
Terimakasih yang sebesar besar nya untuk kalian semua kawan...πππ yang telah mendukung Goodbye Kristian.
Aku tidak ada apa apa nya tanpa kalian semua.... Terimakasih...
Bocoran untuk Novel selanjutnya rilis bulan Februari.
Mohon maaf kisah ini bukan tentang kisah religi atau semacam nya, jadi mohon maaf juga bila terdapat adegan dewasa dan juga ke-ke_ rasanπππ
Judul: Tak kusangka bisa mencintaimu.
Hazelo Zadureingaz Walson mengepalkan tangannya dengan rahang yang mengeras tentunya menahan amarah akibat pertengkaran dengan sang istri yang baru satu bulan Ia nikahi.
******
15 menit yang lalu.
"Kau mau kemana?."
Hazelo baru saja pulang dari kantor bertanya pada istrinya sambil melepaskan arloji meletakkan di atas nakas.
Mendapati istrinya mengenakan pakaian yang memperlihatkan setiap lekuk disana dengan belahan dada menonjol dan paha yang terekspose disana bahkan tatto di dada yang baru kali ini Hazelo lihat terekspose juga.
"Bukan urusan mu!."
Berkata dengan ketus sambil memasang high heels di kaki nya.
Acuh! Sedikit pun tidak melirik kedatangan hazelo suami nya.
"Suka atau tidak, aku itu suamimu?!"
Hazelo meninggikan suara.
"Persetan dengan itu kau Fikir aku peduli???! "
Mengherdikan bahu meraih tas dan ponsel nya kemudian.
"Gaby kau sudah menikah dan aku berhak tau kau pergi kemana!."
"Persetan dengan pernikahan kita!!."
Gaby melangkah melawati hazel hendak membuka pintu.
"Apa maksud mu?!"
Menarik tangan Gaby menahan nya agar tidak pergi.
"LEPASKAN!!."
"Kau tahu kan Tuan Muda Hazelo yang terhormat, aku tidak pernah tertarik dengan pria!!."
Berbicara dengan lantang menekan kalimat terakhir nya.
"Lalu mengapa kau menyetujui pernikahan ini?!."
Mendorong tubuh Gaby mengukung nya di dinding.
"Orang tua ku yang menjodohkan kita sejak masih kecil tuan Hazelo. Perjodohan bodoh ini membuatku tersiksa."
Gaby menatap Hazel dengan tatapan benci.
"Kau tahu Hazelo?! sedikit pun aku tidak pernah tertarik dengan mu."
Mendorong tubuh Hazel menghempaskan tangan nya kemudian meraih handle pintu.
Brrrraaakkk!
Gaby membanting pintu kamar membuat Hazelo tersentak.
"Brengs*k!! Kau benar benar menginjak injak harga diriku Gaby. Kita lihat saja, kau akan tergila gila pada ku dan mengemis cinta setelah aku campak kan."
Flash back off...
Hazelo masih duduk di tepi ranjang, tangan nya masih mengepal geram atas perilaku istri nya.
"Buugh!!"
Hazelo memukul dinding dengan tangan nya.
Tok..tok..
"Apa aku boleh masuk Tuan Muda?"
"Masuk lah."
Miguel membuka pintu masuk kedalam kamar mendekat pada Tuan Muda
__ADS_1
"Izinkan aku untuk membawa nona kembali Tuan."
"Kau mendengar pertengkaran ku?."
Melirik pada Miguel.
Tentu saja, aku tepat berada di depan pintu. Dan Aku tidak tuli tuan.
Lagi pula kamar ini tidak ada peredam suara kan?!.
"Maaf tuan, tapi aku belum pergi sebelum anda menyuruh aku pergi."
Sedikit membungkuk, Miguel berharap tidak terkena imbas dari kemarahan Tuan Muda.
" Ini sudah malam, Kau boleh pergi Miguel"
"Baik tuan Muda."
Miguel sedikit membungkuk kemudian berbalik meraih handle pintu hendak keluar.
"Miguel."
Miguel mengurungkan niat nya segera berbalik.
"Ya Tuan Muda."
" Lacak dimana Gabriella, Aku akan mencarinya sendiri."
(Gabriella adalah Gaby. Namun teman kencan nya menyebut nya Ge.,")
"Baik Tuan Muda."
Miguel Keluar dari kamar utama, menuruni anak tangga menghubungi seseorang sebelum Melangkah keluar dari pintu depan.
"Lacak keberadaan Nona Gabriella."
***
Dentuman musik DJ menggema di dalam ruangan besar dengan gemerlap nya lampu disco.
Sesaat sebelumnya Hazelo meraih kaca mata hitam menggunakan nya kemudian keluar dari kamar mengikuti mobil istri nya melesat menembus hening nya malam hari menuju suatu rumah mewah dan memarkirkan mobil nya sembarangan.
Terlihat dari kejauhan, Hazelo yang berdiri menyandar di mobil sambil mengudara kan asap.
Gaby masuk ke dalam rumah mewah itu melewati security yang berjaga di luar.
Dentuman musik malam terus bergema semakin larut semakin erotis.
Tentu tidak ada pria di sana Semua adalah wanita. Sebuah komunitas Ab-Normal yang dipandang Menjijikkan dari segelintir orang.
Diantara mereka ada yang sedang ber..cum .Bu di sana ada pula yang berdansa di bawah gemerlap nya lampu.
Di belakang koridor ada pula yang saling me..re..mas bukit kenyal kedua nya dengan lidah saling bertaut.
Ada pula yang saling bercinta di dalam kolam renang.
Di dalam kamar kamar di lantai dua pun terdapat wanita berpasang pasangan.
"Hi baby, Happy birthday."
Ujar Gaby pada Zoe yang juga seorang wanita, kemudian bibir mereka pun saling menyatu.
"Cih, Menjijikkan!!"
Itu yang akan semua orang normal katakan jika melihat pemandangan itu.
Gaby meraih wine di atas meja bar kemudian menyesap nya, melangkah gontai mengayunkan tas nya kemudian duduk di sofa menyilangkan kaki dekat kolam renang.
Hazelo membuang puntung ro-koknya melangkah lebar menuju ke rumah itu.
Tepat di depan pintu utama dua orang Security
berjaga menghalangi langkah Hazelo.
"Anda tidak diperbolehkan masuk tuan."
Security menghadang Hazelo.
Hazelo tidak mengidahkan tetap berusaha masuk ke dalam.
Security tetap menghadang menghalangi langkah Hazelo.
"Sebaiknya anda pergi dari sini sebelum kami berbuat kasar.".
Hazelo menyeringai,
__ADS_1
"Apa kalian ingin mati?." kemudian melepas kacamata hitam nya.
Seketika Security itu terperangah dan tubuh nya membeku.
"Tu..tuan Muda Hazelo."
Kedua security itu berlutut.
Menunduk menekuk wajah nya, takut.
Aku masih ingin hidup, Ibu tolong aku...!!!
Salah satu security itu memekik dalam hati.
"A..ampun tuan."
Kedua security itu berkata bersamaan dengan kepala terus menunduk.
"Menyingkir!!"
Hazelo melewati security yan bergegas menyingkir.
"Apa besok kita masih bisa bekerja?."
Melirik rekan disebelah nya.
"Besok kita masih bernafas saja suatu keberuntungan, tidak perlu membahas pekerjaan."
Security mengusap peluh sisa getaran tubuh nya tadi.
Di dalam ruangan pesta.
Salah satu wanita menganga tidak percaya melihat siapa yang datang masuk kedalam.
"Tu.. tuan Hazelo."
Brakkk
Wanita itu menjatuhkan gelas wine saking terkejut nya.
"Gabriella!!!."
Suara Hazelo menggema memenuhi ruangan.
Aktivitas di sana berhenti seketika menoleh pada Hazelo. Musik Disco pun berhenti seketika saat seorang DJ yang tersentak dengan suara Hazelo yang menggema.
Gaby bangkit dari duduknya tidak percaya, menoleh pada Hazelo yang datang mendekat pada nya.
Hazelo terus mendekati Gaby yang mundur ke belakang.
Mengapa Tuan muda Hazelo mengenal Geby,?
Pertanyaan Zoe juga para wanita yang ada di sana dalam hati.
" Jangan mendekat?!."
Gaby meninggikan suara mencegah Hazelo mendekat.
Hazelo tidak perduli malah semakin mendekati Gaby dengan tatapan tajam dan wajah marah mendominasi.
Sial!! Jika terus mundur aku bisa tercebur ke dalam kolam renang.
Hazelo tiba tiba melepaskan Jas nya melempar sembarang arah.
Terus mendekati Gaby yang nyali nya pun telah menciut.
Tiba tiba...
"Aaaaaa!!."
Gaby menjerit.
"Byyyuuuuuuuuurrrrrrr!!."
Hazelo mendorong Gaby hingga tercebur masuk kedalam kolam renang.
Gaby gelagapan kemudian berusaha berenang menepi.
"Sialan kau Hezelo?! Apa mau mu!."
Gaby berteriak membuat orang disana merinding.
Punya kekuatan apa kau berani membentak Tuan Muda Hazelo, Gaby.
Ujar Zoe kekasih Gaby dalam hati...
__ADS_1
-