
Meskipun tetap gagal, Rani tidak mau menyerah. Karena, siapa tahu di dalam laptop itu ada sesuatu yang bisa menyakiti Ghevin. Dia akan menyesal kalau membiarkannya begitu saja. Akhirnya, Rani pun memikirkan kemungkinan lain yang berhubungan dengan nama kakak Martin.
Mungkin kakak Martin memiliki nama panggilan lain. Atau mungkin juga Rani harus memasukkan nama belakang kakak Martin. Duduk Rani tiba-tiba menjadi tegak kembali.
"Nah, itu dia! Gue nggak masukin nama belakang kakaknya, dan mungkin itu sebabnya gue gagal."
Tapi Rani tidak tahu nama belakang kakak Martin. Apakah mungkin sama dengan Martin? Rani akan mencobanya lebih dulu. Kalau ternyata berbeda, dia akan menanyakannya pada Martin dan menjalankan rencananya yang semula.
Jadi Rani pun memasukkan nama kakak Martin dan nama belakang Martin. DAVIDJULIAN.
Berhasil!
Rani sampai harus menekap mulut dengan tangannya untuk mencegah dirinya menjerit-jerit kegirangan. Dengan semangat menggebu-gebu, Rani meneliti laptop itu. Martin menggunakan gambar langit malam sebagai wallpaper laptopnya. Tadinya Rani pikir dia harus lama mencari-cari, tapi ternyata di desktop ada folder mencurigakan yang berjudul ”BUKTI”. Rani lalu membukanya dan isinya membuat dirinya mengerutkan kening dengan heran.
Ada sembilan foto di sana, dan kesemuanya merupakan foto Ghevin. Sebenarnya foto-foto itu agak buram karena diambil pada malam hari, dan sepertinya secara diam-diam, tapi jelas itu Ghevin.
__ADS_1
Tiga foto menunjukkan Ghevin sedang berjalan di luar bangunan, tiga foto lagi menunjukkan Ghevin sedang berdiri di depan pintu gerbang bangunan itu, dan tiga foto sisanya menunjukkan Ghevin sedang memanjat pintu gerbang itu.
"Bangunan apa ya itu? Sepertinya terlihat familier. Apa gue pernah ke sana? Oh, jelas gue pernah ke sana! Itu kan SMA Ganesha. Dulu gue pernah beberapa kali iseng-iseng lewat SMA Ganesha, berharap bisa bertemu Ghevin, meskipun hasilnya selalu nihil."
Apa yang dilakukan Ghevin malam-malam begitu di SMA Ganesha? Dan kenapa Martin bisa memiliki foto-foto itu?
Mungkin Miko tahu jawabannya, dan sementara itu Rani harus memutuskan apakah dia harus menghapus foto-foto itu atau tidak. Kalau dihapus, takutnya Martin menyadari laptopnya pernah diutak-atik. Tapi kalau tidak dihapus, takutnya akan menimbulkan masalah bagi Ghevin. Jadi harus dihapus atau tidak?
Belum sempat Rani memutuskan, secara tidak sengaja dia menoleh ke depan kaca mobil dan melihat Martin berjalan ke arah mobil. Tak terkira betapa paniknya Rani. Dia pun buru-buru mematikan laptop dan menutupnya, lalu meletakkannya di jok—tepat ketika Martin tiba di sebelahnya, Martin menatap Rani melalui pintu mobil yang terbuka.
”Kenapa lo nggak nyalain mesinnya?” tanya Martin. ”Tadi bukannya lo bilang lo bisa?”
Bukannya Rani tidak bisa, tapi tidak sempat melakukannya. Karena dia sudah begitu tidak sabar untuk membuka laptop Martin.
Martin mendengus. ”Cepat pindah ke depan!” perintahnya. ”Gue nggak mau kelihatan kayak sopir lo. Kalo lo tetap di belakang, gue bakal nyuruh lo pulang naik ojek.”
__ADS_1
Rani buru-buru menuruti Martin. Setelah Rani pindah ke jok penumpang depan dan Martin sudah duduk di jok pengemudi, Martin pun menyalakan mesin mobil.
”Lo nggak tahu betapa leganya gue ketika gue sampai di tempat parkir dan ngelihat mobil gue masih ada di sini,” kata Martin sembari mengemudikan mobil ke luar pelataran parkir.
Rani hanya melirik sinis pada Martin, lalu kembali memikirkan foto-foto tadi. Tangannya sudah gatal ingin menelepon Miko, tapi tentu saja dia tidak bisa melakukannya dengan kehadiran Martin di sebelahnya. Rani sama sekali tidak berbicara kepada Martin sepanjang perjalanan, kecuali untuk menunjukkan arah ke rumahnya.
Akhirnya, setelah tiga kali Rani dibentak Martin karena membuatnya berbelok secara mendadak, mereka sampai juga di rumah Rani.
”Makasih ya udah mau nganterin gue pulang,” kata Rani.
”Semoga ini akan jadi yang pertama dan terakhir kalinya,” balas Martin.
"Ya, gue harap juga begitu."
Baru saja Rani turun dan menutup pintu mobil, Martin sudah melaju pergi—seolah berlama-lama di depan rumah Rani akan membuat mobilnya karatan.
__ADS_1
.
(Bersambung)