Gejolak Masa Muda 2

Gejolak Masa Muda 2
Jalan-jalan Di Pantai


__ADS_3

Wahana keempat, kelima, dan keenam yang secara berturut-turut mereka naiki adalah Kicir-kicir, Niagara-gara, dan Arung Jeram. Di Kicir-kicir, mereka diputar-putar di udara. Di Niagara-gara, begitu perahu menukik tajam ke bawah, mereka terkena sedikit cipratan air. Sedangkan di Arung Jeram, setengah pakaian mereka basah kuyup. Sayangnya, Rani dan Ghevin sama-sama tidak membawa baju ganti.


Wahana ketujuh sekaligus wahana terakhir yang mereka naiki adalah Bianglala. Saat itu hari sudah sore, jadi mereka tidak terkena panas. Mereka duduk berhadapan-hadapan, dan sama-sama menikmati pemandangan Jakarta yang terlihat dari ketinggian.


”Kalo nanti ada cowok yang mau nembak gue,” gumam Rani, ”gue ingin deh ditembak di sini.”


”Terus begitu lo tolak, tuh cowok tinggal lompat deh,” kelakar Ghevin.


”Ih, jangan!” sergah Rani. ”Lagian nih ya, gue nggak mungkin naik ini dengan cowok yang gue nggak suka. Jadi kalo tuh cowok nembak gue, ya pasti gue terima.”


Lalu setelah semua kata itu selesai diucapkan, Rani baru sadar secara tidak langsung dia sudah mengakui Ghevin sebagai cowok yang disuka.


"Sekalian aja nyatain cinta kalo kayak begitu, dasar Rani idiot!" rutuk Rani dalam hati pada dirinya sendiri.


Untungnya, Ghevin sepertinya tidak begitu menangkap maksud di balik kata-kata Rani itu. Tapi untuk berjaga-jaga seandainya Ghevin hanya berpura-pura, Rani pun buru-buru mencari topik pembicaraan baru.


”Lo udah pernah pacaran berapa kali sih, Ghev?” tanya Rani.


Ghevin sepertinya melakukan penghitungan di dalam kepalanya. ”Dua belas kali, kalo nggak salah.”


Wow, Ghevin sudah punya selusin mantan pacar, dan itu belum termasuk cewek-cewek yang hanya sekadar diajaknya berkencan. Sedangkan Rani? Satu cowok pun tidak ada!

__ADS_1


”Yang paling lama berapa lama, dan yang paling cepat berapa lama?” tanya Rani lagi.


”Yang paling lama tiga bulan...”


Ternyata ada yang lebih lama dari Amanda. Sebenarnya Rani sudah bisa menebak bahwa yang paling cepat pasti tiga jam. Miko kan pernah menyebut-nyebutnya.


”…dan yang paling cepat tiga jam.” ungkap Ghevin.


Benar saja tebakan Rani.


”Dua-duanya nggak ada yang bagus,” komentar Rani.


”Sebenarnya dua-duanya sekolah di SMA Ganesha,” kata Ghevin. ”Biasanya gue paling nggak mau punya pacar satu sekolah, soalnya kalo udah putus ribet, tapi mereka berdua pengecualian.”


Ghevin tertawa. ”Mereka emang cantik-cantik,” dia membenarkan. ”Malah Pacar-Tiga-Bulan gue itu cewek tercantik di SMA Ganesha.”


Tidak heran kalau Ghevin bisa berpacaran dengan cewek tercantik di SMA Ganesha. Mana hubungan mereka yang paling lama pula.


”Pacar-Tiga-Bulan gue dan Pacar-Tiga-Jam gue bersahabat,” lanjut Ghevin. ”Tapi Pacar-Tiga-Bulan gue memiliki terlalu banyak masalah, jadi kami terpaksa putus. Waktu gue pacaran sama Pacar-Tiga-Jam gue, Pacar-Tiga-Bulan gue nggak suka, soalnya dia mau dirinya jadi satu-satunya cewek yang pernah pacaran sama gue di SMA Ganesha. Nggak ingin persahabatan mereka hancur gara-gara gue, gue terpaksa mutusin Pacar-Tiga-Jam gue walaupun baru tiga jam kami pacaran.”


"Oh, jadi itu penjelasannya."

__ADS_1


Omong-omong, Rani setuju Ghevin menggunakan istilah ”Pacar-Tiga-Bulan” dan ”Pacar-Tiga-Jam” untuk menyebut mantan-mantan pacarnya itu, sebab Rani memang tidak ingin mendengar nama mereka.


Sekeluarnya dari Dunia Fantasi, Rani tidak ingin langsung pulang, jadi dia mengajak Ghevin berjalan-jalan di pantai. Mereka membicarakan berbagai macam hal sampai akhirnya Ghevin kembali mengungkit Melly, dan kali ini ditambah dengan Tristan.


”Tadi malam gue lewat di depan kamar Melly, dan mendengar dia lagi bertengkar sama Tristan di telepon,” kata Ghevin.


Rani berdecak. ”Nggak heran deh,” tanggapnya. ”Mereka emang sering banget bertengkar, tapi baikannya juga cepat.”


”Apa Tristan pernah main fisik sama Melly kalo mereka lagi bertengkar?” selidik Ghevin.


”Tristan ngejagain Melly banget, jadi nggak mungkin main fisik sama Melly,” tukas Rani. ”Pokoknya lo tenang aja, selama sama Tristan, Melly bakal aman. Bahkan nih ya, waktu dulu para penggemar Tristan yang jealous sama Melly suka ngegangguin Melly, Tristan marah banget. Dia memperingatkan mereka supaya nggak ngegangguin Melly lagi, atau bakal bikin hidup mereka nggak tenang.”


”Masih ada gue yang bakal bikin hidup mereka nggak tenang, kalo peringatan Tristan aja belum cukup,” geram Ghevin. ”Apa ada kemungkinan Tristan bakal selingkuh sama salah satu dari mereka?”


”Kalo soal selingkuh sih gue jamin nggak,” kata Rani. ”Dari yang gue lihat, kayaknya Tristan termasuk tipe cowok yang sekali suka sama satu cewek, bakal terus setia.”


Kesetiaan Tristan memang tidak perlu diragukan lagi, sebab Rani tahu betapa Tristan sangat mencintai Melly. Lagi pula Tristan pasti tahu risiko yang harus dihadapinya jika dia berani selingkuh dari Melly. Dia akan berurusan dengan Megatron alias Ghevin.


.


.

__ADS_1


(Bersambung)


__ADS_2