
Solo
Desi keluar dari bandara menarik travel bag sendirian. Melewati orang yang lalu lalang menuju arah pintu keluar.
Baru saja armada besi menerbangkan diri nya menuju kota solo. Desi mengedarkan pandangan menunggu taxi online yang telah Ia pesan sebelum nya.
Dua pasang mata terus mengawasi Desi, M0engikuti perintah tuan nya memastikan Desi sampai dengan selamat.
"Silahkan nona, Maaf saya sedikit terlambat."
Ujar sopir taxi sambil membukakan pintu.
"Tidak apa apa."
Tersenyum ramah kemudian masuk kedalam mobil.
Sopir taxi meletak kan barang bawaan Desi kedalam bagasi. Kemudian kembali ke tempat nya untuk melajukan mobil itu.
Desi menatap jalanan melalui kaca disamping nya. Air mata sudah mengering. Tidak lagi seperti waktu dulu ketika pulang dari negara Mesir.
"Ikhlaskan semua."
Itulah semboyan Desi saat ini yang mampu Ia lakukan untuk menghibur hati nya sendiri.
Desi menghela nafas panjang.
"Terima perjodohan ini dan semua akan bahagia."
Bergumam menguatkan hati.
Taxi telah terparkir di halaman rumah yang selalu Ia rindukan. Matahari mulai kembali menuju peraduan. Butuh waktu yanh cukup lama perjalanan dari bandara menuju Desa nya.
Namun Desi masih enggan untuk beranjak dari tempat nya. Mata Desi menangkap Mobil sport yang terparkir di depan rumah.
Mobil siapa itu?
Seperti mengenal mobil itu beserta Plat nomor yang Ia bahkan hafal bahkan diluar kepala.
"Silahkan Nona, Kita sudah sampai."
Sopir taxi membukakan pintu.
"Ah, Iya.Terimakasih pak."
Sopir taxi itu membuyarkan lamunan.
kenapa aku melamun?
Ahirnya Desi keluar dari dalam mobil.
Meraih travel bag yang baru saja sopir itu ambil kan.
Taxi telah berlalu dari sana. Desi menarik travel bag dengan netra yang tidak lepas dari mobil itu.
"Apa mungkin?
Ah..tidak. ini hanya kebetulan."
"Kemana Abah? Mengapa tidak ada yang menyambut ku."
Desi masuk kedalam rumah nya dengan pintu yang telah terbuka sebelum dia datang.
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam."
Abah datang menghampiri. Beserta adik adik nya yang saling menyapa.
"Abah sehat kan?.
Berbicara lembut sambil mencium punggung tangan nya disana.
Alih alih menjawab namun Abah menoleh pada Pria yang berdiri di sana.
"Dialah yang abah ceritakan kemarin. Yang datang pada Abah untuk menghitbah mu."
Netra Desi menangkap sosok pria yang berdiri menghadap jendela yang memperlihatkan panorama di luar sana.
Dada Desi berdebar kemudian mendekat pada punggung tegap itu disana. Postur tubuh yang sangat Ia hafal walaupun pria itu belum berbalik memperlihatkan wajah nya.
__ADS_1
Desi semakin mendekat. Mata nya berkaca kaca ketika aroma yang sangat Ia hafal diluar kepala.
"Tuan?."
"Kau lama sekali. Aku hampir gila karena menunggu mu."
Kristian berbalik sedikit menarik ujung bibir nya samar.
Hik..
Air mata Desi lolos begitu saja.
"Hei..Mengapa menangis?.
Kristian berkerut dahi.
"Abah tidak mengatakan jika anda yang datang untuk menghitbah saya."
Desi mengusap pipi nya yang basah.
"Apa saya sedang bermimpi?."
"Dasar bodoh!."
Kristian menggeleng kan kepala."Kau tidak bermimpi."
"Menikahlah dengan ku."
Meraih jemari Desi dan menyematkan cincin disana.
"Aku mencintai mu Desi Kumala Marwan. Sejak dulu samai hari ini tidak ada yang berubah"
Haaaa...
"Jangan keras keras."
Mengusap kepala Desi yang tertutup hijab.
"Tuan, tapi aku.."
Desi menunduk ingin sekali mengatakan "Aku tidak pantas untuk mu."
"Kita akam menikah. Dan aku akan membuatmu bahagia."
"Tuan."
Ingin rasa nya Desi memeluk Kristian. Namun itu tidaklan mungkin Ia lakukan.
"Kau ingin memeluk ku,? Tunggulah sampai aku sah menjadi imam mu."
Tergelak sebab wajah Desi memerah.
Abah datang menghampiri.
"Semoga kalian bahagia."
Abah tersenyum disana. Ada raut wajah lega yang tidak begitu nampak.
" Nak Kristian yang ingin memberi kejutan untuk mu."
Abah mengusap mata Desi yang masih terus berair.
Kemudian berlalu mengajak kedua anak laki laki nya turut serta meninggalkan Desi dan Kristian di ruang tamu.
"Selamat ya mba."
Hengki melambai membiarkan Desi dan Kristian di sana.
"Kau senang?."
Kristian mulai menggoda lagi.
"Aku sangat bahagia."
Jodoh yang telah lama Ia nanti kan. Hidup bersama pria yang Ia sangat cintai dan berbagi cinta hanya dengan diri nya.
I love you Kristian
Kau selalu saja memiliki cara untuk ku bahagia.
__ADS_1
"Terimakasih tuan."
Desi mengangkat tangan nya, ingin sekali menyentuh wajah Kristian namun tidak jadi.
"Sabar sebentar lagi, Kau ini tergesa gesa sekali ingin menyentuh ku ya."
Tergelak lagi. Membuat Desi melengos berpaling menutupi rasa malu nya.
"Bersiap ya, Kita menikah besok."
Kristian menyandarkan tubuh nya pada dinding sambil melipat kedua tangan.
"Ya Tuhan.. Kristian kau tampan sekali."
"Eh, tunggu! Apa? Besok?."
Desi tercengan berusaha mencerna kata kata Kristian.
"Ya, besok."
Jawaban penuh keyakinan dari Kritian.
FLASH BACK..
Sejak lama Kristian selalu memohon petunjuk tentang jodoh nya pada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Setiap itulah Desi muncul disana. Keyakinan semakin kuat ketika malam dimana Kristian membawa Desi ke Rumah Sakit tempo hari, Memperlihatkan liontin itu masih melingkar di leher.
Tersemat nama nya disana.
Kristian menuju kediaman tuan Ramadhian setelah mengantar Desi keluar dari rumah sakit
menuju rumah dinas nya.
"Ada apa kau datang selarut ini Kris?."
Ujar tuan Ramadhian yang hampir beranjak tidur.
"Aku, Aku memohon restu dari anda tuan. Aku akan segera menikahi Desi. Wanita yang aku inginkan sejak lama."
Membungkuk dihadapan tuan Ramadhian.
"Ada syarat nya."
tuan Ramadhian berkacak pinggang.
"Apapun itu akan aku lakukan."
Masih dengan posisi tidak berubah.
"Bangun lah dan panggil aku Daddy."
Lirih tuan Ramadhian.
Mommy dan pelayan yang melihat dari kejauhan mengharu saling menggenggam.
Kristian bangkit dan memanggil tuan Ramadhian dengan sebutan "Daddy."
Tuan ramadhian memeluk Kristian yang menitik kan air mata.
"Sudah lebih dari 20 tahun aku menunggumu memanggil ku Ayah. Kau putra ku. sampai kapan pun tetaplah putraku."
Teringat lagi kenangan dimana Kristian kecil dijemput di sebuah panti.
Raut wajah girang saat memasuki mobil yang baru pertama kali Ia menaiki nya.
"Perkenalkan nama ku Kristian."
Terdengar nyaring suara itu di telinga.
"Tuan, aku berjanji akan jadi anak yang baik untuk anda. Anda akan bangga pada ku ketika aku kelak Dewasa."
Kristian kecil memroklamirkan diri nya dengan bangga dan percaya diri.
FLASH BACK OF.
-
-
__ADS_1
Maaf karena Up nya selalu laamaaa