Goodbye KRISTIAN

Goodbye KRISTIAN
Pemeriksaan dokter


__ADS_3

Acara sarapan bersama berakhir hikmat.Semua saling diam tidak barkata apapun lagi.


Desi memilih secepatnya berlalu dari tempat itu menuju kamar nya,tidak lupa berpamitan dengan sangat sopan.


Desi bersiap memakai pakaian yang formal berdiri di depan cermin memperhatikan penampilan nya.


"Mau kemana sayang?"ujar Fa'at pada istri nya yang terlihat begitu cantik.


" Menghadiri panggilan dari kepala yayasan Al-ikhsan."jawab Desi.


Wajah Fa'at berubah"Mengapa tidak memberi tau sebelum nya?"tanya Fa'at yang sepertinya tidak menyukai dengan sikap Desi.


"Mau kah Mas Fa'at mengantarku?"Desi mengulas senyum pada Fa'at yang seolah menjadi maghnet hingga Fa'at tersenyum mengiya kan melupakan rasa yang sedikit kecewa..


" Yes..senyum ku bisa mencairkan suasana.haha" ujar Desi dalam hati.


Fa'at dan Desi keluar dari kamar melewati ruang keluarga yang sedang berkumpul disana.


"Pengantin baru mau kemana?"tanya ibu mertua.


" Keluar sebentar bu,Fa'at bosan dirumah."ucap Fa'at agar ibu nya berhenti mengintrogasi dan membuat masalah.


Fa'at menggenggam tangan Desi agar berada terus disamping nya.


"Jika hanya jalan jalan untuk apa Desi berpakaian Formal begitu?"tanya bibi Fa'at.


"Kita bisa cari tau nanti jika mereka sudah dirumah." jawab ibu mertua.


Fa'at melajukan mobil nya meninggal kan rumah.


"Ada perlu apa kau ke pesantren Al-ikhsan?"tanya Fa'at sambil mengemudikan mobil menoleh ke arah istri nya.


"Aku diterima untuk mengajar disana Mas,maaf sebelum nya tidak memberi tau.Lusa sudah mulai mengajar,tapi jika mas tidak keberatan."jawab Desi dengan lembut.


Fa'at mengangguk" Aku mengizin kan."ujar nya.


"Serius?" Antusias Desi.


Faat mengangguk,tangan nya menyentuh kepala Desi yang sedang senyum senyum seperti nya sangat senang."Aku akan berusaha membahagia kan mu."ujar Fa'at menatap kearah Istri nya.


"Terimakasih" Senyum manis terurai dari bibir Desi.


"Aku akan membahagia kan mu,kau wanita yang baik.Jika aku tidak bisa disembuhkan,melepas mu pun akan kulakukan." gumam Fa'at dalam hati.


Sampai lah di depen pintu gerbang tinggi yang bertuliskan Pondok Pesantren Al- Ikhsan.


"Aku sedang ada urusan,jika sudah selesai,tunggu saja disini.akan ku jemput kau nanti."


"Baik."Desi menyalami suami nya dan mencium punggung tangan nya." Assalamu'alaikum."


ujar Desi sambil menutup pintu.


"Wa'alaikumsalam" Fa'at memperhatikan Desi yang terus pergi memasuki pesantren hingga Desi tidak lagi terlihat."Walaupun kau tidak mencintai ku,tapi kau tetap bersikap sangat baik pada ku. Maaf kan aku,Desi kumala marwan.."lirih nya.

__ADS_1


\*\*\*


Di tempat lain.


Kristian melajukan mobil nya menuju perusahaan.


Berjalan dengan langkah lebar melewati beberapa karyawan wanita yang tampak menganga atas kedatangan Kris.


"Siapa dia?tampan sekali." ujar salah satu wanita berbisik pada teman nya.


"Mungkin karyawan baru."


"Hus..!!itu anak pertama tuan Ramadhian.Big bos pemilik perusahaan ini.Kau lihat penampilan nya?tidak terlihat seperti karyawan bukan?." ujar wanita senior nya yang memang telah lama bekerja disana.


"Ups.." karyawan yang lain menutup mulut bubar menuju ruang kerja masing masing."Banyak mata mata disini,jika terlihat bergosip bisa bisa gaji ku habis dipotong."ujar nya dalam hati.


Kristian duduk di kursi kebesaran nya membuka layar lipat mempelajari file file disana.


tok..tok... "Masuk"ujar Kris.


" Selamat datang tuan."ucap klara membawa setumpuk map meletak kan di meja. Klara adalah kerabat jauh dari Nyonya Ramadhian yang sebelum nya ingin di jodohkan dengan Farel,namun Farel sedikit pun tidak tertarik.


"Jika anda membutuhkan sesuatu,saya siap membantu anda." ucap nya dengan ramah.


"Terimakasih, kau boleh pergi." ujar Kris yang terus memandangi layar lipat nya tanpa melirik sedikit pun kearah Klara.


"Baik tuan."


Klara berlalu meninggalkan ruangan pemilik perusahaan itu.


Pesan dari tuan Ramadhian."Datang lah ke Aula sekarang."


Kris langsung menuju kesana tanpa bertanya.


Melangkah lebar dengan gagah menuju Aula,sebuah ruangan besar tempat melangsungkan suatu acara di perusahaan itu.


Kris terkesiap mendapati para karyawan yang telah berkumpul disana dengan ruangan yang telah di dekorasi dengan indah.Kris melangkah kesana disambut tepuk tangan para karyawan.


Tuan Ramadhian memperkenalkan dengan bangga Kristian sebagai anak pertama nya yang akan memimpin perusahaan disini.


Kris membungkuk disambut tepuk tangan disana. Kemudiam memeluk tuan Ramadhian.


"Ini terlalu berlebihan tuan." lirih nya.


"Aku percaya pada mu."ujar tuan Ramadhian menepuk pundak Kris.


"Bagaimana jika aku gagal?"Kris menoleh pada ayah angkat nya.


"Aku akan mengawasi mu."ujar nya.


Kris mengangguk mengiyakan,kemudian meraih mikrophone yang di berikan MC sedikit berpidato disana.


" Terimakasih untuk kepercayaan yang kau berikan Ayah...Kau orang tua terbaik yang pernah hadir untuk ku.Rasa syukur yang begitu besar karena Tuhan mengirim anda untuk menjadi orang tua ku.Terimakasih ya Allah,Tuhan maha pengasih telah mempertemukan ku dengan anda Ayah..."ujar Kris menghapus air mata yang lolos dari ujung mata nya.

__ADS_1


Tuan Ramadhian memeluk Kris. "Kau anak ku,selamanya tetap anak ku."


Lirih nya.


\*\*\*


Di tempat lain.


Fa'at melaju kan mobil nya menuju sebuah klinik spesialis Andrologi,Faat memarkir kan mobil nya.


Diam dan tampak berfikir serius."Hu..h


Bismillah." Fa'at menghela keluar dari sana berjalan masuk menuju kedalam klinik.


"Silahkan mendaftar dulu tuan,pernah kah anda berobat kemari?" tanya salah satu peawat di sana.


"Tidak,belum pernah."


Perawat tampak sedang berbincang dengan Fa'at kemudian Fa'at masuk menuju ruangan dokter.


"Silahkan tuan Fa'at,katakan keluhan anda".


Fa'at tampak ragu,bingung harus memulai dari mana.


" Saya dokter Ricko,katakan lah semua nya tuan.Agar kami carikan solusi nya."ujar dokter.


Fa'at pun menceritakan semua masalah nya,keluhan nya dan ketidak percayaan dirinya didepan istri,karena kekurangan yang Ia pun tidak pernah menyadari sebelum nya.


Dokter Ricko tersenyum kemudian menyuruh Fa'at berbaring di bed pasien dan melakukan serangkaian pemeriksaan.


"Lakukan pemeriksaan secara rutin,kami akan melakukan pengobatan yang intensif dan juga serangkaian teraphi."ujar dokter sambil menulis resep.


" Terimakasih dokter."ujar Fa'at kemudian berlalu dari sana.


Fa'at termenung didepan kemudi,mencengkram dan membentur kan kepala nya disana.


Sudah hampir satu jam,Fa'at tidak juga beranjak dari tempat itu.


Di tempat lain,Desi menunggu dengan gelisah suami nya tidak kunjung datang.Berdiri di depan gerbang pesantren yang entah sudah berapa kali Desi bolak balik dengan gelisah menunggu suami nya.


"Ponsel ku di buang Ibu mertua,tentu saja tidak bisa menghubungi mas Fa'at." gumam nya sedikit kesal.Tanpa sadar Ia menyentuh liontin yang melingkar di leher,itu reflex jika Desi sedang tidak melakukan apa pun.


Hujan pun turun,Desi menengadahkan tangan kanan nya menyentuh air hujan disana.Desi menyandarkan tubuh nya pada tembok pagar pesantren.Semakin lama hujan semakin deras.


Tubuh Desi basah.Langit semakin gelap,Angin pun bertiup cukup kencang membuat Desi bergetar kedinginan.Ia memilih duduk memeluk lutut nya menggerutu kedinginan.


"Mas Fa'at,kau dimana?" Desi menggerutu dengan bibir yang telah membiru.


-


-


Epilog...

__ADS_1


spesialis Andrologi adalah dokter yang khusus menangani penyakit reproduksi pada pria.


__ADS_2