Goodbye KRISTIAN

Goodbye KRISTIAN
Kamar Utama


__ADS_3

Setelah Drama lele berahir, perut Kristian sedikit ngilu akibat tertawa terbahak bahak tadi.


Memasuki kamar bergegas mandi karena Abah memanggil.


Abah mengajak Shalat berjamaah dengan Abah menjadi imam Shalat disana.


Anak anak Abah mencium punggung tangan Abah diikuti dengan Kristian kemudian. Abah mengeluarkan air mata seketika mengusa nya.


Lihat Bu, anak anak kita telah Dewasa.


Gumam Abah mengingat istri nya.


"Kita makan bersama, mungkin Nak Kristian belum pernah mencoba masakan buatan Abah.


Pecel lele terbaik sepanjang sejarah."


"UPS.."


Kristian ingin tertawa lagi segera menutup mulut nya melirik Desi yang menatap tajam menusuk Kristian.


"Pantas saja tadi Abah sibuk di dapur."


Harli menimpali sambil mengikuti Abah menuju meja makan setelah melipat sarung dan meletakkan kopyah di dalam lemari kaca.


Abah mempersilahkan Kristian untuk duduk, diikuti Desi Hengki dan Harli.


Abah melantunkan Do'a, anak anak nya pun meng Amin kan.


Lirikan dari Abah pada Desi membuat Desi mengerti maksud nya. Mengisyarat kan Desi untuk melayani suami nya.


Desi pun mengambil nasi sambel lalap mentah juga ikan lele nya menyerahkan pada Kristian sambil tersenyum.


"Terimakasih "


Kristian meraih piring tentu dengan senang hati.


"Enak."


Ujar Desi sambil terus mengunyah.


"Sambel nya jangan banyak banyak, bahaya untuk mu."


Kristian menyentil kan satu jari.


"Kau berlebihan sekali sayang, sedikit lagi please..."


Memohon.


"Tidak, jangan memaksa sesuatu yang bahaya."


Desi mendengkus kesal.


"Lihat Daddy mu nak, posesif sekali!."


mengusap usap perut nya.


Abah Hengki dan Harli terkesiap.


"Mba Desi hamil?"


Tanya Hengki dan Harli bersamaan.


Desi mengangguk lalu tersenyum.


"Alhamdulillah.."


Seluruh keluarga berucap syukur kemudian Kristian mengecup pucuk kepala Desi tanpa aba aba tambah lagi kedua pipi nya.


Muach Muach..!!


"Semua bahagia untuk kita."


Hengki dan Harli juga Abah sudah tidak heran lagi setelah kejadian Kristian berciuman dengan Desi di depan semua orang saat akad nikah. Semua biasa dan semua memaklumi Kristian memang sangat mencintai Desi.


"Selamat Nak Kristian, Terimakasih untuk semua nya. Terimakasih kau mencintai anak ku. juga Untuk hal apapun yang tidak Abah ucapkan dengan kata kata"

__ADS_1


Ujar Abah.


Kristian hanya sedikit menunduk menghormati.


"Terimakasih Nak Kristian telah menepati janji."


"Janji Apa?."


Tanya Desi menoleh pada Kristian.


"Janji saat di awal menghitbah mu."


" Abah mengajukan syarat untuk Nak Kristian agar mencintai mu seperti Abah mencintai ibu mu. Namun Nak Kristian membuktikan jika Nak Kristian mampu melebihi Abah mencintai Ibu mu."


Ujar Abah memundurkan kursi telah menyelesaikan makan nya bangun dari duduk kemudian berlalu dari sana.


" Selesaikan makan kalian, Abah menunggu di depan televisi."


Ujar Abah sambil pergi meninggalkan Mereka.


"Apa yang ingin abah bicarakan pada kami."


Kristian mendekat pada Abah. Desi Hengki dan Harli juga turut serta.


"Dua bulan lagi Abah berangkat ke tanah suci."


Menyentuh bahu Kristian.


"Alhamdulillah."


Ucap mereka yang mendengar kan pun berucap serentak.


"Ini hasil jerih payah Abah sendiri menabung selama 12 tahun. Sejak Desi mulai bekerja di rumah Bu Inah hingga pergi ke Mesir Bekerja pada Nak Aisyah, Abah mulai mengumpulkan uang hasil buruh mencangkul hingga menjadi kuli panggul di pasar menabung sedikit demi sedikit."


Abah mengulas senyum.


"Ahir nya Abah bisa melaksanakan rukun Islam yang terahir bersama istri Abah."


"Istri?"


"Ya Almarhumah ibu mu. Ustadz kata bisa menggaji kan orang yang telah tiada dengan melaksanakan badal haji."


Ujar Abah kemudian menjelaskan lebih rinci.


"Badal Haji adalah ibadah Haji yang dilakukan seseorang atas nama orang lain yang sudah meninggal atau tidak mampu berangkat karena kondisi fisik."


Abah menjelaskan.


"Cita cita Abah sederhana, Abah ingin meninggal dengan tanah suci."


"Abah, tidak baik berkata yang tidak tidak."


ujar Desi.


***


Malam semakin larut Abah telah kembali ke kamar nya. Hengki dan Harli pun masuk ke kamarnya merebahkan di ranjang memeluk guling.


Sementara di kamar utama Desi masih mengoles kan krim malam di wajah nya.


"Bibir mu merah sekali, lipstik mu terlalu mencolok."


Ujar Kristian kemudian mengecup nya lagi


Muach!!.


Desi memajukan bibirnya. "Ini malam pertama kita di rumah Abah.,"


" Malam pertama? Kristian tergelak.


"Baik lah, Goda Aku jika Kau ingin menggoda ku HM?."


Memeluk Desi dari belakang dengan tangan masuk kedalam piyama menuju dua bukit indah terawat.


"Kondisi kan tangan mu!."

__ADS_1


Kesal Desi. Namun bohong jika Desi tidak menikmati setiap re..masan tangan kekar Kristian.


Dengan nakal nya Kristian mulai melepaskan kancing piyama itu satu persatu, membuat nya jadi tertanggal di lantai.


"Sayang..Ng...."


Seketika Kristian menutup bibir Desi dengan bibir milik nya.


Menaut sempurna membuat lidah Kristian menyeruak mem..be..lit saling bertaut.


Tangan nakal itu terus menyentuh me..rem..As dua benda indah besar menonjol sempurna.


Hingga lidah meraja Lela menjelajahi setiap lekuk mulai dari telinga hingga leher menciptakan tanda tanda turun ke bawah di atas bukit indah menyesap di sana.


Tangan kanan mulai me..Ra..ba area inti dengan kelembutan membuat yang dibawah mem_basah.


Lidah terus bermain di atas bukit indah itu me Nye..sap nya dengan tangan kanan terus saja memainkan bagian di bawah sana yang sudah sangat basah.


Desa...ha_n mulai mendayu menggema memenuhi ruangan meski telah berusaha menahan itu.


"Sayang no!."


"Pelankan suara mu, kamar ini belum terpasang peredam suara."


Berbicara sambil mendorong perlahan tubuh Desi merebah di atas ranjang.


Tangan lembut Desi menyentuh milik Kristian yang telah menegang.


Desi sedikit membuka pa..ha mulus nya, menuntun agar si Jody memasuki inti milik nya.


Aaahhhh....


Sssttt...


Kristian seketika menutup bibir Desi dengan bibir nya untuk mengurangi De..sa...Han yang keluar secara alami itu


Desi menggigit bibir bawah nya menahan ketika Kristian mulai memompa perlahan.


Desi berkali kali menggeliat menahan begitu nik..mat nya setiap sentuhan dan hentakan lembut si Jody naik turun dan keluar masuk di bawah sana.


Kristian terus memompa hingga tetesan peluh membasahi punggung Kristian dan pelipis kedua nya.


Dingin nya pendingin ruangan tidak mempengaruhi panas nya pergulatan di atas ranjang king size yang terus memompa lembut dengan sedikit hentakan nik..mat membuat Desi berkali kali meledak mengeluarkan cairan ha..Ng..at di bawah sana.


Kristian terus memainkan ping..Gul nya memompa dengan sedikit menaik kan ritme sedikit lebih cepat dan...


Aaa...hhhh...


Sesuatu sungguh meledak di bawah sana terasa begitu hangat nik..mat menembus cakrawala.


Kristian menautkan bibir nya lagi.


Menikmati rasa cinta yang Sah dari segi apapun.


"Terimakasih Sayang, Aku mencintai mu."


"Kau panggil aku sayang? Aku tidak mimpi kan,?!."


"Coba diulani lagi!"


"Tidak mau! Salah sendiri tidak Dengar!."


Melengos.


"Hahaha "


*Imut nya...


Eh, Jody mu belum kau cabut. jangan tidur dulu.. Aaaa Sayang*!


-


-


next

__ADS_1


__ADS_2