Goodbye KRISTIAN

Goodbye KRISTIAN
Merajuk


__ADS_3

Asisten Mr Tsaichi meletakkan beberapa barang milik Kristian dan Desi kedalam kamar hotel. Berpamitan sedikit membungkuk kemudian berlalu dari sana.


Baru saja Ia mengantarkan Kristian beserta istri dengan pengawalan cukup ketat sebab Kristian khawatir terjadi sesuatu pada Desi istrinya.


"Lusa kita kembali ke Jakarta, katakan apa yang kau inginkan semua akan aku pesan kan untuk mu."


Berkata sambil memandangi layar ponsel nya tampak sedang mengetik sesuatu mungkin itu pekerjaan nya.


Fikir Desi.


"Aku ingin berbelanja sendiri, keluar masuk outlet seperti nya sangat menyenangkan."


balas Desi sambil mengeluarkan beberapa barang dari travel bag.


"Tidak kah kau takut seseorang mencelakai mu?."


Kristian kemudian menoleh pada Istri nya.


Desi menggeleng kan kepala."Kita sudah aman disini. Aku berusaha mencerna ucapan Asisten Mr Tsaichi waktu itu. Meski tidak begitu mengerti artinya tapi mereka pasti akan menjaga kita dengan baik."


Desi mendekat pada Kristian kemudian duduk di sampingnya.


"Apa boleh buat, aku tidak bisa menolak keinginan mu."


Kristian meraih peniti melepas hijab kemudian meraih ikat rambut Desi dan menariknya membiarkan terurai.


"Begini lebih baik. Aku merasa beruntung selain Faat hanya aku yang melihat indah nya rambut mu."


Menyentuh rambut Desi kemudian memain kan nya, menyisir dengan jari menggulung nya di jati telunjuk.


"Eh, mengapa jadi membahas mas Faat? Apa kabar nya sekarang ya, aku tidak pernah menghubungi nya lagi sekalipun hanya mengirimkan pesan."


"Kau merindukan nya?."


Kristian berkerut dahi Menatap Desi.


"Tidak, bukan begitu."


Desi menggeleng kan kepala sedikit salah tingkah karena Kristian tiba tiba terdiam.


Apa kau sedang cemburu?


"Aku tidak lagi mengingat nya, itu karena Aku sudah bahagia bersama mu. Orang yang pertama kali menggetarkan hati ku. Yang mencintai ku dengan sepenuh hati."


Desi menyandarkan kepalanya di lengan Kristian, mengharu menghapus air mata yang menetes tiba tiba.


"Aku wanita paling beruntung yang bisa merasakan cinta dari mu, Tuan Kristian.Terimakasih"


Desi mendongak menatap nanar pria yang diam entah apa yang sedang difikirkan.


Kristian meraih Desi kedalam dekapannya.

__ADS_1


"Aku juga merasa beruntung Tuhan kembali mempertemukan ku dengan mu."


Mengecup kepala Desi kemudian.


Menahan kecupan itu lama di atas pucuk kepala Desi meresapi aliran cinta dari hati Kristian.


"Maukah kau memeriksakan diri ke dokter untuk program kehamilan?"


Tanya Kristian perlahan sambil menyentuh perut nya.


"Aku juga akan melakukan nya memeriksa kan diri."


Desi mengangguk, ternyata bukan hanya dia yang menginginkan nya. Kristian pun juga ingin kan hal itu.


Seseorang menekan bell, Desi membukakan pintu setelah tahu siapa yang datang melalui kamera pengintai yang terhubung dengan layar disana.


Seorang petugas jasa pengiriman barang mengantar pesanan makan siang yang Kristian pesan.


Desi menerima itu kemudian kembali menutup pintu dan membawa nya meletakkan di atas meja.


"Banyak sekali? Apa kau mau mengundang sepuluh tamu untuk menghabiskan semua ini?"


Berkata pada Kristian sambil terus membuka bungkusan itu menghirup aroma khas makanan itu di sana.


"Wow, aroma nya. Seperti nya enak. Kemarilah sayang, Aku sudah sangat lapar."


Mengusap perut nya sendiri.


Kristian mengambil sumpit menjepit potongan sayuran memasuk kan nya ke mulut Desi.


"Bagaimana? Enak? "


Desi menggeleng." Tidak ada rasa nya."


Meski tidak suka Desi terpaksa harus menelan nya.


"Itu baik untuk mu."


Menyumpit nya lagi memasukkan nya kedalam mulut Desi.


"Aaa.. Sayang ini sungguh tidak ada rasa nya."


Desi menggeleng menutup mulutnya.


"Aku tidak mau!."


"Baiklah, coba yang lain."


"Apa ini?."


Menekan daging segar berwarna sedikit pink yang hanya di campur kecap asin.

__ADS_1


"Dari bentuknya menarik tapi entah untuk rasa nya."


"Itu sushi, Itu sehat sangat baik untukmu."


Kristian menyumpit potongan daging itu hendak memasukkan ke mulut Desi.


"What? Sushi?!. No, aku sungguh bukan kanibal yang sesuka hati menyantap daging mentah."


Kesal Desi meninggalkan meja.


Begitu banyak makanan di meja namun sedikit tidak ada yang bisa Ia makan.


"Kau marah?"


Kristian melangkah mendekat.


"Seharusnya aku memesan masakan Indo untuk mu."


"tidak perlu, aku akan memesannya sendiri."


Menggerutu memajukan bibirnya naik ke atas ranjang pun Ahir nya merebahkan diri di sana.


"Kau imut sekali, baru kali ini aku melihat mu merajuk."


Merebahkan tubuh nya di belakang Desi memeluk erat tubuh yang lebih kecil dari nya itu.


"bukan merajuk tapi perut ku sudah sangat lapar."


"Baiklah Desi, apa yang kau mau. Makanan apa yang kau suka kau tinggal mengusap ku seperti lampu ajaib dan jin penunggu tubuh ku akan keluar dan memberi yang kau butuhkan kan.


Hua..ha..ha


Desi tergelak kemudian tertawa lepas.


"Bisa bisa nya kau bicara seperti itu, bagaimana jika yang ku usap bagian itu, Apa ia juga akan menegang lalu terbang dan mengabulkan permintaan?."


"Jika kau menginginkan nya, Ia pun bisa menegang dan mencari tempat nya sendiri untuk di rasuki.."


"Baik tuan Kristian, katakan pada milik anda agar tetap di dalam dan jangan bersarang di manapun selain milik ku.


Ha ha ha.


Desi semakin terbahak bahak disana, meringsut membalikkan tubuhnya agar menempel pada dada bidang itu yang menjadi tempat favoritnya.


Dan pada Ahir nya jasa pengiriman barang datang ke kekamar Desi mengantar makanan siap untuk di nikmati.


Desi mengambil pesanan itu dari tangan kurir itu. menghabiskan pesanan Kristian seorang diri. membuat Kristian menelan silvamengulas senyum sambil menggelengkan kepala.


"Aku jadi mengantuk setelah menghabiskan makanan mu."


Seperti tanpa Dosa ,Desi langsung merebahkan diri memejam disana dengan lengan Kristian Ia jadikan sebagai bantal.

__ADS_1


Sepersekian detik Desi telah tertidur, Kristian hanya bisa mengusapi pipi Desi sambil bergumam "my wife"


__ADS_2