Gejolak Masa Muda 2

Gejolak Masa Muda 2
Main Biliar


__ADS_3

Rani baru teringat pada cowok anak SMA Ganesha itu setelah dirinya selesai mandi, dan karena itu, dia pun langsung menelepon Miko untuk memberitahukan soal cowok itu.


"Apa lo tahu siapa namanya?" tanya Miko.


"Justru itu," sahut Rani penuh sesal. "Gue lupa nanya namanya."


"Ciri-cirinya kayak gimana?" tanya Miko lagi.


Rani berpikir-pikir, berusaha mengingat-ingat wujud cowok itu. "Mmm... dia tinggi, putih, dan rambutnya lurus," jabarnya.


"Wah, susah, Ran," kata Miko. "Di SMA Ganesha banyak cowok yang ciri-cirinya kayak begitu."


"Udah gue duga sih," kata Rani. "Tapi, Mik, mungkin—cuma mungkin ya—cowok itu anggota geng kalian. Habis kalo nggak, aneh aja rasanya dia bisa berurusan sama Martin."


"Itu memang mencurigakan," kata Miko setuju. "Sayangnya, lo nggak kenal sama anggota geng kami, jadi lo nggak bisa mengidentifikasi cowok itu."


Rani juga menyayangkan hal yang sama. Dulu sebenarnya dia sudah pernah bilang pada Melly agar meminta Ghevin mengenalkan anggota gengnya pada mereka. Tapi Melly tidak mau, karena sebagian besar anggota geng Ghevin yang memang naksir padanya, selalu tebar pesona saat bertemu dengannya. Hal itu membuat Melly jadi malas, dan sebisa mungkin menghindari mereka. Padahal Ghevin sudah memperingatkan anggota gengnya agar tidak pernah mengganggu Melly, atau habislah mereka. Tapi Melly tetap berkeras.

__ADS_1


"Terus gimana dong, Mik?" tuntut Rani. "Kalo Martin emang memanfaatkan cowok itu untuk memecah belah geng kalian, dia kan harus segera dihentikan. Lo nggak mau kan, jadi semakin banyak masalah internal di geng kalian?"


Ada jeda sejenak sebelum Miko menanggapinya. "Begini aja deh," putusnya. "Besok sore kebetulan geng kami mau main biliar. Lo ikut aja."


"Tapi gue nggak bisa main biliar."


"Bukan buat main biliar," koreksi Miko. "Semua anggota geng kami akan ikut, jadi kalo cowok itu emang anggota geng kami, lo bisa mengidentifikasinya."


Rani langsung bersemangat, dan setuju untuk ikut tanpa ragu lagi. Tentu yang membuatnya bersemangat bukan karena bisa mengidentifikasi cowok itu, tapi karena bisa ikut nongkrong bersama Ghevin, sekaligus berkenalan dengan anggota gengnya.


"Emang tempat main biliarnya di mana?" tanya Rani.


Begitu telepon ditutup, Rani langsung sibuk menyiapkan pakaian yang akan dikenakan besok. Memang terlalu dini, tapi dia ingin memberikan impresi yang bagus pada anggota geng Ghevin, apalagi ini pertama kalinya dia akan bertemu mereka. Kalau mereka menganggap Rani cocok untuk Ghevin, siapa tahu bisik-bisik itu sampai ke telinga Ghevin, dan membuat Ghevin mau mempertimbangkan Rani untuk menjadi pacarnya.


Pilihan Rani jatuh pada tank top kuning, yang dilapisi dengan kardigan abu-abu, dan celana jins biru. Rani kemudian menyampirkan ketiga potong pakaian itu ke punggung bangku meja belajarnya, lalu dia duduk di tepi ranjang, dan menatapnya dengan puas.


****

__ADS_1


Sesuai janjinya, Miko datang ke rumah Rani untuk menjemputnya. Rani sendiri sudah bersiap sebelum Miko datang. Miko segera menyerahkan helm pada Rani. Dan setelah memakainya, Rani pun naik ke atas motor. Tanpa berlama-lama Miko langsung memacu motornya meninggalkan rumah Rani.


"Mik, kalo Ghevin sampai nanya kenapa gue bisa ke sana bareng sama lo, gimana?" tanya Rani pada Miko di motor, saat mereka dalam perjalanan menuju tempat main biliar.


"Bilang aja, kita ketemu di jalan," kata Miko mencarikan alasan. "Lo lagi nggak ada kerjaan, jadi mutusin ngikut ke sana."


"Tapi nanti Ghevin marah, lagi, kalo tahu-tahu gue ikutan nongkrong," kata Rani khawatir.


"Yah nggak lah," tukas Miko. "Malah dia bakal senang karena ada lo."


Tapi rupanya bukan kehadiran Rani saja yang membuat Ghevin senang, karena ada cewek lain bersamanya. Cewek itu tidak lain dan tidak bukan adalah Amanda.


Mulanya, ketika mengikuti Miko masuk, perhatian Rani hanya tercurah pada Ghevin yang duduk di salah satu bangku di sebelah meja biliar. Sedangkan anggota gengnya tersebar di mana-mana. Ketika Rani melebarkan pandangan, barulah dirinya menyadari Amanda duduk di sebelah Ghevin.


Apa yang dilakukan Amanda di situ? Apa dia datang sendiri atau bersama Ghevin? Rani tidak melihat mobil Amanda terparkir di luar, jadi mungkin dia memang datang bersama Ghevin.


.

__ADS_1


.


(Bersambung)


__ADS_2