Goodbye KRISTIAN

Goodbye KRISTIAN
Mesra dan menggemaskan


__ADS_3

Kristian melepaskan sarung ketika selesai melaksanakan ibadah nya, Mengedarkan pandangan seisi ruangan tidak ada.


Kristian berjalan menuju kamar mandi Desi juga tidak ada.


Kristian memutuskan keluar kamar menuruni anak tangga. Tidak ada siapapun yang bisa di tanya karena ruangan di lantai bawah masih sepi.


"Hati hati tuan lantai nya masih licin."


Salah satu petugas kebersihan di rumah itu memperingatkan.


Lantai yang masih basah baru saja mereka bersihkan.


"Dimana istriku?."


"Tadi saya liat nona kerumah belakang tuan."


"Baiklah kau boleh pergi."


"Baik tuan."


Membungkuk dengan sopan kemudian pergi dari hadapan Kristian.


"Rumah belakang? Mau apa Dia."


Kristian melangkah menuju rumah belakang.


Kristian hampir tidak pernah menginjakkan kaki di tempat itu.


Rumah belakang terdapat dapur tempat para koki memasak juga kamar kamar tempat tinggal para pekerja. Mulai bodyguard hingga para pelayan juga para koki.


"Tuan, anda tidak perlu kemari jika membutuhkan sesuatu panggil saja via telepon."


Ujar salah satu pelayan merasa sungkan.


"Aku hanya mencari istri ku."


Balas Kristian sambil terus mengedarkan pandangan.


Kristian menuju dapur."Apa yang sedang kau lakukan?."


Mendapati Desi yang sedang membawa pisau di tangan nya sambil memotong sesuatu.


"Aku sedang belajar memasak."


Menunjukan pisau dan sayuran yang sedang Ia pegang.


"Aku hanya bisa memasak makanan lokal namun tidak bisa memasak makanan ala Eropa."


"Kau tidak perlu bersusah payah, aku sedikit pun tidak keberatan kau tidak pernah memasak untuk ku."


Memeluk Desi dari belakang mencium bahu nya. "Kau hanya perlu melayani ku dan menjaga nya dengan baik."


Menurunkan tangan nya menyentuh perut Desi yang terbalut piyama.


Para koki yang melihat itu saling pandang, memilih mundur seketika itu pergi dari sana.


"Sayang..."


Belum selesai Desi bicara Kristian sudah menutup mulut nya dengan bibir Kristian.


"Sayang apa yang kau lakukan?."


Meringsut membalikkan badan.


"harus nya aku yang menanyakan itu pada mu. Ayo kembali ke kamar, Kau menyusahkan para koki yang membuat mereka mengulur pekerjaan nya."


Merangkul Desi membawa nya keluar dari dapur.


"Tapi..."


" Lebih baik kau bersiap kita akan ke solo siang ini."


"Ke solo? Siang ini?."


Antusias Desi meyakinkan.


Kristian mengangguk. "Iya, Desi..."


"Panggil aku sayang."


Melangkah mendahului Kristian memasuki rumah utama menaiki tangga menuju kamar.

__ADS_1


"Kau benar benar ya."


***


"Kita hanya akan ke tempat Abah kan? mengapa berpakaian formal begini?."


Berkata sambil memasang Dasi di Krah leher Kristian.


"Daddy meminta ku meninjau langsung perkembangan hotel salah satu anak cabang perusahaan."


Mendongak ke atas membiarkan Desi menyelesaikan pekerjaan nya memasang Dasi Kristian.


Setelah selesai Desi mengambilkan jas Kristian kemudian membantu mengembangkan nya.


"Kau hamil tapi kau malah berubah perhatian menyibuk kan diri mu mengurus keperluan ku."


"Itu karena aku tidak sibuk bekerja, Aku tidak tahu disini harus melakukan apa jika kau ke kantor."


Desi mengambilkan sepatu Ia letakkan di depan kaki Kristian.


"Jangan begini, aku bisa sendiri."


Mundur ketika Desi Menyentuh Kaki nya.


"Sayang, aku istri mu. Wajar jika aku mengurus mu dan menyiapkan keperluan mu."


Mengusap pipi Kristian yang semakin sering ia lakukan setelah Desi mengandung.


"Aku tidak menyangka kau semakin bijak dan dewasa."


Mengecup dahi Desi.


Muach


"Aku belajar banyak dari mu dan di pesantren."


"Ayo sarapan, nanti kita terlambat."


Kristian meraih bahu Desi membawa nya keluar dari kamar.


"Sepi sekali, kemana mommy dan Daddy."


"Mommy dan Daddy ke Mesir, mengunjungi cucu nya. Tidak berpamitan dengan mu kemarin sore kau tidur pulas sekali mommy berkata untuk jangan mengganggu tidur mu."


Berkata sambil menarik kursi Kemudian duduk di depan meja makan.


"Oh, Maafkan aku."


Merasa tidak enak.


Kemudian Desi mengambil piring yang ada di depan Kristian melakukan seperti yang mommy lakukan untuk suami nya kemudian memberikan pada Kristian.


Kristian berkerut dahi." Kau tidak sekalian menyuapi ku?.


Desi diam tidak menanggapi.


"Kau kenapa?".


Desi menggeleng kan kepala "Aku hanya bingung tidak melakukan apapun disini, Sebenarnya sedikit sungkan."


Desi menunduk menggigit bibir nya.


"Jika kau tidak nyaman disini kita bisa pindah ke apartemen atau membeli rumah baru."


"Bukan, bukan itu maksud ku. Jangan salah faham."


Desi menunduk.


Kristian menghentikan makan nya menoleh pada sang istri.


"Lalu apa yang kau mau biar aku belikan."


"Aku sangat bahagia disini, diperlakukan seperti tuan putri segalanya aku dapatkan. Suami yang sempurna juga mertua yang luar biasa baik nya. Hanya saja, apa yang harus aku lakukan untuk kalian semua yang memperlakukan aku dengan istimewa."


Desi menghela nafas.


"Aku mohon izin kan aku memasak disetiap pagi nya atau membuatkan makan malam untuk kalian yang begitu menyayangi ku."


"Desi.."


Kristian mengusap kepala Desi.

__ADS_1


"Lanjutkan makan mu, jangan lupa minum vitamin nya. Aku akan pertimbangkan permintaan mu tadi."


"Sungguh?."


Desi sumringah.


"Masakan ku enak, kau sering memujiku bukan?!."


"Tidak, dulu aku hanya berniat membuat kau tersanjung."


Kristian mengherdik kan bahu.


"Apa! Kau bilang apa tadi??."


Desi bangkit dari duduk sambil berkacak pinggang.


"Aku tidak akan memberikan jatah untuk mu satu Minggu.,"


Desi melengos kesal pada Kristian.


"Hahaha OKE?!...Bukan kah kau yang meminta nya setiap malam?."


Kristian tertawa hingga tubuh nya bergetar.


"Aku tidak akan menghiraukan mu jika kau menggeliat seperti ulat bulu."


Bangkit dari duduk meninggalkan Desi yang wajahnya memerah padam.


Benar juga, aku kan yang menginginkan nya setiap malam. Ah sial,!! Sejak aku mengandung aku selalu menginginkan dia memasuki milik ku.


Aaaaaa..... Rasa nya ingin menghilangkan sekarang juga.


Desi mendengkus kesal sambil mengikuti Kristian yang terus menertawakan diri nya.


"Dasar menyebalkan?!."


Menggerutu mengumpati pria tampan di depan nya yang masih menggoda nya sesuka hati.


Pelayan saling pandang melihat tingkah Kristian dan Desi yang bagi mereka sangat mesra dan menggemaskan.


"Ternyata tuan Kristian bisa bersikap Se imut itu ya, manis sekali."


"Semua berkat nona Desi yang merubah hidupnya, Menjadikan tuan Kristian bahagia hidup bersama wanita yang sangat di cintai.,"


Lawan bicara mengangguk sambil mengusap mata nya yang basah.


"Kristoper tunggu?!."


Desi memekik kemudian mengejar Kristian.


"Hei stop. Apa yang kau lakukan?! kenapa berlari?"


Kristian berbalik mencegah Desi.


"Terus saja mengerjai ku,!."


"Kau tidak boleh berlari, sangat berbahaya untuk mu. Bagaimana jika kau terjatuh?."


"Eh,?."


Desi terkesiap ketika Kristian menggendong nya."Lingkarkan tangan mu, berpegangan lah."


Desi mengikuti Perintah Kristian mengalungkan tangan di leher berpegangan.


"Jangan berbuat sesuatu yang membahayakan dirimu. Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika kau sampai terluka."


Aaa Kristian...


Kristian membawa Desi masuk ke dalam mobil.


Pelayan memasukkan travel bag kedalam bagasi kemudian menutup nya.


Desi melambai pada mereka sambil berkata


"Jaga rumah ya.."


Desi meninggikan suara kegirangan.


"Hati hati nona.."


Pelayan pun ikut melambai bersamaan

__ADS_1


__ADS_2