Goodbye KRISTIAN

Goodbye KRISTIAN
Dia wanita sialan!!


__ADS_3

Tok..tok..


Fa'at mengetuk pintu toilet."Desi,Kau tidak apa apa? lama sekali kau didalam?!."Fa'at merasa khawatir.


Desi keluar dari toilet."Maaf membuatmu khawatir."ujar desi lembut.


Ucapan itu menyenangkan hati Fa'at sehingga lupa menanyakan apa yang Desi lakukan didalam atau menghubungi seseorang.


Desi dan Fa'at menuju ruang keluarga yang telah menunggu di sofa seluruh anggota keluarga Fa'at disana.Desi menyapa seluruh anggota keluarga Fa'at.Dengan Desi tersenyum sedikit membungkung disana kemudian duduk disamping Fa'at suami nya.


Tidak ada yang membalas sapaan Desi kecuali oma,yaitu ibu dari Jaya Ayah Fa'at.


"Mana Ponselmu" ujar ibu mertua Desi sambil mengulurkan tangan.


Desi bingung menoleh ke arah Fa'at.


"Berikan ponsel mu?!apa kau tidak dengar?" ibu mertua meninggikan suara nya.


"Untuk apa bu?" tanya Fa'at dengan ramah.


"Istri mu lama sekali di toilet,sepertinya Ia masih berhubungan dengan pria itu?!"ibu mertua menyeringai'Cih..menjijikan!!"


"Sudah bu..itu tidak perlu di ungkit lagi." ucap Fa'at pada ibu nya.Faat melembutkan suara nya jika berbicara pada orang yang lebih tua apa lagi pada ibu nya.


Desi memberikan ponsel nya pada ibu mertua.Desi tersenyum disana.Dalam hati Desi berkata"Cari saja yang ingin anda cari.Aku sudah menghapus apapun yang berhubungan dengan Kristian."Desi menunduk tertawa disana tanpa terdengar orang lain.


Ibu mertua meraih ponsel Desi kasar.Mencari cari sesuatu yang Ia curigai,namun Ia tidak menemukan apapun disana."Kau sudah menikah, seharusnya tidak perlu memakai ponsel.Ini dibuang saja!!"Bangun dari duduk menuju tempat sampah Melempar ponsel Desi kedalam sana.


"Ponsel ku?!" gumam desi dalam hati."Seperti nya aku harus berhati hati disini.Banyak mata mata tanpa disadari.waspada Desi...."ujar Desi dalam hati.


"Ibu,itu terlalu berlebihan." ujar Fa'at merasa tidak enak pada Desi.


"Benar kata anda bu,saya tidak lagi memerlukan ponsel." ucap Desi ramah dengan senyum manis di wajah nya.


Fa'at terperangah atas jawaban Desi.Ia semakin merasa sangat malu atas sikap ibu nya juga anggota keluarga lain nya yang menatap tidak suka pada Desi.


Fa'at menggenggam erat tangan istrinya kemudian engecupnya.


"Maaf" lirih Fa'at.


Desi tersenyum pada Fa'at disana.


Seluruh anggota keluarga kecuali oma,semakin tidak suka pada Desi."Acting yang menjijikan?!"ujar bibi Fa'at adik Ibu nya.


Ponsel Fa'at berdering,Fa'at berlalu meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Suatu kesempatan ketika Fa'at pergi,anggota keluarga Fa'at untuk menyerang Desi.


"Lulusan Universitas besar namun tidak memiliki adab?!Memalukan." Baritone mengudara memenuhi ruangan.


Deg..jantung desi mulai berdebar atas ucapan ayah mertua nya yang diam sejak tadi terasa menusuk di dada.Desi berusaha menetralkan wajah nya,diam tak bergeming.Itu lah sikap Desi saat ini.


" Tidak tau malu kah dirimu datang dengan membawa pria lain,sedangkan kau tau jika kau akan menikah?"ucap ibu mertua meninggikan suara nya.


Desi diam tak bergeming.


"JAWAB?!mengapa kau diam saja??!!" bentak Ibu mertua.


"Maaf." lirih Desi.


"Apa?!Maaf?dasar wanita miskin tidak tau malu." pungkas bibi Fa'at.


"Sudah merasa hebat kan,menjadi nyonya Fa'at prana jaya?" ibu mertua menyeringai.


Hinaan bertubi tubi pada Desi oleh seluruh anggota keluarga Fa'at.Desi benar benar geram kali ini.


"Mengapa kalian tidak menyuruh mas Fa'at menceraikan ku sekarang juga?!" ucap Desi dengan mengulas senyum disana.


Seluruh anggota keluarga terperangah atas ucapan Desi yang diam saja sejak tadi.


Tidak ada yang berani menjawab pertanyaan Desi.


"Seorang Fa'at prana jaya,anak semata wayang dan pewaris tunggal dari keluarga prana jaya menjadi duda hanya dalam waktu lima jam. Hahaha...Luar biasa?!!" Desi meninggikan suara.


"KAU?!!." Ibu mertua mengangkat tangan nya ingin menampar Desi.Namun Ia menahan nya.


"Kenapa bu,tampar saja jika ibu mengingin kan nya." Desi bangun dari duduk mendekat kan pipi nya pada sang mertua.


"Wanita sialan!!Bedebah kau Desi." geram Ibu mertua nya.


Desi hanya mengherdik kan bahu,berlalu dari sana.Senyum puas terukir dari wajah Desi.


"Dia wanita sialan!!" ucap ibunda Fa'at.


" Berhati hati lah mbak yu..dia lebih berani dari yang kita fikirkan.Sial!!"Geram Bibi.


Fa'at menghela berdiri dengan menyandarkan tubuh nya pada tembok.Mendengarkan setiap percakapan orang orang di ruang keluarga.


Fa'at berfikir untuk membeli apartement di kota,dari pada tinggal di rumah ini dan membebani dan menyakiti Desi.


Desi keluar dari ruang keluarga,seorang asisten rumah tangga menghampiri Desi."Nona, kamar anda ada di sebelah sana.Sudah terdapat pakaian anda di sana.Jika anda membutuhkan sesuatu panggil saja saya."

__ADS_1


Desi mengangguk"Terimakasih".tersenyum ramah pada nya.


"Oh ya nona,nama saya maimunah,panggil saja mai." pungkas nya.


"Salam kenal mai,aku Desi. Panggil saja sesuai nama ku.Kita seumuran." ujar Desi menepuk bahu mai.


"Tapi nona?!"


"Sstttt" Desi menutup bibir dengan telunjuk nya.


"Baik lah Desi,senang berkenalan dengan mu." antusias maimunah.


Desi menuju kamar yang Mai maksud.mengedarkan pandangan disana.


Desi duduk di tepi ranjang"Mulai malam ini aku harus tidur dengan Fa'at.Ya Allah..."Jujur Desi masih sangat mencintai Kristian.Dalam hati Desi benar benar belum siap untuk menikah dengan Fa'at,apa lagi tidur dengan nya.


"Huuh..."Desi menarik nafas nya berat.


Desi menuju kamar mandi membersihkan diri.


Kemudian mengenakan piyama yang ada di lemari pakaian.Mengenakan mukena kemudian melaksanakan shalat maghrib.


Desi membaca Al-Qur'an sambil menunggu waktu isya.


Sedangkan Fa'at shalat berjama'ah bersama keluarga nya di tempat ibadah di dalam rumah itu.


Selesai menjalan kan shalat isya Fa'at menuju kamar yang telah di dekorasi menjadi kamar pengantin.Fa'at hendak mengetuk pintu namun mengurungkan niat nya.Ia mendengar lantunan ayat ayat suci dari dalam sana.


Fa'at mengulas senyum" Aku akan membuatmu bahagia."Gumam Fa'at.


Fa'at pun masuk kamar"Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumsalam." Senyum manis dari Desi menyambut pria yang sekarang jadi suami nya.


"Bismillah." Fa'at mencium dahi Desi.


"Aku mencintai mu.ucap nya.


Desi dan Fa'at duduk di tepi ranjang.Desi merasa gemetar disana.Bayangan rasa bersalah pada Kristian muncul juga rasa tanggung jawab nya sebagai istri.Desi wanita dewasa yang paham agama.tidak mungkin untuk Ia menolak keinginan suami nya.


Hanya Fa'at dan Desi yang mengetahui kejadian malam ini....


-


-

__ADS_1


Vote..vote..vote..


Terimakasih sudah membaca..mohon dukungan nya kawan..


__ADS_2