Gejolak Masa Muda 2

Gejolak Masa Muda 2
Geng Ghevin Datang


__ADS_3

Setelah beradu mulut dengan Rani. Lagi-lagi Martin berbalik, melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti tadi. Setibanya di dekat anggota gengnya, dia mulai berbicara serius dengan mereka. Mungkin mereka sedang merancang strategi untuk melawan geng Ghevin. Atau kalaupun mereka sudah merancangnya, mungkin mereka sedang mendiskusikannya kembali.


Tak berapa lama, seorang preman ikut bergabung dengan mereka. Meski tubuh anggota geng Chebol yang lain memang besar-besar, tubuh preman itu lebih besar lagi. Mungkin dia ketua geng Chebol.


Sampai sekarang Rani tidak habis pikir kenapa geng preman itu dinamakan geng Chebol. Menurutnya, mungkin untuk mengecoh lawan, sehingga membuat lawan berpikir yang akan mereka hadapi adalah sekelompok kurcaci, dan bukannya sekelompok raksasa.


Entah sudah berapa lama Rani diikat, ketika salah satu dari kedua preman yang berjaga di pintu depan—yang mengizinkan Martin masuk tadi—berlari-lari masuk dan mengumumkan kedatangan geng Ghevin.


Rani langsung merasa lemas. "Ternyata Ghevin benar-benar datang. Harusnya dia nggak membahayakan dirinya, apalagi dia kan tahu apa yang akan dilakukan Martin."


Baik anggota geng Martin maupun anggota geng Chebol langsung memasang posisi masing-masing. Mereka memenuhi sisi kiri dan sisi kanan pabrik. Martin sendiri berdiri di sebelah kiri Rani. Mereka semua bersiap diri menunggu detik-detik kedatangan Ghevin dan anggota gengnya.

__ADS_1


Semua mata, termasuk mata Rani, terpancang ke pintu depan. Suasana terasa tegang, sampai akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga. Yang pertama kali masuk adalah Ghevin, disusul Miko, baru kemudian anggota geng mereka yang lain. Rani terlihat agak kaget ketika melihat Shandy ada di antara mereka. Rani yakin Shandy tidak akan berani kalau harus melawan Martin secara langsung.


Mereka berhenti tidak jauh dari Rani dan Martin. Api kemarahan yang sudah tersulut dalam diri Ghevin kini mulai berkobar, dikarenakan melihat Rani diikat. Rani pernah beberapa kali melihat Ghevin marah; yang paling menakutkan adalah ketika Ghevin mengetahui Melly berpacaran dengan Tristan, dan kemarahannya saat ini sama menakutkannya dengan kemarahannya saat itu.


"Lepaskan Rani!" perintah Ghevin pada Martin. Tampak jelas dia berusaha menahan amarahnya. "Dia nggak ada hubungannya dengan masalah di antara geng kita."


"Tentu aja ada hubungannya," kata Martin. Tahu Ghevin sedang marah, dengan sengaja Martin meletakkan tangannya di bahu Rani. "Dia kan mata-mata lo."


"Singkirkan tangan kotor lo dari Rani," geram Ghevin.


Karena keadaannya tidak menguntungkan, Rani jadi tidak bisa menggigit tangan Martin, padahal dia ingin sekali melakukannya. Rani sendiri merasakan bahunya jadi gatal-gatal karena disentuh oleh Martin.

__ADS_1


Bukannya menuruti Ghevin, Martin justru berpindah ke belakang Rani. Kini kedua tangannya diletakkan di kedua bahu Rani, membuat bahu Rani yang satunya jadi ikut gatal-gatal.


"Gue yakin lo akan kalah nanti, dan karena itu lo harus menuruti perintah gue untuk membubarkan geng lo," titah Martin. "Kalo nggak, gue akan membongkar ke geng lainnya tentang lo yang nggak mau minta maaf dan justru mukulin gue dan anggota geng gue, padahal lo tahu anggota geng lo yang salah. Lo akan kehilangan respek mereka."


Ghevin mencibir. "Jangan yakin dulu," tanggapnya. "Gue nggak akan kalah semudah itu. Apalagi, sama seperti lo, gue juga punya bala bantuan."


Martin terlihat bingung mendengar kata-kata Ghevin, begitu pun dengan Rani.


"Siapa ya bala bantuan yang dimaksud Ghevin?"


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2