Goodbye KRISTIAN

Goodbye KRISTIAN
Next


__ADS_3

"Aaaa...."


Desi memekik ketika tubuh nya melayang di udara bersama Kristian di atas nya yang memeluk erat tubuh Desi.


"Jangan Takut, Tubuh kita terikat. Rentangkan daja tangan mu buka mata nya dan nikmati angin yang menerjang mu. Aku akan terus begini memeluk mu. Tidak perlu takut." Kristian meninggikan suara.Tubuh nya melayang di udara setelah melompat dari Helicopter.


Sssrrruuuttt...!!!


Tas ransel yang berada di punggung Kristian di telah mengeluarkan parasut. "Kita akan baik baik saja" Semakin mempererat pelukannya.


" buka mata mu."


Desi pun membuka mata, gemetar takut namun merasa terlindungi sebab Kristian memeluk nya erat. Untuk pertama kali nya Ia terjun dari atas Helicopter, tapi ketika ia merentangkan tangan. Menerima terpaan angin, Merasa terlindungi sebab Kristian tidak melepaskan pelukan nya, Parasut yang diterpa angin pun melayang membawa mereka perlahan turuh ke bawah.


Kristian semakin mempererat.


"Aku bahagia...!!."


Kristian berteriak mengudarakan suara.


"Apa yang kau lakukan disaat begini?!." Desi memekik."Konyol sekali!!."


"Kenapa? Kau takut?!."


"Tentu saja! Bagaimana jika ada yang mencelakai mu sekarang?!."


" Bodoh!! Ini di negara kita, Daddy sangat berpengaruh di negara ini. Pelakunya pasti tertangkap sebelum kita mendarat?!."


Berbicara dengan volume yang tinggi.


"Kau Fikir Daddy dan orang orang ku akan diam saja????"


Benar juga.


"Kalau begitu.. Aku juga akan berteriak"


" I LOVE YOU KRISTIAN...!!!..""


Hahahaha..."Kau yang terbaik!!."


"Dan juga TAMPAN!!." Kristian menimpali.


"Siapa yang bilang kau tampan?."


Menoleh menggerutu.


"Aku lah!." Melengos.


Bisa bisa nya dia bertingkah imut begitu.


" Aaaa....Hijabku mau terbang!."


"Diam lah, biar aku pegang. Kau kenakan lagi jika sudah mendarat. Tidak akan ada yang melihat."


"Aku Mencintaimu Desi Kumala Marwan!!."


berbisik di telinga.


"Kau bicara apa,?! Aku tidak dengar!."


"Salah sendiri tidak dengar!."


"Menyebalkan!!."


" Aku mencintaimu, My Wife.."


Kristian berkata dengan menempelkan bibir nya di telinga.

__ADS_1


Mereka terbahak bahak di atas udara, hingga parasut itu membawa mereka terhempas angin


Rambut panjang Desi terurai, terhempas angin. Kristian mempererat pelukannya menciumi bahu hingga mereka sampai di lapangan luas yang sepi tanpa ada siapapun.


***


Sementara di sebuah rumah besar di komplek perumahan di pusat kota.


"KEBAKARAANN.... Kebakaran...!!."


Satu rumah dengan Api yang melahap apa saja di rumah itu, Kobaran api yang menjulang tinggi sangat sulit untuk di padamkan tidak ada korban jiwa namun sudah dipastikan tidak ada lagi yang tersisa di rumah itu.


Seorang Nyonya hanya bisa berlutut menangisi nasib nya. Stasiun Televisi satu satu nya perusahaan yang Ia miliki telah bangkrut sejak saat itu. Disegel pihak Bank sebab hutang yang tidak mampu lagi untuk menebus nya. Satu satu nya harta yang Ia miliki pun hangus seketika. Kebodohan nya yang ingin membalas dendam semakin memperkeruh keadaan.


Seperti nya tidak ada kesempatan lagi untuk berlutut atau memohon ampun.


Tidak...


Mereka benar benar sudah tamat ..


"Ikut kami Nyonya,"


"LEPASKAN?! Apa salah ku!"


Beberapa orang aparat kepolisian mendatangi wanita itu, memborgol nya kemudian.


"Anda bisa jelaskan di kantor."


Membawa paksa masuk kedalam mobil.


Sial?! melawan pun sia sia, Kristian brengs,*k..!!


Sirine mobil itu masih terdengar meski mereka semua telah pergi dari tempat itu.


" Selamat menikmati masa tuamu bersama anak dan suami mu di penjara!...Nyonya..."


Asisten Kristian berkata sambil mengudara kan asap menyilang kan kaki sabil bersandar di kabin belakang mobil nya.


"Baik Tuan."


Sementara di dalam kantor kepolisian.


"Kalian semua Brengs*k!!'


Hahaha ..


Wanita itu memekik kemudian tertawa.


Hik hik hu.....


Tiba tiba menangis sejadi jadi nya.


Tim penyidik cukup kesulitan sebab wanita itu terus meronta, memaki memekik namun tiba tiba menangis. Berkali kali mengumpat menyebut nama anak dan suami nya yang telah lebih dahulu ditahan karena kejahatan yang mereka lakukan.


Ya, seperti nya wanita ini mengalami gangguan jiwa yaitu depresi atau semacam nya.


***


Di dalam Kediaman Tuan Ramadhian.


"Daddy, apa yang aku dengar itu benar?."


Nyonya Ramadhian mendekati suami nya yang berdiri di balkon menyandar pada teralis sambil memperhatikan ponsel nya.


"HM?."


Tuan Ramadhian hanya menyahut sekenanya masih fokus dengan layar ponsel yang ia genggam.

__ADS_1


"Aku serius Daddy, bagaimana dengan Desi dan Kristian? Apa terjadi sesuatu pada mereka?."


Berdecak sebab yang diajak bicara tidak merespon.


" Sayang kau banyak menonton drama semalam, itu sebab nya bicara mu tidak jelas."


"Daddy, jawab saja aku!." Kesal.


"Mom, Semua sudah di beres kan. Kristian tidak cukup bodoh hanya untuk menghadapi hal sepele begini." Mematikan ponsel nya meletak kan di atas meja didepan dinding kaca.


"Aku hanya cemas."


"Semua baik baik saja."


Nyonya Ramadhian Ahir nya menarik nafas nya lega.


"Biar aku beri tahu, ketika Kristian di Tokyo Ia pernah tertembak. Tapi mampu mengatasi nya tanpa aku harus turun tangan, Hal begini tidak perlu di cemaskan sebab Ia sudah tahu yang harus di lakukan."


Mengusap rambut Istri nya mengecup dahi nya lagi dan lagi.


"Sungguh,?! Anak nakal! Mengapa tidak mengabari?." Berbicara sambil menurunkan bibir Tuan Ramadhian dengan tangan nya bermaksud menghentikan ciuman suaminya.


Tuan Ramadhian malah meraih tangan istrinya, menahan pinggang mencium bibir istri nya kemudian.


"Kau selalu seperti ini, kita bukan anak muda lagi. kau sudah punya cucu." Merona malu malu.


Ketika baru saja Tuan Ramadhian mencium tanpa aba aba.


"Tapi cinta ku untuk mu tidak pernah berubah."


Mencium istri nya lagi dan lagi.


"Selalu sama dan akan terus begini mungkin hingga aku tiada."


"Daddy..., Kau dan anak anak mu sama saja! Aku jadi Faham, dari mana sifat mereka berdua menurun." Mengusap kepala Tuan Ramadhian yang sesuka hati menenggelamkan kepalanya di bahu.


"Kristian dan Farel, bagiku mereka istimewa."


Lirih Tuan Ramadhian.


"Tidak disangka, anak anak kita pun telah Dewasa. Sebentar lagi, rumah ini akan diramaikan tawa anak kecil. Aku tidak sabar menantikan nya, menikmati masa tua kita dengan Kristian lah yang terus menemani."


"Farel juga telah bahagia bersama istri nya, menetap di Mesir mengelola perusahaan. Tapi sedikit pun aku tidak keberatan."


"Terimakasih Daddy, kau menemani ku hingga hari ini."


,"Seharus nya aku yang mengatakan itu. Meriana, my Wife"


Mengusap rambut istri nya yang sekarang berada didalam dekapan.


***


Di bawah pohon, Kristian duduk di atas rerumputan sambil mengusap kepala Desi yang merebahkan kepala di pangkuan nya.


" Kau lelah?." Bertanya sabil terus mengusap kepala.


"Tidak, Hanya saja aku ingin sampai di rumah.,"


Bangkit dari tidur nya menyandar di dada Kristian.


"Aku bisa menyuruh orang menjemput dengan Helicopter, mengapa tidak mau?."


Mendekap Desi.


"Aku ingin naik mobil saja, sedikit trauma tadi."


Tangan Desi memeluk pinggang Kristian. Mendongak mendekat kan wajah nya menempelkan bibir nya di bibir Kristian membuat nya tersentak."

__ADS_1


"Aku mencintaimu.


Next


__ADS_2