
Hanya dalam hitungan detik, kebingungan Martin dan Rani segera mendapat penjelasan ketika pintu depan—sepertinya preman yang satunya, yang seharusnya berjaga di sana, sudah lenyap diculik alien—terbuka, lalu Tristan, Robbin, serta anggota geng mereka yang lain melangkah masuk. Pasti mereka bala bantuan yang dimaksud Ghevin. Rani tidak pernah merasa selega ini melihat mereka. Dan mengenai preman yang satunya, ternyata dia tidak diculik alien, melainkan terjengkang ke lantai karena dihajar Tristan.
Berbeda dengan Rani, Martin sangat terkejut—terlihat dari cara dia langsung mengangkat kedua tangannya dari kedua bahu Rani. Tentu saja. Dia sudah merasa di atas angin karena dibantu geng Chebol, dan ternyata Ghevin juga dibantu geng Tristan.
Seperti yang dulu pernah dikatakan Tristan pada Rani, dia baru akan mempertimbangkan untuk membantu Ghevin jika Ghevin sendiri yang memintanya. Jadi jelas, Ghevin telah memenuhi syarat itu.
Rani tidak tahu jumlah anggota geng Ghevin sehingga dia tidak bisa memastikan, tapi untuk geng Tristan, Rani tahu anggota geng Tristan yang datang ke pabrik itu tidak lengkap—termasuk Tristan sendiri, hanya sepuluh dari enam belas orang. Mungkin awalnya Ghevin berniat untuk melawan geng Martin dan geng Chebol sendiri, dan baru ketika dia tahu Rani disandera di pabrik itu, dia memutuskan untuk tidak mengambil risiko dan meminta bantuan Tristan. Dalam waktu yang begitu mepet, Tristan tidak berhasil mengumpulkan semua anggota gengnya. Tapi bagi Rani itu tidak apa-apa, karena tambahan sepuluh orang pun sudah cukup untuk membantu Ghevin.
Geng Tristan juga berhenti tidak jauh dari Rani dan Martin, persisnya tepat di sebelah geng Ghevin. Sungguh luar biasa, bahwa dua geng yang merupakan musuh bebuyutan, kini justru bersatu melawan geng Martin dan geng Chebol. Lihat saja Ghevin dan Tristan—sama-sama berdiri paling depan, bersebelahan, dan siap menyerang musuh yang sama. Sayangnya Melly tidak datang untuk melihat pemandangan langka itu. Dia pasti akan mati kegirangan karena kakaknya dan pacarnya tidak lagi bermusuhan, meski mungkin hanya untuk sementara.
"Tristan," kata Martin, setelah pulih dari keterkejutannya. "Lo menolak bicara sama gue ketika gue mau ngajak lo kerja sama, tapi lo malah kerja sama dengan Ghevin?"
__ADS_1
"Sebenarnya tadinya gue nggak mau ikut campur," aku Tristan. "Tapi karena yang lo sandera adalah murid SMA Galaxy, itu jadi urusan gue juga."
Bukan cuma karena Rani murid SMA Galaxy, tapi karena dia juga sahabat Melly. Kalau sampai Melly tahu Tristan tidak membantu Ghevin untuk menyelamatkan Rani, dia pasti akan menendang Tristan. Terkadang, menjadi sahabat Melly ada untungnya juga buat Rani.
"Berani-beraninya lo melawan gue, padahal Amanda sekolah di SMA Garuda," kecam Martin. "Apa lo nggak takut gue akan menyakitinya?"
"Gue tahu lo pernah suka sama Amanda," bongkar Tristan. Mungkin Amanda sendiri yang memberitahunya, sedangkan dulu Rani hanya menduganya. "Tapi karena dia nggak bisa membalas perasaan lo, akhirnya kalian cuma menjadi teman dekat. Dia juga yang selalu menghibur lo setiap kali lo bersedih karena teringat kakak lo. Jadi gue yakin lo nggak akan menyakitinya, apalagi dia udah segitu baiknya sama lo."
Martin tidak membantah—membuktikan perkataan Tristan memang benar. Mungkin tadinya dia ingin memanfaatkan Amanda untuk mengancam Tristan, sama seperti ketika dia memanfaatkan adik Shandy untuk mengancam Shandy, tapi tidak berhasil karena Tristan mengetahui kedekatannya dengan Amanda.
Lalu terjadilah... Pertempuran antar geng.
__ADS_1
🎶
Apapun mereka bilang
Tekadku takkan hilang
Jalanku masih panjang
Garis akhir yang kupandang
🎶
__ADS_1
.
BERSAMBUNG...