Goodbye KRISTIAN

Goodbye KRISTIAN
Drama telenovela.


__ADS_3

Begitu nyaman merebah di pelukan Kristian yang menyandar di kabin belakang memeluk istrinya. Meski Desi semakin begitu manja meminta ini dan itu namun Kristian sedikitpun tidak keberatan.


Asisten Mr Tsaichi mendengus kesal mendapatkan perintah mengantar Kristian dan Desi menuju landasan pesawat pribadi yang telah menunggunya disana.


Sudah ku duga pasti akan melihat moment seperti ini. Kemesraan yang tidak pernah Ia lakukan selain dengan wanita yang singgah sesaat namun tidak untuk jatuh cinta apa lagi serius.


Mengumpat dalam hati karena sejujurnya Ia Mengutuki hati nya yang tertarik pada Nyonya Kristian.


Lebih baik fokus mengemudi diam tanpa sepatah kata pun adalah keputusan yang tepat, menjawab jika di tanya dan terus memandang ke jalanan.


Asisten Mr Tsaichi menguatkan hati nya tanpa bersuara.


"Sayang, aku tiba tiba merindukan Abah."


Berkata sambil mengusap dada Kristian yang dibalut pakaian formal.


"Kita akan mengunjungi nya di Ahir pekan. mengantarkan oleh oleh untuk mereka dan menginap satu atau dua malam."


Mengusap usap bahu Desi kemudian.


"Terimakasih Sayang."


"Nak, Daddy mu akan membuat kita selalu bahagia. Menuruti semua kemauan kau dan mommy selalu."


Mengusap perut Desi yang masih rata.


Kristian tergelak "Aku tidak menyangka, kau benar benar tumbuh disana baby. Tumbuhlah dengan sehat, kau membawa warna baru di hidup mommy dan Daddy."


Mengusap usap perut Desi.


"Kita sudah bertemu semalam, mommy mu menyuruh Daddy mengunjungi mu."


Mengulas senyum samar.


"Apa sih?!. "


Desi menenggelamkan wajah nya karena malu.


Mengingat kejadian semalam yang entah apa sedang merasuki nya benar benar meminta pada Kristian.


"Sayang, aku merindukan milik mu yang terbiasa menyatu dengan ku hampir setiap malam."


Berbisik di telinga Kristian kemudian men..ji..Lat nya.


Aaa malu nya..


Adegan semalam saat Desi mendominasi kembali terngiang membuat wajah Desi semakin memerah padam.


Kristian tergelak pun tubuh nya bergetar menahan tawa.


" Aku mencintaimu sayang."


Menarik keluar tubuh Desi mengangkat dagu agar mendongak pun Ahir nya Kristian menyatukan bibir nya.


******* lembut mengalirkan rasa cinta nya disana.


Ada dia di depan kita."


Desi melepas ciumannya, Melirik Asisten Mr tsaichi yang terus mengemudi melajukan mobil .


"Dia tidak mengerti bahasa kita.'


Kristian mengherdik kan bahu.


"Tapi sepertinya dia tahu kita berciuman"


Menoleh pada Kristian.


"Biarkan saja Jika dia iri, lakukan saja dengan istri atau wanita nya jika dia mau."

__ADS_1


Meraih Desi kembali masuk kedalam dekapannya seperti tadi.


Setelah lama di perjalanan mereka pun sampai di landasan pesawat pribadi milik keluarga Ramadhian.


"Dōzo ominogashinaku"


(Silahkan tuan, nona.)


Asisten Mr Tsaichi membukakan pintu.


Kristian keluar dari mobil masih dengang merangkul istri nya hendak mengusapkan terimakasih pada Asisten Mr tsaichi.


"Dōmo arigatōgozaimashita, gomeiwaku o okake shite mōshiwakegozaimasen."


(Terimakasih banyak, Maaf sudah banyak menyusahkan mu ")


Tepuk Kristian di bahu Asisten Mr Tsaichi.


Asisten Mr Tsaichi sedikit menunduk menghormati Kristian dan Desi yang berlalu menaiki tangga masuk kedalam pesawat.


Barang barang Desi telah tersusun cantik di dalam bagasi pesawat yang mereka naiki.


Sedangkan si pemilik barang sedang bermanja manja di dalam ranjang yang terdapat di dalam pesawat yang baru saja mengudara Meninggi menjauh dari negeri sakura itu.


"Mesti nya aku ubah judul buku diary ku dengan I Love You Kristian Atau My Perfect husband atau___"


"Kau menulis diary?."


Tatap Kristian tidak percaya.


"Em. ya Aku menulis nya."


Desi mengangguk.


"Lalu apa judul nya, Mengapa ingin kau ubah."


Kristian berkerut dahi.


"Judul nya Goodbye Kristian."


"Kau ingin meninggalkan ku lagi atau berharap aku pergi dari mu?."


Kristian berkerut dahi kemudian bangkit dari tidur nya duduk mundur ke belakang menyandar di sana.


"tidak Bukan... Dulu karena aku Fikir kita sudah berakhir dan kau tidak pernah menyusul ku ke Jakarta."


Kembali bermanja menjadikan paha Kristian sebagai bantal.


"Jangan pernah pergi lagi dari ku."


Kristian mengusap rambut lurus Desi yang telah Ia tanggalkan hijab nya.


Desi menggeleng kan kepala cepat.


"Tidak akan, Tidak akan pernah kecuali paru paru ku berhenti bernafas aku tidak tahu karena diluar kendali."


hahaha "Kau berbicara seperti sedang memainkan drama telenovela."


"Telenovela yang mengisahkan Mr and Mrs Kristian."


Balas Desi sambil menahan mata nya berat. Menguap pun kemudian menutup mulutnya.


Aku ngantuk


Tangan Kristian masih terus mengusap usap di kepala Desi hingga Desi pun memejam.


"Tidurlah sayang, Kau banyak sekali bicara Ahir Ahir ini."


Kecup Kristian di dahi Desi.

__ADS_1


Kristian menggeser kepala Desi perlahan menurunkan dari paha meletakkan keatas bantal.


Kristian merebahkan diri nya di samping Desi mengusap perut nya yang masih rata.


"Jangan menyusahkan mommy mu ya, Sayang."


Kristian pun akhirnya ikut memejam sambil memeluk istrinya.


***


Armada besi membawa jauh pasangan suami istri itu mengudara melewati beberapa Negara hingga sampai di kota tujuan setelah menempuh perjalanan yang cukup lama.


Jakarta- Indonesia.


Desi terus mendekap Kristian sepanjang perjalanan dari landasan pesawat hingga kediaman Keluarga Ramadhian.


Bermanja saat turun dari pesawat dengan memegangi lengan Kristian, Memasuki mobil pun terus menempel pada nya.


Seperti candu dada bidang itu menenangkan hati nya, mendekap nya merasa terlindungi.


,"Kita hampir Sampai."


Kristian berucap membuyarkan lamunan.


Desi melepaskan pelukannya menatap kaca mobil di samping.


"Jalanan ini, aku tahu ini dimana "


Memandang jalanan yang ia hafal di luar kepala.


"Kita hampir sampai."


Mobil melewati gerbang tinggi rumah itu. Melewati taman dan rerumputan hijau di sisi kanan dan kiri hingga sampai di depan pintu utama kediaman Ramadian.


Kristian dan Desi mengucapkan salam bersamaan.


Dijawab pelayan yang kebetulan sedang membersihkan sisa orang yang datang.


Terlihat di atas meja ruang tamu terdapat dua cangkir kopi.


"Tuan Kristian, Nona Desi."


Mereka menyapa ramah.


"Dimana Mommy dan Daddy?."


Kristian mengedarkan pandangan menatap sekeliling.


"Di kamar tuan, apa perlu saya panggil kan?."


Ujar nya dengan sangat sopan.


"Tidak perlu, Ambilkan saja barang barang Desi di dalam mobil. Letakkan di kamar sekarang.


"Baik tuan."


Dua pelayan itu membungkuk kemudian pergi dari sana, menuju mobil terperangah melihat barang barang yang ada.


,"Apa nona ingin membuat toko seperti kita lihat saat berbelanja ke pasar."


"Hus, jaga ucapan mu. Aku Fikir ini oleh oleh untuk semua orang karena memang nona sangat baik."


"Kau benar, Ayo segera bereskan sebelum tuan Kristian memotong gaji mu,!."


Lawan bicara tersentak kemudian tertawa dengan lepas. membayangkan Kristian yang memekik menghardik.


-


-

__ADS_1


Next


__ADS_2