Gejolak Masa Muda 2

Gejolak Masa Muda 2
Geng Chebol


__ADS_3

Setelah mobil Martin menghilang dari pandangan, Rani segera melakukan hal yang sudah sedari tadi ingin dia lakukan yaitu menelepon Miko. Rani lalu mengeluarkan ponselnya dari saku celana, tapi sayangnya saat dia ingin menghubungi Miko ternyata ponselnya lowbat sehingga dia menunda dulu keinginannya itu.


Rani pun masuk ke rumah dan langsung menuju kamarnya. Dia segera mencharger ponselnya, dan sambil menunggu dia kembali memikirkan foto-foto Ghevin yang tersimpan di laptop Martin.


"Buat apa ya Martin nyimpan foto-foto Ghevin di laptopnya?"


Tiba-tiba Rani merasakan perutnya lapar. Dia lantas menuju ruang dapur untuk mencari makanan yang bisa mengganjal perutnya. Dan ketika sampai di ruang dapur Rani mendapati Billy yang sedang sibuk memasak mie instan.


"Masakkin gue juga dong," pinta Rani pada Billy.


"Kebiasaan," sungut Billy. "Dibagi dua aja ntar, soalnya gue masak dua bungkus."


Rani setuju-setuju saja daripada dia masak sendiri. Setelah Billy selesai memasak, mereka pun menikmati mie instan tersebut. Dan di tengah-tengah acara makan mereka, Rani tiba-tiba menceritakan mengenai foto-foto Ghevin pada Billy.


"Martin nyimpan foto-foto Ghevin di laptopnya," kata Rani.


"Buat apa Martin nyimpan foto Ghevin?" tanggap Billy terkejut.


"Gue juga nggak tahu," kata Rani.


Setelah menghabiskan mie, Rani bergegas menuju kamarnya. Dia benar-benar penasaran akan keberadaan foto-foto Ghevin di laptop Martin. Tanpa menunggu baterai ponselnya penuh Rani langsung menelepon Miko. Rani lalu menceritakan semuanya pada Miko mengenai foto-foto itu. Di luar dugaan Rani, setelah mendengar cerita itu Miko tampak sangat terkejut.

__ADS_1


”Serius Martin punya foto-foto Ghevin yang lagi ngebobol sekolah kami?” tuntut Miko tidak percaya.


”Iya,” kata Rani. ”Emangnya untuk apa sih Ghevin ngebobol sekolah kalian?”


”Untuk nyelametin salah satu anggota geng kami,” jelas Miko. ”Lo tahu geng Chebol?”


”Geng Chebol?” ulang Rani. Rani pun langsung membayangkan geng yang isinya orang-orang cebol semua. ”Apaan tuh? Kok namanya aneh begitu?”


”Meskipun namanya aneh begitu,” kata Miko, ”geng Chebol salah satu geng preman kuat. Beberapa hari lalu, Ghevin dapat surat dari mereka, yang isinya memberitahu Ghevin bahwa mereka menahan salah satu anggota geng kami di sekolah kami. Saat itu udah malam, dan sekolah juga udah kosong, jadi Ghevin terpaksa manjat pintu gerbang untuk masuk. Memang ada anggota geng kami di sana, udah dibikin pingsan. Ghevin berhasil membawanya ke luar. Nah, masalahnya, keesokan harinya kami baru tahu ada beberapa perangkat sekolah yang hilang—komputer dan sebagainya. Jelas yang mencurinya geng Chebol, tapi sayangnya, nggak ada bukti. Kalo sampai foto-foto itu tersebar, maka—”


”Ghevin yang akan disangka mencurinya,” sambung Rani ngeri. ”Pasti Martin yang nyuruh mereka. Tapi kenapa mereka mau?”


Rani berpikir sejenak. Lalu dia merasa ada yang ganjil. ”Kenapa Martin nggak menyebarkan foto-foto itu, padahal udah memilikinya sejak beberapa hari lalu?”


”Gue rasa dia akan menggunakannya sebagai senjata terakhir,” tebak Miko.


"Senjata terakhir?" ulang Rani, tidak mengerti maksud Miko.


”Ya," kata Miko. "Jadi meski rencana Martin untuk menghancurkan geng kami berhasil atau nggak, Ghevin tetap akan dikeluarkan dari sekolah.”


Rani terkejut. "Kok bisa, Ghevin akan dikeluarkan dari sekolah?"

__ADS_1


"Tentu bisa," kata Miko. "Karena foto-foto itu akan jadi bukti seolah Ghevin yang mencuri."


”Tahu begitu tadi gue hapus aja dong foto-foto itu,” kata Rani penuh sesal.


”Percuma,” sergah Miko. ”Siapa tahu Martin juga menyimpan foto-foto itu di tempat lain.”


Rani mendesah. ”Iya juga sih,” gumamnya. ”Tapi kita kan nggak bisa diam aja dan membiarkan Martin menyebarkan foto-foto itu.”


”Nggak banyak yang bisa kita lakukan, Ran, sebab kendali atas foto-foto itu sepenuhnya ada di tangan Martin,” kata Miko. ”Foto-foto itu kan dia yang simpan.”


”Berarti sekarang kita cuma bisa berharap agar Martin nggak menyebarkan foto-foto itu?”


”Sayangnya begitu.”


Ini benar-benar gawat. Mana mungkin Martin tidak menyebarkan foto-foto itu? Tapi Rani berharap semoga saja Martin mau berbaik hati, dan tidak membuat Ghevin dikeluarkan dari sekolah.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2