Goodbye KRISTIAN

Goodbye KRISTIAN
Menginap part 1


__ADS_3

Desi memasuki area pesantren desambut santri yang berhamburan menyalami Desi disana.


"Kami merindukan anda ustadzah."


Salah satu santri berkata sambil mencium punggung tangan Desi.


"Saya juga merindukan kalian."


Mengusap kepala salah satu santri itu.


" Ustadzah sudah menikah ya?.Saya melihat anda dari layar televisi."


Ujar santri yang lain.


"Benar kah?."


Desi tersenyum pada mereka.


"Saya juga menonton live di televisi kemarin. Anda cantik sekali. Selamat ya Ustadzah, ternyata Ustadzah menikah dengan tuan Kristian donatur di pesantren ini ya."


"Terimakasih, tapi berhenti membahas itu. Kita masuk kelas dulu."


Desi melambai kemudian bergegas menuju ruang kerja nya.


"Assalamualaikum Ustadzah Desi."


Sapa Ustadzah Mariska.


"Wa'alaikumsalam Ustadzah."


Desi menyalami dan mencium punggung tangan Ustadzah Mariska.


Ustadzah yang lain menghampiri Desi.


Tersenyum malu malu disana.


Jadi teringat kejadian waktu itu kan.


Aaa Malu nyaaaa


"Ciuman saat akad nikah. Anda luar biasa Lho'."


Salah satu Ustadzah berbisik pada Desi dan yang lain tertawa menutup mulut nya.


"Hus, Sudah sudah. Jangan menggoda Ustadzah Desi. Kalian masuk kelas sana."


Ustadzah Mariska menimpali.


"Kami hanya penasaran bagaimana mereka saling mengenal. Antara udtadzah Desi dan tuan Kristian, Bukan kah mereka hanya sesekali


bertemu,?"


"Ciuman yang manis Ustadzah, aku jadi iri lho."


Menggoda Desi lagi.


Desi tidak menjawab, wajah nya memerah karena malu.


Lebih baik menghilang saja dari sini.


Tersenyum manis, sedikit membungkuk dan bergegas menuju kelas.


Itu yang Desi lakukan untuk bisa kabur dari mereka yang terus menggoda nya.


Waktu terus berjalan. Hari semakin gelap karena cuaca mendung dan hembusan angin yang kencang.


Hujan deras pun turun dari langit. dengan hembusan angin semakin kencang menciptakan cuaca semakin dingin.


"Mari Ustadzah, saya duluan."


Seorang ustadzah hendak pulang ke rumah dinas dengan membawa payung


"Eh, iya. Apa saya boleh ikut? Saya tidak membawa payung"


Berkata ragu ragu.


"Mari silahkan."


Desi berjalan bersama ustadzah itu. dibawah guyuran air hujan yang sangat deras. Hanya satu payung mereka gunakan untuk berdua.


"Lihat ustadzah Desi, Mungkin itu suami anda."


Menunjuk mobil yang terparkir di depan rumah dinas.


"iya, Terimakasih Ustadzah sudah mengantar saya."


Desi berkata sambil melambai kemudian berlari menuju teras rumah.


Desi memperhatikan mobil Kristian yang terparkir di sana.

__ADS_1


Dimana dia?.


"Sayang, apa anda masih di dalam?."


Mendekati mobil Kristian.


"Jangan hujan hujanan. Masuk kerumah mu."


Kristian keluar dari mobil menuju ke teras rumah dinas milik Desi.


Senyum mengembang di bibir Desi. Melihat Kristian datang menjemput nya. Desi meraih tangan Kristian dan mencium punggung tangan nya disana.


"Kita masuk dulu, akan saya buatkan teh hangat untuk anda."


Desi membuka kunci kemudian masuk ke dalam.


Kristian mengikuti langkah Desi. Mengedarkan pandangannya di dalam rumah.


Duduk di sofa sederhana di ruang tamu.


"Rumah saya tidak lebih besar dari kamar anda."


Berkata sambil meletakkan secangkir teh hangat di meja.


"Kemarilah."


Desi pun mengikuti ucapan Kristian dan duduk di sebelah nya.


"Ada apa?."


"Aku merindukan mu. Kenapa masih bertanya,?."


Berkata sambil merebahkan diri di pangkuan Desi.


"Bahkan saat di kantor aku ingin segera pulang dan bertemu dengan mu."


Desi mengusap rambut Kristian. Membungkuk mencium dahi Kristian.


Aku jadi faham yang mommy katakan.


Kau sangat manja jika berada di samping orang yang kau cintai.


Aku bahagia bisa melihat sisi lain dari diri mu.


"Aku ingin mandi.".


Kristian bangun dari tidur nya


"Disana."


Berkata sambil menunjuk kamar mandi.


Meraih handuk milik Desi membawa nya masuk ke sana.


"Sempit sekali. Aku jadi tidak bisa mengajak mu kan."


Gumam Kristian.


Desi menuju dapur membuka lemari pendingin mencari sesuatu yang bisa dimasak.


Kosong, tidak ada apapun disana. Hanya dua cup mie instan, Desi pun menyeduh nya.


Membawa cup mie instan itu meletakkan nya diatas meja makan.


"Apa yang kau lakukan?."


Kristian memeluk Desi dari belakang.


Rambut basah itu menempel pada pipi Desi.


Membuat Desi merinding saat nafas itu terasa dileher nya.


"Tidak ada yang bisa saya masak disini, Hanya ada ini.,"


Mengangkat cup mie dengan tangan kanan nya.


"Bersihkan dirimu."


Kristian meraih cup mie instan dari tangan Desi.


"Aku akan memakan nya."


"Cuaca sangat dingin, mengapa Anda tidak berpakaian?."


Melihat Kristian yang hanya mengenakan handuk melilit di pinggang nya.


"Apa kau ingin aku memakai pakaian mu?.yang benar saja."


Kristian bergedik.

__ADS_1


Desi tergelak seketika menutup mulut nya.


"Anda imut sekali."


Desi mencubit pipi Kristian Kemudian berlalu dari sana untuk membersihkan diri.


"Tidak buruk."


Kristian menikmati mie instan yang hampir tidak pernah Ia makan. Meniup niup mie dan melahap nya.


"Desi lama sekali"


Kristian menuju kamar merebahkan diri di ranjang sempit yang hanya muat untuk dua orang.


Menarik selimut kemudian menutup mata.


Desi keluar dari kamar mandi.


Mendekatkan wajahnya pada Kristian.


"Selamat malam."


Menyentuh pipi Kristian yang terlelap.


"Aww!!."


Desi terkesiap saat Kristian menarik tangan nya Membuat tubuh Desi menind*h diatas nya.


Kristian tergelak, bergetar menahan tawa.


"Anda mengagetkan saya lho?!."


Memukul dada Kristian.


"Kenapa belum tidur, Hm?"


"Tidak bisa tidur jika kau menggoda ku begini."


Desi merinding bukan hanya karena bisikan Kristian ditelinga. Tapi juga karena tangan kekar itu melepas handuk Desi perlahan dan melempar kan ya sembarangan.


Membuat tubuh polos terekspose Sempurna.


"Sayang, apa yang anda lakukan?."


Menggeser tubuhnya menarik selimut menutupi tubuh nya yang tanpa sehelai pun.


"Aku ingin menginap. Pelankan de..sa..han mu ya, disini tidak ada peredam suara."


Berbisik dan menggigit telinga Desi membuat nya merinding.


Cup..


Kristian menyatukan bibir nya dengan bibir Desi. Perlahan memperdalam ciuman nya. Dengan tangan kanan mulai membe.. lai


lekuk Desi, melanjutkan hingga sampai di bukit keny..Al dan membelai hingga merem*s nya disana.


Nafas Desi semakin tidak beraturan saat lidah itu bembelit sempurna.


Dengan tangan terus bermain di bukit itu membe..lai lembut dan sesekali merem*s disana.


Aaahhh...


De..sa..Han lembut mendayu di telinganya saat lidah mulai menjelajahi lekuk disana.


Memainkan lidahnya di atas bukit keny..Al itu menyesap pu..t..ing disana dengan tangan Kristian terus me..re..mas di bukit sebelahnya.


No sayang..


Desi merem*s rambut Kristian saat lidah itu semakin menggila dan tangan itu mulai membe..lai inti di bawah sana.


Kristian membenahi posisi nya, Menind*h Desi


dan mulai membenamkan milik nya yang telah lama menegang dengan perlahan.


Desi menggigit bibirnya menahan de..sa..Han laknat yang ingin mencuat dari bibir nya.


Aahhhh..


Hingga proses penyatuan berhasil membenam sempurna memenuhi inti dibawah sana..


Kristian mulai memompa disana. Membuat ranjang itu bergetar seirama. de..sa..Han dari bibir nya.


Kristian Mere..ma .s bukit ke..nyal sambil terus memompa hingga sesuatu meledak dan tumpah bersama..


.


Next ...


Efek musim hujan.. Adegan pa..N..as di musim dingin.

__ADS_1


Maaf ya..


__ADS_2