Gejolak Masa Muda 2

Gejolak Masa Muda 2
Gangguan Kecil


__ADS_3

Sembari menunggu kedatangan Ghevin di selasar mal, Rani dan Melly kembali melanjutkan pembicaraan. Namun ketika Rani sedang meminta saran dari Melly terkait cara dirinya mengajak Ghevin berkencan, tiba-tiba ada dua cowok duduk di sebelah kiri dan kanan mereka.


"Hai, Cewek," sapa cowok yang duduk di sebelah Rani. "Boleh kenalan, nggak?"


Rani dan Melly langsung berpandangan dengan tatapan terganggu. Meski sebelumnya mereka sudah sering diajak berkenalan oleh cowok-cowok yang tidak jelas, bukan berarti mereka senang karena dianggap menarik oleh cowok-cowok model seperti itu.


"Nggak boleh!" tanggap Rani galak.


Bukannya malu, cowok itu malah tertawa mengikik bak kuda meringkik. "Widih, galak amat sih lo," komentarnya. "Tapi nggak apa-apa, gue suka sama cewek galak."


Rani hanya mengernyit jijik mendengarnya.


"Tahu nggak, kalian mirip banget lho sama personel Girls' Generation," puji cowok yang duduk di sebelah Melly, mulai merapalkan jampi-jampinya.


"Nama kalian siapa sih? Jangan bilang YoonA ya." Cowok yang duduk di sebelah Rani berkelakar, lalu kembali mengeluarkan tawa mengikik bak kuda meringkiknya itu.


Daripada menanggapi mereka, Melly lebih memilih untuk berdiri, dan Rani pun kompak mengikutinya. Tapi cowok-cowok itu tidak mau menyerah, mereka tetap saja mengganggu Rani dan Melly.

__ADS_1


"Ayo dong, kasih tahu kami nama kalian," pinta cowok yang tadi duduk di sebelah Rani.


Cowok yang tadi duduk di sebelah Melly, yang tampaknya benar-benar tertarik pada Melly, kini berdiri sangat dekat dengan sahabat Rani itu. Melly bahkan sampai harus mundur dengan tidak nyaman.


"Kalo nggak nama, nomor HP juga boleh," timpal cowok itu. Dan kepada Melly, dia bertanya, "Berapa nomor HP lo, Cantik?"


Mendadak, ada seseorang yang menarik lengan Melly, memosisikan dirinya di antara Melly dan cowok itu—seseorang yang dengan lega Rani sadari ternyata Ghevin. Tatapan marah Ghevin yang diarahkan pada cowok itu, juga pada cowok yang tadi duduk di sebelah Rani, Rani pikir sanggup membakar mereka hingga menjadi debu.


"Ada urusan apa kalian berdua sama adik gue?" geram Ghevin.


Kedua cowok itu langsung menciut begitu melihat Ghevin, apalagi mereka dapat merasakan hawa pembunuh yang memancar dari tubuh Ghevin, yang dengan tinggi 183 senti terlihat begitu menjulang di depan mereka. Tahu nyawa mereka terancam, mereka hanya menanggapi Ghevin dengan bergumam pelan dan setelah itu buru-buru ngibrit. Sebenarnya Ghevin sudah akan mengejar mereka, tapi Melly menahannya.


Ghevin menatap Melly lekat-lekat. "Apa mereka ngapa-ngapain lo?" selidiknya. "Bilang sama gue, gue masih bisa kejar mereka."


"Nggak kok," kata Melly menenangkan. "Mereka cuma mau ngajak kenalan."


Kata-kata itu jelas tidak mampu menenangkan Ghevin.

__ADS_1


"Berani banget mereka ngajak lo kenalan!" raung Ghevin. "Nggak bisa dibiarkan. Orang-orang kayak mereka emang harus dihajar."


Ghevin berusaha melepaskan dirinya dari Melly. Meski harus bersusah payah, Melly tetap bergeming menahan tubuh kakaknya kuat-kuat.


Melihat Melly mulai kewalahan menahan Ghevin, Rani pun langsung angkat bicara. "Tapi mereka gagal kok, Ghev," timbrungnya. "Melly juga sama sekali nggak nanggepin mereka."


Seolah baru sadar Rani juga ada di situ, Ghevin pun menoleh pada Rani. "Mereka juga nggak ngapa-ngapain lo kan, Ran?"


Meskipun sedikit terlambat, Rani senang karena Ghevin juga mengkhawatirkan dirinya. Rani malah jadi penasaran, kalau sampai dirinya memang diapa-apakan kedua cowok itu, apakah Ghevin akan mengejar dan menghajar mereka hingga bulu kaki mereka rontok semua?


"Mereka mah takut buat ngapa-ngapain gue," bual Rani. "Habis sebelumnya udah gue galakin mereka."


Senyum yang muncul setelahnya di wajah Ghevin seolah menandakan dia setuju kalau Rani bersikap galak pada kedua cowok itu. Akhirnya Ghevin tidak perlu lagi ditahan Melly, dan justru mengajak Rani dan Melly ke mobilnya.


Pintu pengemudi mobil Ghevin dalam keadaan terbuka. Mungkin begitu sampai di depan selasar tadi dan dia melihat ada dua cowok yang mengganggu Rani dan Melly, dia langsung melompat turun dari mobil tanpa sempat menutup pintunya.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2