazz pink-nya yang teparkir tidak jauh dari mobil Martin. Tapi begitu melihat Rani, dia mengurungkan niatnya dan memilih untuk menghampiri Rani.
"Kita ketemu lagi," kata Amanda senang, padahal Rani sama sekali tidak senang. "Kok lo bisa ada di sini?"
"Adik gue mau sekolah di sini." Billy pasti kegirangan setengah mati kalau tahu Rani mengungkit soal dia pada Amanda.
"Dia nggak sekolah di SMA Galaxy?" tanya Amanda.
"Emangnya hanya karena gue sekolah di SMA Galaxy, lantas dia harus ngikut gue?" Rani membalikkan, agak judes. "Lagian lo sendiri juga nggak sekolah di SMA Galaxy, padahal kakak lo sekolah di sana."
"SMA Galaxy terlalu jauh dari rumah gue," kata Amanda. "Gue malas kalo harus nyetir jauh-jauh."
Padahal Amanda kan naik mobil. Bagaimana dengan murid-murid yang tidak seberuntung dirinya, yang harus naik angkutan umum ke sekolah? Seperti Rani waktu SMP, misalnya. Sekolahnya dulu jauh sekali dari rumahnya. Lagi pula Amanda kan bisa nebeng Tristan kalau memang malas menyetir jauh-jauh. Atau mungkin kalau dia nebeng Tristan, maka dia tidak akan dibelikan mobil.
Rani pun mengumpat dalam hati. "Dasar cewek manja yang licik!"
.
.
__ADS_1
(Tersambung lho)