Goodbye KRISTIAN

Goodbye KRISTIAN
I love you Kristian.


__ADS_3

"Maaf menyakiti mu."


Kristian menarik selimut menutupi kaki Desi yang duduk bersandar di atas ranjang.


Desi memalingkan wajah nya berusaha menutupi rona di wajah nya.


Mengingat kejadian di kamar mandi ketika Kristian melepas kan milik nya. Kemudian meraih bathrobe untuk menutupi tubuh polos nya.


Mengendong Desi setelah Kristian melilitkan handuk di pinggang nya sendiri.


Membawa Desi menuju ranjang dan mendudukkan nya di situ.


Kristian beralih kesamping kemudian merebahkan diri dengan kepala berada di atas paha Desi. Tubuh atletis itu terekspose sempurna.


Glek...


Desi menelan Silva. wajah nya semakin merona.


Mengapa terjebak dalam situasi seperti ini?


Kristian memejam ketika tangan lembut Desi menyentuh dahi hingga rambut nya yang basah.


Burung camar, tidur lah!.


Dan sial nya yang dibawah sana masih tetap memegang.


Desi terus mengusap usap Kristian yang masih memejamkan mata nya. Kristian sedang menahan sesuatu tanpa Desi sadari.


"Sayang, Apa anda demam?."


Menyentuh pipi Kristian yang menghangat.


Kau bodoh sekali!


Aku tidak Demam. Tp berusaha menahan diri.


Kristian hanya diam. hanya terdengar deru nafas nya disana.


Jika terus begini, sampai kapan aku bisa menahan diri. SIAL!


Kristian membuka mata, Menarik nafas nya dalam.


"Anda tidak tidur?."


Desi sedikit membungkuk merendahkan tubuh nya.


Rambut lurus yang basah meneteskan air di wajah Kristian.


Sorot mata saling bertemu. Kristian mengangkat tangan nya, menyentuh pipi Desi.


Desi semakin membungkuk mendekatkan wajah nya. Semakin dekat hingga berjarak beberapa centi.


"Muach."


Secepat kilat Desi menempel kan bibir nya pada pipi Kristian. Seketika berpaling. karena malu.

__ADS_1


Aku pasti sudah gila!


"Bukan begitu cara berciuman. Kau sudah pernah melakukan nya dengan ku kan."


Kristian tersenyum samar Meraih Desi untuk merendahkan tubuh nya.


Dan terjadi, Ciuman hangat hingga waktu yang cukup lama.


Tangan Kristian menyentuh dada yang menonjol. Me.ra..ba masuk ke dalam bathrobe


Me..re..mas lembut gundukan besar keny..al di sana.


Nafas Desi semakin tidak beraturan. Merasakan aliran listrik yang menjalar di sekujur tubuh.


Kristian bangkit dari tidur nya. Melepas tautan nya kemudian duduk menatap lekat Desi menyentuh kan dahi nya pada dahi Desi.


Kristian, bisa tidak menjauh saat bicara.


Dada Desi semakin berdebar.


"Jika kau terus memancing, aku tidak mampu lagi menahan nya."


Desi terkesiap ketika tangan Kristian berada di pinggang Desi.


Cup...


Menautkan bibir nya pada bibir Desi. Tautan semakin dalam hingga lidah membelit sempurna.


Tangan Kanan Kristian mulai menarik ikatan bathrobe. Menurunkan nya membiarkan bahu mulus terekspose sempurna.


"Ehhhggghhh..."


De..sa..Han mulai mendayu di telinga Kristian.


Membuat nya memacu adrenalin.


Li..dah Kristian mula menjelajah na..kal pada telinga Desi kemudian berbisik " I love you"


Desi merinding bukan hanya karena suara de..sa..Han di telinga, Tapi karena Li..dah nakal Kristian bermain di telinga Desi.


Kristian terus men..je..lajah dengan kecu..pan berkali kali di setiap lekuk Desi. Tangan Kristian masih terus me..re..mas bukit Keny..Al itu.


"Akkkhh."


Desa..Han laknat terdengar mendayu ketika Li..dah menye..sap


PU..Ting bukit keny..Al itu. Dengan tangan mulai bergerilya di bawah sana. Mengusap memainkan inti di bawah sana membuat Desi me..re..mas rambut Kristian yang berada di dada nya.


Kristian membantu Desi perlahan merebahkan tubuh nya, Melempar bathrobe yang telah terbuka sempurna.


Melepas handuk yang masih melilit di pinggang hingga terekspose lah burung camar yang menegang sempurna.


Kristian mposisikan dirinya. Me..nin..dih Desi dan siap untuk membelah kedalam sana.


"Ini akan sakit. Aku tidak akan melanjutkan jika kau tidak siap."

__ADS_1


Mengecup dahi Desi.


"Saya akan mampu menahan nya.,"


Muach..Mengecup bibir Kristian untuk beberapa detik.


Menunggu..


Kristian tersenyum samar.


"Kau bisa berbagi rasa sakit itu dengan ku. Lakukan sesukamu pada punggung ku. Jangan pernah menahan diri."


Kristian menautkan bibir nya lagi.


Mulai membelah perlahan. Menerobos memasukkan burung camar nya terasa sangat sulit.


Rinti..han terdengar di telinga. Ada sesuatu yang memenuhi inti disana. terasa perih dan koyak di bawah sana seperti tertusuk benda tumpul.


Namun ada juga efektif tagih yang semakin menjadi.


Desi me..re..mas punggung Kristian, Me.. Nye..sap kuat bibir nya.


Hingga Ahir nya milik Kristian terbenam sempurna.


"Ahhhggghh.."


Kristian mulai menggerakkan pin99ulnya.


Dengan ritme yang lembut me..mompa disana.


Rasa sakit itu berubah menjadi sesuatu yang membuat Desi menggila. Menikmati setiap hen..takan yang Kristian ciptakan.


"No.."


Rin..tihan semakin mendayu di telinga. Memacu adrenalin membuat Kristian semakin mempercepat ritme nya. Kristian terus memompa hingga Desi sampai pada pun..caak nya.


Kristian terus memompa hingga kedua nya meledak bersama.


"I love you Kristian."


Desi menautkan bibir nya menikmati rasa yang belum pernah Ia rasa kan sebelum nya. Melepas semua penat dan cinta yang terpendam begitu lama.


Kristian menarik selimut menutupi tubuh polos Istri nya.


"Terimakasih, Aku jadi yang pertama untuk mu"


Mengecup Dahi Desi.


"Terimakasih juga anda tetap mencintai ku walau apa pun yang terjadi."


meraih tubuh Kristian membenamkan wajanya di Dada Desi.


"Bagaimana bisa kau menikah selama 8 bulan. namun suamimu tidak me nyentuh mu?


Akan aku jawab lain waktu.

__ADS_1


__ADS_2