Goodbye KRISTIAN

Goodbye KRISTIAN
Pernikahan kedua Faat


__ADS_3

Rumah duka dihadiri keluarga kerabat dekat dan jauh tetangga hingga orang orang taziah yang ingin mendo'akan Almarhumah.


Faat ikut memandikan Jenazah Ibu nya mengkafani hingga menyolatkan sesuai syari'at sebagai bentuk sayang nya pada sang Ibu.


Faat tampak berbicara dengan ustadz disana. Sedangkan Mai duduk melantai diatas tikar yang dihamparkan sambil melantunkan ayat ayat suci.


Sesekali mengusap mata yang terus saja mengeluarkan bulir bening disana.


"Baik Nak Faat, secepat nya kita mulai."


Ujar sang Ustadz.


********


Ditampat lain.


Desi berada di dalam pesawat mengusap air mata nya yang terus mengalir.


Pagi tadi mendapat kabar dari Abah jika Nyonya Jaya, Ibu yang pernah jadi mertua nya dulu telah berpulang ke Rahmatullah.


Desi bergegas memohon izin pada ustadzah Mariska untuk pulang ke solo.


Ustadzah mengizinkan Desi selama dua hari.


Armada besi menerbangkan Desi hingga sampau di kota Solo.Kemudian menaiki taxi online menuju Kediaman keluarga Prana Jaya.


Suasana duka terasa ketika Desi memasuki halaman. Dada nya yang berdetub kencang dengan air mata yang mengalir Desi melewati karangan bunga sebagai ucapan bela sungkawa.


Begitu banyak pelayat yang datang hingga ahir nya Desi melewati pintu utama.


Mai yang sebelum nya menolak pernikahan ini, Tidak lagi mampu melakukan nya.


"Aku mohon Mai, Menikahlah dengan ku di depan jenazah Ibu." Faat berkata dengan tatapan sendu.


Mai mengangguk"Baik mas, Maafkan aku."


Ahir nya Mai dan Faat siap untuk melangsung kan pernikahan di dekat jenazah Ibu nya disaksikan orang orang yang ta'ziah disana.


Ayah Faat berada di samping Faat menepuk bahu anak nya.


"Ini sudah takdir nak, Ayah serahkan semua pada Yang Maha Kuasa."


Berkata sambil mengusap mata nya yang basah.


Karena Mai tidak lagi memiliki orang tua, juga keluarga dari pihak ayah nya. Pernikahan di lakukan Ustadz sebagai wali hakim.


"Apa semua sudah siap?."


Tanya ustadz disana.


"Siap ustadz."


Jawab Faat dan Mai serempak.


"Baik lah langsung kita mulai."


أنكحتك وزوجتك (Maimunah) موليتي بمهر ألف روبيه حالا


قبلت نكاحها وتزويجها لنفسي بالمهر المذكور حلن


Wali:Ankahtuka wazawwajtuka (Maimunah) mauliitii bimahrin alfu ruubiyah haalan.


Faat: Qobiltu nikakhaha wa tazwiijaha linafsii bilmahril madzkuuri haalan.


"Bagaimana saksi?."


"Sah...."


Jawab semua orang yang hadir tidak terkecuali Desi yang baru saja sampai.


Ada perasaan haru juga bahagia disana.


"Kau pria yang sangat baik mas, pantas bersanding dengan wanita yang baik pula."


Batin Desi.

__ADS_1


Mai mencium punggung tangan Faat kemudian kecupan hangat penuh haru mendarat di dahi nya. Tidak terkecuali air mata Faat yang ikut menetes di dahi Mai.


"Maaf"


Lirih Mai yang begitu sakit dan terluka secara tidak langsung Mai sudah menyakiti orang yang sangat Ia cintai.


Desi menghampiri merendahkan tubuh nya di samping Maimunah.


Mai terkesiap"Mba Desi?!"


Desi mengangguk kemudian memeluk Mai seketika.


Faat terkesiap melihat Desi saling memeluk dengan Maimunah yang sekarang jadi istri nya.


"Maaf kan Desi bu"


Lirih Desi didepan Almarhumah.


Seluruh prosesi pemakaman telah di lakukan sesuai syari'at.Desi berpamitan untuk pulang kerumah abah.


Perasaan Faat terhadap Desi masih belum berubah hingga saat ini. terpancar dari rona wajah nya.


***


Assalamu'alaikum abah.


Desi memasuki rumah abah disambut Hengki dan Harli.


"Mba, apa kabar?."


Hengki dan Harli mencium punggung tangan Desi bergantian.


"Alhamdulillah sehat dek. Abah kemana?."


"Mungkin sedang keluar. Sebentar lagi pasti Abah pulang."


" Mba masuk dulu ya dek."


Desi menuju kamar nya.


******


Di kediaman Ramadhian.


Malam hampir saja larut. Rumah sudah semakin sepi. Oma masih di dalam kamar sejak siang tadi belum keluar walau sekedar untuk makan malam.


Ayah Faat juga tidak ujung keluar dari kamar nya.


Mai yang merasa sangat canggung pada Faat memilih diam tidak berani mengajak nya bicara.


Faat pun merasa demikian, Merasa canggung dan memilih membaca ayat ayat suci sambil duduk di sofa di depan layar televisi yang tidak menyala.


Mai menghampiri Faat membawa nampan disana meletak kan secangkir teh hangat beserta potongan kue.


"Silahkan diminum mas."


Berkata kemudian berlalu dari sana.


Faat tidak menjawab apapun, Mai kembali melewati ruang keluarga membawa nampan menuju kamar Oma.


Faat sedikit melirik Mai yang menuju kamar Oma.


Faat yang awal nya tidak peduli, Namun hati nya penasaran. Sejak tadi Faat sudah berusaha membujuk Oma untuk makan, Namun hasil nya nihil.


"Apa yang akan Mai lakukan dikamar Oma?."


Faat meletak kan Al-Qur'An didalam lemari kemudian menuju kamar Oma.


"Oma, Makan Yuk."


Menyentuh bahu Oma yang masih berbaring tidak menjawab.


"Oma, Biar Mai suapin ya."


Mai mendekati Oma,Menyuapkan makanan sedikit demi sedit karena Oma makan sambil berbaring.

__ADS_1


"Oma duduk ya, Biar Mai bantu."


Mai membantu Oma untuk duduk. Mai kembali menyuapi Oma juga mengusap pipi Oma yang basah.


"Nyonya itu orang baik Oma, Karena Itu Tuhan sayang pada Nyonya dan memanggilnya lebih cepet. Walaupun Nyonya tiada, Mai yang akan menyayangi Oma sama seperti Nyonya.


Mai mengecup dahi Oma disana.


Faat melihat itu hati nya menghangat.


Faat kembali duduk di sofa.


Mai kembali melewati ruang keluarga.


" Aku tunggu di kamar ku Mai."


Perasaan gugup tercipta walau hanya berkata begitu.


"Eh...ya?"


Mai terkesiap.


"Kamar ku? Artinya kamar mas Faat? Apa aku tidur dengan nya malam ini?."


Batin Mai berdebar debar.


Faat menuju kamar nya masuk membersihkan diri.


Mai dengan perasaan gugup melangkah menuju kamar Faat.


"Ya Tuhan... Aku gugup sekali."


Mengetuk pintu mengucapkan salam berkali kali namun tidak kunjung ada jawaban.


Hanya suara gemericik air terdengar disana.


Hingga Mai memberanikan diri masuk kedalam kamar. Aroma maskulin semerbak disana.


Desi duduk di tepi ranjang.


Faat keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit di pinggang nya.


Mai semakin berdebar debar melihat itu seketika langsung berpaling.


"Astaghfirullah."


Faat terkesiap melihat Mai yang berada di sana.


"Aku akan keluar jika Mas merasa tidak nyaman dengan aku ada disini."


Berkata sambil terus memalingkan wajahnya.


" Tidak, Tidurlah disini. Kau sudah sah menjadi istri ku."


Faat berlalu menuju ruang ganti.


Mai naik keatas ranjang kemudian berbaring disana. Tidak lama Mai pun terlelap.


Faat keluar dari ruang ganti melihat Mai yang telah terlelap.


Faat kemudian menarik selimut menutupi tubuh Mai yang terlihat sangat lelah.


Faat mengusap pucuk kepala Maimunah yang tertutup hijab. "Maafkan aku Mai. Aku tidak mampu memberikan kewajiban ku yang menjadi hak hak mu."


Lirih nya.


Terimakasih sudah mendukung Goodbye Kristian..


Aku tidak ada apa apa nya tanpa kalian.


Mohon dukungan nya juga untuk novel ku yang ke3. Insya Allah Akan Rilis besok tgl 6 berjudul "The Police"


Terimakasih.


__ADS_1


Next


__ADS_2