Gejolak Masa Muda 2

Gejolak Masa Muda 2
Pesta Ulang Tahun Amanda


__ADS_3

Minggu akhirnya datang lagi. Setelah pekan lalu Rani berulang tahun, kini giliran Amanda yang merayakan hari kelahirannya. Entah kebetulan atau mungkin sudah garisnya mereka lahir pada bulan yang sama, dan hanya terpaut satu minggu.


Kalau bukan karena Ghevin, rasanya malas sekali Rani datang ke pesta ulang tahun Amanda. Untungnya, sehari sebelumnya, Melly memberikan berita bagus untuk Rani. Karena Melly akan pergi dengan Tristan, maka dia menyuruh Ghevin pergi dengan Rani.


"Ah, sahabat gue yang satu itu. Kapan-kapan gue akan benar-benar mengecup keningnya."


Sebagai persiapan, Rani mengajak Melly berdandan di salon. Awalnya Melly menolak karena merasa itu berlebihan, dan bisa berdandan sendiri, tapi Rani tetap memaksanya. Rani benar-benar tidak mau kalah cantik dari Amanda. Meskipun dia tahu Amanda memang lebih cantik darinya. Tapi setidaknya Rani ingin berusaha agar dirinya dan Amanda tidak terlihat terlalu timpang.


Paksaan Rani pada Melly akhirnya berhasil karena dia membawa-bawa soal calon mertua Melly—alias orangtua Tristan. Menurut Rani, Melly kan akan bertemu untuk pertama kalinya dengan orangtua Tristan, jadi Melly harus tampil secantik mungkin.


Supaya terlihat beda, Rani memakai clip-in hair extention pada rambutnya. Sehingga kini rambutnya jadi agak panjang. Melly saja sampai pangling melihatnya.


”Lo cantik juga, Ran, kalo rambut lo panjang,” puji Melly.


”Jelas dong!” seloroh Rani. ”Gue mah mau rambut pendek atau rambut panjang, tetap aja cantik.”


Melly langsung terlihat menyesal telah memuji Rani. Melly sendiri, dengan rambut keriting spiralnya, juga terlihat sangat cantik. Tristan pasti akan kejang-kejang saat melihatnya nanti.

__ADS_1


Pulang dari salon, mereka naik taksi—sama seperti ketika mereka pergi tadi. Mereka memang sengaja naik taksi karena Rani tidak ingin Ghevin melihatnya sampai tiba saatnya pergi ke pesta ulang tahun Amanda, Melly pun demikian dengan Tristan.


Rani mengenakan gaun biru langit bermodel asimetris dengan tali spageti. Gaun itu tadinya agak kebesaran di tubuhnya, tapi sekarang begitu pas. Gawat, itu berarti dia sedikit gemukan.


Rani sedang memeriksa tubuhnya di depan cermin, mencari-cari lemak-lemak bandel yang berani-beraninya menimbun di tubuhnya, ketika Billy sambil cemberut masuk ke kamarnya dan memberitahu bahwa Ghevin sudah sampai. Sejak tahu Rani diundang Amanda ke pesta ulang tahunnya, Billy memang tidak henti-hentinya merengek pada Rani agar dia diajak. Tapi dengan kejam Rani tidak mengabulkannya.


Baru selangkah keluar kamar, Rani teringat kado yang disiapkan untuk Amanda—bukan lagi boneka ular yang kini sudah menghuni ranjangnya, tentunya, melainkan boneka beruang—masih tertinggal di meja riasnya, jadi dia masuk kembali untuk mengambilnya. Bungkus kadonya tidak begitu rapi, sebab dia memang tidak ahli membungkus kado, tapi dia tidak peduli. Apalagi kado itu hanya untuk Amanda.


Entah siapa yang lebih terpukau melihat penampilan satu sama lain, ketika Rani dan Ghevin bertemu di beranda. Ghevin mengenakan kemeja merah marun dengan lengan digulung hingga sebatas siku dan celana hitam. Tak ada sedikit pun cacat yang bisa merusak penampilannya.


Bukannya Rani ke-GR-an atau apa, tapi Ghevin sendiri juga sampai tidak berkedip saat melihat penampilan Rani. Baru kali ini Rani mendapat reaksi seperti itu darinya.


"You look so beautiful, Miss Adellia,” puji Ghevin.


"Thank you, Mr. Alexander,” balas Rani. "You look so handsome yourself."


Ghevin mengangsurkan sikunya pada Rani. "Shall we?"

__ADS_1


Rani tersenyum sembari mengaitkan tangannya ke lekukan siku Ghevin. "Sure."


Meski hanya beberapa langkah Rani berpegangan pada Ghevin—hingga sampai ke mobilnya—dia cukup puas. Apalagi setelah mereka berdua sampai di hotel tempat berlangsungnya pesta ulang tahun Amanda, Rani kembali berpegangan padanya.


Setelah mengisi buku tamu, Rani meletakkan kadonya di gift corner. Ghevin tampaknya tidak membawa kado apa-apa. Entah Ghevin memang tidak berniat memberikan kado, atau akan memberikan kadonya secara pribadi pada Amanda. Sepertinya pilihan terakhir yang lebih mungkin.


.


.


(Bersambung)


Oh iya, kebetulan tadi sebelum adzan Dzuhur di tempatku berkumandang. Ada pemberitahuan bahwa malam ini adalah malam nisfu syaban, yang artinya insyaallah 2 minggu lagi kita umat muslim di seluruh dunia akan memasuki bulan suci Ramadhan. Aku selaku penulis mau minta maaf kalau dalam penulisan ada banyak kekurangan atau ada kata-kata yang tidak pantas, juga tidak menentunya jadwal update, dan pastinya untuk komentar-komentar yang tidak aku balas. Dikarenakan kesibukan di dunia nyata.


Sekali lagi, khususnya pembaca setiaku dari seluruh penjuru dunia, pria-wanita, tua-muda, juga untuk para penulis lain. Semoga kita semua terutama umat muslim diberi kesempatan untuk bertemu dengan bulan suci Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan tahun ini. Aamiin.


Panjang banget ya, berasa lagi kultum. Hhaa. Udah ah. Makasih.

__ADS_1


__ADS_2