Goodbye KRISTIAN

Goodbye KRISTIAN
Honeymoon


__ADS_3

Tokyo, Japan.


Armada besi telah mendarat dengan sempurna, Senyum mengembang terurai di bibir Desi dengan wajah cerah melebihi mentari, sejak sebelum turun dari pesawat hingga


Keluar dari Airport dengan tangan saling menggenggam dan tangan kiri Kristian menarik travel bag milik nya.


Tidak ada asisten atau pengganggu lain nya yang bersama mereka. Meski perjalanan ke Tokyo kali ini tidak hanya untuk berbulan madu, Namun hati Desi tetaplah berbunga bunga, ini baru pertama kali Ia menginjak kan kaki nya di Negara ini.


Seseorang berstelan jas dengan sikap tegap sempurna membawa kertas lebar bertulis kan Nama Kristian. Itu lah sopir yang di perintahkan untuk menjemput mereka.


"Yōkoso, rīdā ga anata o mukae ni iku yō ni meijimashita"


Pria itu membungkuk kemudian membukakan pintu mempersilahkan Kristian dan Desi masuk ke mobil.


Kristian menyerahkan travel bag kemudian mengajak Desi menyuruh nya masuk kedalam mobil.


Kristian kemudian berbicara dengan sopir menggunakan bahasa asing yang Desi sungguh tidak mengerti apa artinya.


Jadi semakin terlihat bodoh nya aku.


"Kau melamun."


"Eh?"


Desi menoleh ternyata Kristian telah berada di samping nya dengan sopir yang kemudian melajukan mobil.


"Tidak ada, hanya mengagumi mu."


Mengagumi pria yang hampir sempurna Dimata ku. Pria hangat dan manis baik sikap dan ucapanmu. Pria yang hampir mendekati sempurna di mata ku dari cara mu mencintai wanita seperti aku.


Mobil terus melaju, Desi menatap sekeliling dengan lamunan yang terus berkelana kemana mana.


Kristian meraih Desi agar menyandar di bahu nya.


"Ternyata kota Tokyo itu indah ya. Terimakasih mengajak ku kemari."


Semakin mendekatkan tubuh nya menyandar di dada Kristian.


Kristian meraih tangan Desi dan mengecup nya."Aku bisa mengajak mu keliling dunia jika kau mau."


Membenturkan kepala nya pada kepala Desi namun tidak sakit.


"Bukan itu maksud ku. Kau selalu berlebihan."


Mengusap usap pipi Kristian mengecup nya disana. Rahang pria tampan ini yang selalu membuatku tergila gila. "Seperti ini saja aku sudah sangat bahagia."


"Minta lah sesuatu pada ku. Dengan senang hati akan aku berikan."


Kristian Menyentuh dagu Desi Mencubit hidung kemudian karena gemas.


Desi menggeleng kan kepala.


"Aku tidak menginginkan apa pun. Semua yang aku inginkan telah aku dapat kan.,"


Desi semakin erat memeluk Kristian, menyandarkan kepalanya di dada bidang yang selalu membuat nya nyaman.


"Memang apa yang kau inginkan"


"Hidup bersama mu, apa lagi,?!."


Desi mengherdik kan bahu.

__ADS_1


"Terus lah seperti ini, terus lah jatuh cinta pada ku"


Desi memejam di dalam dekapan Kristian, tidak terasa hingga mobil sampai di depan hotel berbintang di kota Tokyo.


"Kau tidur lelap sekali."


Kristian berusaha membangunkan Desi namun tetap saja Ia tidak terbangun.


Kristian pun menyerah memilih meraih Desi menggendong nya masuk kedalam hotel.


Desi terkesiap saat membuka mata telah berada di dalam kamar.


"Sayang, turun kan aku."


"Kamar hotel berbintang hanya seperti ini? Ini tidak lebih baik dari kamar ku."


Kristian pun menurunkan Desi. Meraih remote membuka tirai yang memperlihatkan pemandangan kota Tokyo dimalam hari.


"Tapi cukup lumayan. Tidak buruk.,"



"Sayang, aku menyukai ini semua."


Mendekat pada Kristian mengalungkan tangan nya di leher menjinjit kemudian menempelkan bibir nya pada bibir Kristian.


Muach,!


Kristian sedikit menarik ujung bibir nya,


"Kau mulai berani menggoda ku ya" memanggut bibir mungil Desi memperdalam ciuman nya.


Ciuman semakin menggebu dengan tangan kiri Kristian menahan pinggang Desi dan tangan kanan menurunkan resleting punggung hingga dress Desi perlahan terbuka dan tergeletak di lantai.


Kristian kembali memanggut bibir Desi memperdalam ciuman nya dengan tangan me..Ra..ba bu..kit kenyal besar menonjol.


Desi semakin meng..gel..iat ketika lidah itu bermain di a..tas bukit dan meny..e..sap PU..Ting dan memainkan nya dengan lidah.


De..sa..Han mulai mengudara meski telah berusaha me nahan nya. Saat lidah itu mulai menjelajah bergerilya tanpa terlewat sedikit pun setiap lekuk disana.


Kristian membawa Desi mereba..h di sofa.


Memanggut lagi dan lagi hingga pakaian kedua nya tertanggal semua berserak di mana mana.


Tangan kanan Kristian mulai bermain keluar ma..suk di bawah sana membuat Desi men..ce..ngkram rambut Kristian saat lidah dan tangan kiri nya terus mempermainkan bukit Ken..yal itu.


Kristian menautkan tangan nya dengan tangan Desi dan sedikit menahan nya.


"Aaa...hhhhh..."


Terasa begitu ni..kma..t ketika sesuatu milik Kristian yang telah menegang membelah membenam sempurna.


Tidak ada lagi efek nyeri atau semacam nya.


Semua terasa begitu ni...kma..t saat Kristian terus mem..ompa di sana.


Sudah menjadi candu untuk kedua nya pergulatan nik...m..at ekspresi dari cinta kedua anak manusia disana.


De..sa..Han mengudara untuk kesekian kali nya, hingga Desi mencapai titik ni..Kma..t nya


Pun Ahir nya meledak hangat di bawah sana.

__ADS_1


Kristian semakin mempercepat ritme nya mengg..ebu memompa hingga terjadilah ledakan ha ngat di dalam sana.


Kristian mengecup bibir Desi mengusap peluh di dahi.


Meringsut mengeluarkan milik nya.


"Aku ada pertemuan dengan Mr tsiachi 1 jam lagi."


Mengecup dahi Desi, kemudian bangkit dari atas tu buh Nya.


"Apa akan lama?"


"Tidak, Aku segera kembali. Pertemuan nya masih di dalam hotel ini, sebaik nya kau tidak pergi kemanapun"


Meraih bathrobe membawa nya menuju kamar mandi.


"Baik lah tuan Kristian. "


Meraih bathrobe kemudian mengenakan nya.


Merendahkan tubuh nya memunguti pakaian yang berserak di lantai.


Desi menunggu Kristian sambil berbaring di atas ranjang. Menunggu hingga tidak terasa ia pun mata nya menejam.


"Kau sudah tidur lama tadi"


ujar Kristian sambil menyentuh pipi dan mencium dahi nya.


Kristian mengenakan sendiri jas nya, memasang dasi melingkarkan arloji di tangan nya membuka pintu bergegas menuju lantai di bawah nya.


Kubaikel besi terbuka, Kristian keluar disambut sedikit membungkuk dari pengusaha yang telah menunggu nya.


Mr tsaichi sang pemilik hotel tempat Kristian dan menginap saat ini.


"Mr Kristian. Suatu kehormatan anda memenuhi undangan kami."


Kristian di persilahkan untuk duduk.


Mr tsaichi telah lama bekerja sama dengan perusahaan milik tuan Ramadhian.


Kerja sama saling menguntungkan kedua belah pihak hingga tercipta persahabatan dengan tuan Ramadhian juga putra nya.


****


Di tempat lain.


"Terus awasi pergerakan nya, jangan sampai kalian lengah"


Seseorang memberi perintah dari ponsel Nya.


-


-


-


-



The Police sudah rilis hingga chapter ke 27

__ADS_1


Berkisah tentang Polisi internasional dan Sekelompok Mafia. Yuk ikuti Kisah nya hanya di The Police..


Terimakasih..


__ADS_2