Goodbye KRISTIAN

Goodbye KRISTIAN
pesawat


__ADS_3

Senyum mengembang dibibir Kristian, Saat melihat istrinya yang masih memejam dengan tubuh polos dibawah tebal nya selimut.


Dada bidang Kristian terekspose sempurna saat Ia sedikit menyibak selimut meraih remote untuk membuka tirai di kamar nya.


Pantulan cahaya matahari mulai masuk ke dalam kamar. Mengenai wajah cantik Desi yang


masih dengan bobo cantiknya.


Mata Desi perlahan terbuka, mendengar gemericik air di dalam kamar mandi.


Tapi Ia masih enggan untuk bangun dan memejam lagi.


Cklek..


Kristian keluar dari kamar mandi, Mendekati Desi menciumi wajah nya.


"Bangun Desi, "


Berbisik di telinga.


"Panggil aku sayang."


Suara parau khas bangun tidur.


"Kau, benar benar ya"


Menyikap selimut, menggelitik disana.


"Aa.. Hentikan. Kau yang mengerjai ku, membuatku tertidur selepas subuh tadi."


Mungkin terdengar manis jika kau benar memanggilku sayang.


Desi tertawa dalam hati.


Kristian meraih bathrobe menutupi tubuh polos Desi yang meringkuk diatas ranjang.


" Jika kau masih mengantuk, Kita tunda besok saja."


"Tidak, aku mau sekarang."


Desi melesat menuju kamar mandi, meski sedikit menggerutu karena harus mandi wajib untuk yang kedua kali nya pagi ini.


Kristian memeriksa travel bag milik Desi, mengeluarkan barang barang disana, mengganti nya dengan yang lebih kecil.


"Apa yang kau lakukan?,"


Kristian menoleh pada Desi.


"Tidak usah membawa barang tidak perlu,Kau akan mendapatkan ini semua disana."


"Baik lah tuan Kristian."


Eh, tunggu! ada yang sedikit aneh dengan mu.


Kau tetap tampan meski menanggalkan jas mu. Dengan pakaian casual begini.


"Bergegas lah. Kau tidak akan siap jika hanya mengagumi Ketampanan ku."


Ujar Kristian sambil mengensksn arloji di tangan kiri nya.


Desi dan Kristian menuruni tangga, Dengan tangan saling bertaut dan rona cerah diwajahnya.


"Kalian sudah siap?"

__ADS_1


Tanya Daddy yang telah menunggu di lantai bawah bersama sang istri.


"Kris dan Desi pamit ya Dad."


"Bersensng senang lah disana, jaga istri mu dengan baik."


Daddy menepuk bahu Kristian.


"So pasti Dad."


"Hati hati sayang,"


Nyonya Ramadhian memeluk Desi.


"Iya mom."


"Cepat lah hamil, buat kejutan untuk kami."


Mommy melepas pelukan nya.


Desi tersipu, kemudian menyalami kedua mertua nya.


Sopir telah menunggu di depan pintu utama, dua orang pelayan membawa kan travel bag milik Desi dan Kristian.


Sopir meraih nya memasuk kan kedalam bagasi. Kemudian kembali ke tempat semula menunggu tuan Kristian bersama nona.


Tidak lama Desi dan Kristian keluar dari pintu utama. secepat kilat sopir melesat membukakan pintu." Silahkan tuan"


"Terimakasih."


Jawab Desi.


Sopir kembali ke tempat nya, menarik seat belt dan memasang nya.


Sebenar nya untuk Desi sendiri masih canggung dengan lingkungan nya yang sekarang. Hidup dengan segala fasilitas yang bahkan tidak pernah Ia bayangkan sebelumnya.


Kristian menyandarkan kepalanya di bahu Desi membuyarkan lamunan.


Bahu Desi sudah menjadi tempat favoritnya ketika berdekatan.


Hingga mobil terus melaju menuju landasan pesawat pribadi milik keluarga Ramadhian.


Kristian dan Desi menaiki pesawat dengan saling menggenggam.


Desi memasuki Pesawat pribadi dengan design interior mewah dengan segala fasilitas yang baru kali ini Ia mendapatkan nya.


Armada besi mulai mengudara Meninggi menerjang gumpalan awan putih disana.


Hanya terlihat gumpalan awan putih dan sorot pantulan cahaya matahari dari Jendela.


Desi menggeser duduk nya mendekat pada Kristian yang berada di sofa yang sama.


Membaringkan tubuh nya dengan kepala berada di paha Kristian.


"Kau lelah?"


Berkata sambil mengusap kepala Desi yang tertutup hijab.


Secepat kilat Desi menggeleng.


"Aku sangat senang. Ini kali ketiga nya aku mengunjungi negara lain. Rasa nya berdebar, mungkin karena begitu sangat girang."


Ujar polos Desi.

__ADS_1


Kristian tergelak


"Aku bisa membawa mu keliling dunia jika kau mau."


Masih terus mengusap usap Desi.


"Nanti, jika kita tidak lagi hanya ber dua. Kau bisa membawa kami keliling dunia. "


Menggeser posisi kepala agar Desi bersitatap dengan Kristian.


Kristian mengerti apa yang Desi maksud.


"Apa kau hamil? "


Senyum mengembang di bibir Kristian merendahkan tubuh nya mengusap perut yang rata.


"Tidak, belum."


Desi menurunkan tangan Kristian dan bangkit dari tidur nya.


"Aku sudah mengingin kan nya. Namun sepertinya kita belum diberi amanah hingga sejauh itu."


Desi menghela mengusap rangsang pria tampan itu desebelah nya.


Muach..,!


Desi mendaratkan satu kecupan di bibir Kristian.Kemudisn melesat menuju kamar minimalis yang pintu nya setengah bergeser.


"Kau menggoda ku ya."


Kristian bangkit mengikuti Desi yang tergelak masih dengan tawa nya begitu terdengar sangat bahagia.




Pesawat masih terus mengudara, Pramugari Sesekali menghampiri membawa makanan, cemilan atau menawarkan sesuatu yang mungkin Desi dan bos nya butuh kan.


"Tidak Terimakasih."


Ucapan sopan keluar dari bibir Desi saat pramugari bertanya apa anda membutuhkan sesuatu.


"Aku hanya menginginkan kau selalu di sisi ku."


Ujar Desi dalam hati yang berbaring di lengan kekar Kristian dengan tangan saling Ia tautkan


di kamar minimalis masih di dalam pesawat.


"Perjalanan masih jauh, kau bisa tidur dan ku bangunkan jika hampir sampai."Mendekatkan wajah nya menciumi pucuk kepala Desi.


"Aku tidak mau. Aku sangat menikmati berdua dengan mu. Kau selalu sibuk, Hanya memiliki waktu senggang jika Ahir pekan. "


Desi menoleh pada Kristian.


Tatapan keduanya bertemu hingga tanpa aba aba Desi menempel kan bibir nya dengan bibir Kristian. Menaut lembut disana merasakan aliran cinta menjalar di setiap nadi keduanya.


Desi sebenarnya mengharap sesuatu, namun sadar diri, ini kan di dalam pesawat.


Sesuatu milik Kristian yang sering dan hampir setiap malam kecuali sedang berhalangan membenam kedalam milik nya. Seolah sudah menjadi candu kehangatan penghantar tidur lelap nya dimalam hari.


Pesawat terus mengudara membawa Desi dan Kristian yang terlelap saling memeluk. hingga waktu terus berganti menit pun terus berputar.


Next

__ADS_1


__ADS_2