Goodbye KRISTIAN

Goodbye KRISTIAN
haruskah berahir?


__ADS_3

Pagi ini Fa'at sudah berada di salah satu Rumah Sakit terbaik di Singapura. Mereka sedang menunggu antrean disana.Tidak lama nama Fa'at prana jaya dipanggil oleh salah satu perawat di rumah sakit itu.


Fa'at pun masuk menemui Dokter spesialis disana. Fa'at menjelaskan pada dokter tentang keluhan nya.Tentang masalah alat reproduksi nya yang tidak mampu berhubungan se..x...sua..li..tas (ereksi)dan sebagai nya.


"Berapa lama kalian menikah?"


"Hampir 7 bulan,dokter. Saya terus mencoba nya namun...."Fa'at menggelengkan kepala.


" Baik lah.."dokter menjelaskan tentang kondisi yang dihadapi pasien nya.


Serangkaian pemeriksaan pun ahir nya dilakukan.


Dokter menyaran kan agar Fa'at menjalani serangkaian program pengobatan juga teraphi.


Dokter tidak menjamin kesembuhan untuk Fa'at, namun lebih menyemangati belajar menerima keadaan.


Dokter memberikan resep obat untuk dikonsumsi rutin selama pengobatan.


Desi menggenggam tangan Fa'at keluar dari rumah sakit melesat menuju taxi kemudian.


Fa'at sekilas memandang wajah Desi merasa Iba pada nya."Ini akan sangat sulit..."lirih nya mendengar ucapan dari dokter tadi.


Desi diam tidak merespon yang Fa'at ucap kan memilih melesat masuk kedalam taxi yang telah menunggu disana.


Taxi melaju meninggalkan rumah sakit menuju hotel tempat Fa'at dan Desi menginap.


Melangkah lebar bergegas menuju kamar nya dengan tangan terus menggenggam Fa'at disana.


Desi membuka pintu kamar hotel kemudian menutup nya dengan kasar.


Braaggkkk..!!


"Sayang dengarkan aku, Pengobatan ku hanya sia sia. Aku tidak bisa disembuh kan.. Aku tidak mampu memberikan nafkah itu pada mu?!.." tutur lembut Fa'at pada Desi istri nya.Menyentuh kedua pipi Desi dengan kedua tangan nya.


"OMONG KOSONG?! Kau akan sembuh mas.. percayalah.." Desi menepis tangan suami nya.


"Kau dengar ucapan dokter tadi? ini akan sangat sulit,dokter pun hanya bisa berusaha namun tidak berani menjanjikan apapun."lirih nya sambil mendudukan diri nya di tepi ranjang.


" Aku bukan suami yang baik untuk mu... aku tidak mampu menafkahi mu seutuh nya.. Maaf..."ucap Fa'at kelu.


"Aku tidak keberatan mas...?! Aku mampu bertahan tanpa hubungan s*x sual...?! "


Desi meninggikan suara nya."Kau pria yang sangat baik mas..bahkan kau terlalu baik untuk ku."lirih Desi.


Fa'at bangkit kemudian meraih Desi masuk dalam dekapan nya."Mengerti lah.... aku mencintai mu karena Allah.. Aku menikahi mu karena Allah..


Jika memang aku tidak mampu memenuhi kewajiban ku,maka aku harus melepas mu juga karena Allah.. "lirih Fa'at mengecup dahi Desi.


" TIDAKKK...?! OMONG KOSONG!!"

__ADS_1


Desi mendorong Fa'at sekuat tenaga,hingga Fa'at terjatuh terlentang di atas ranjang.


Desi merebah kan diri di atas tubuh Fa'at. Mene*jang menautkan bibir disana. Memimpin dengan tangan bergerilya membuka resleting di bawah sana me..ra..ba.. merem*s disana.


Desi semakin memperdalam cium*n nya begitu ag..res*f.


Namun tetap tidak ada respon apapun dari bawah sana. Membuat Fa'at melepas kan tangan desi juga tautan nya perlahan.


"Kau menyakiti dirimu sendiri,sudah lah..."


lirih Fa'at bangun dari ranjang menggeser tubuh Desi perlahan.


"Maaf..." ucap Fa'at berlalu dari sana menuju kamar mandi melasat kedalam kemudian menutup pintu nya.


Fa'at Memutar keran shower membiarkan wajah nya terguyur air begitu lama. Wajah nya yang basah disertai pakaian nya.


Fa'at memejam membiarkan air terus mengguyur wajah nya juga tubuh yang masih terbalut pakaian tadi tanpa melepas kan nya.


"Harus kah berahir?"


lirih nya.


Sebagai seorang suami tentu Ia sangat merasa bersalah. Mengikat Desi dalam pernikahan namun Fa'at tidak mampu melaksanakan kewajiban sebagi seorang suami.


Fa'at pria baik yang faham agama. Ia tidak mungkin membelenggu Desi dalam pernikahan yang sejati nya Ia tidak mampu memberi nafkah sesuai syari'at agama.


Fa'at begitu tulus mencintai Desi.Karena itu lah Fa'at ingin melepaskan Desi atas nama Cinta yang tulus pada nya.


Dicintai oleh pria yang baik dan sabar adalah anugrah bagi nya. Desi tidak ingin berpisah dari Fa'at dan ingin berusaha mencintai nya.Walaupun Desi tidak bisa berbohong jika Kristian masih menempati tempat yang sama dihati nya.


Desi bangkit dari duduk melesat keluar dari dengan perasaan kelu.Melangkah lebar menuju taman kecil sekitar hotel tempat nya menginap.


*********


Kuala Lumpur.


Kris bersama asisten nya menuju gedung salah satu perusahaan di Kuala Lumpur,Malaysia.


Melangkah lebar dengan para staf membungkuk tanda menghormati tamu istimewa yang berasal dari Jakarta.


"Selamat datang di kantor ku Kristian."CEO disana menjabat tangan Kris langsung merangkul nya.


" Apa kabar mu brother?"ujar nya.


"Seperti yang kau lihat." Kris ber ucap sambil melihat arloji melingkar ditangan nya.


"Aku hampir lupa,Kau selalu on time"


ujar Bram CEO di perusahaan itu sambil melangkah memenuju ruang meeting disana.

__ADS_1


Meeting di ruangan itu terjadi cukup lama. Kerja sama antara kedua perusahaan itu terjalin sejak beberapa tahun yang lalu ketika masih dikelola oleh Tuan Ramadhian. Bram juga Kris, mereka berteman sejak masih sama sama kuliah di london.


Meeting selesai beralih ke acara perjamuan di sana diruangan yang berbeda namun masih di gedung kantor yang sama.


"Silahkan duduk."


Kris mengikuti Bram yang duduk di hadapan meja berbentuk lingkaran dengan bermacam macam makanan juga wine diatas meja.


Pelayan menuangkan wine di hadapan Kristian.


"Maaf Bram,aku tidak minum."


"Sungguh?"


Kris mengangguk.meng iya kan.


"Kau sudah menikah Kris?"


Kris mengherdikkan bahu.


"Kau masih berpetualang?" Mengingat kehidupan Bram yang dikelilingi banyak wanita. Entah sudah berapa wanita yang pernah menjalin hubungan dan tidur dengan nya.


Bram menggerak kan gelas berisi wine memutar nya meneguk nya kemudian."Entah lah Kris, mungkin aku tidak mampu stay pada satu wanita."


Kris menggelengkan kepala.


"Jangan bilang kau masih jomblo Kris??"


Reflek bangkit mendekat kan wajah nya pada Kristian menelisik disana


"WHAT???" Bram kembali duduk menyilangkan kaki memijat pelipis nya kemudian.


"Astaga...Kris,Aku tidak habis pikir dengan mu?! come one brother...nikmatilah hidup!!"


Menyeringai sambil menenggak wine kemudian.


"Aku tidak seperti diri mu?!." Kris memicingkan mata nya.


"Tunggu..?!, Kau bukan penyuka sesama jenis kan???" Bram bergedik ngeri menatap Kristian kemudian.


"TUTUP MULUT MU..?!!!..Astaga..!!" umpat Kristian.


"Hahaha...Atau jangan jangan kau benar benar tidak laku?!" Bram terbahak bahak menistakan Kristian yang sudah tampak kesal.Terus mengoceh menistakan Kristian.


-


-


Terimakasih telah membaca..

__ADS_1


Maaf masih slow Up nya..


Maaf Maaf..


__ADS_2