
Sudah 6 bulan setelah pindah nya Desi dan Faat ke rumah nya sendiri.Desi dan Faat sudah terbiasa saling berbagi cerita tentang hal pekerjaan sampai saling membantu dalam pekerjaan rumah.
Fa'at tidak lagi mendapati Desi menangis di dalam kamar mandi.Itu sudah membuat Fa'at merasa lega,Namun Fa'at terus menahan rasa sedih yang tidak Ia nampak kan di depan Desi.
Sudah enam bulan sejak awal pemeriksaan sampai hari ini belum ada perkembangan mengenai masalah yang diderita nya.
Ia merasa tidak tega kepada sang istri.Sebagai suami yang faham agama,Fa'at merasa gagal dan berdosa jika terus mempertahan kan desi untuk bersama nya.
"Ada apa mas?kau terlihat murung."
"Tidak ada..Sudah siap?"
Desi mengangguk.Sejak Desi dan Fa'at pindah rumah,setiap hari sabtu dan minggu mereka akan mengunjungi Oma dan Abah.
"Istri mas cantik sekali."
Fa'at mengecup dahi istri nya.
"Ayo..Pasti oma sudah menunggu." Desi mengambil kue didalam lemari pendingin untuk dibawa ke rumah Abah dan Ibu mertua nya.
Desi bergegas masuk kedalam mobil di ikuti Fa'at yang sebelum nya mengunci pintu rumah terlebih dahulu.
Mobil melaju menuju kediaman Prana jaya.
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam."
"Ini untuk Ibu dan Oma." Desi menyalami ibu mertua mencium punggung tangan nya. Kemudian menyerahkan kotak kue pada Ibu mertua nya.
"Wow..ini kue kesukaan Ibu dan Oma Terimakasih sayang."Senyum ibu mertua pada Desi.
Desi melihat sosok wanita duduk di sofa sambil menonton televisi.
" Bibi kapan datang?"ujar Desi mendekati Bibi Fa'at mengulurkan tangan.
Bibi tidak menyambut tangan Desi,menatap Desi dari ujung hijab hingga kaki.
Desi menarik tangan nya kemudian dengan raut wajah sedikit canggung.
"Mbak yu..Gimana menantu mu ini?! sudah setengah tahun lebih belum juga hamil???"
Pekik Bibi Fa'at pada kakak nya.
Ibunda Fa'at mendekat kemudian duduk di sofa diikuti Fa'at dan desi menyusul kemudian.
"Apa kau sudah memeriksakan diri ke dokter?tidak kah kau mandul???."
Ucap Bibi yang seperti biasa *Bermulut Pedas*.
"Cukup!.Bibi jangan terus mendesak Desi!.Ini semua salah ku?!."
Fa'at meninggikan suara.
Semua orang dirumah terkesiap dengan ucapan Fa'at, ini pertama kali nya Fa'at bernada tinggi.
__ADS_1
"Kau membentak ku Fa'at?? Apa istri mu telah meracuni mu hingga kau berkata kasar pada ku??? Lihat lah Mbak yu..Anak mu sudah berubah!!." Bibi berlalu meninggalkan anggota keluarga yang menatap ke arah nya menuju kamar membanting pintu.
"Apa yang kau lakukan nak..." Ibu terlihat kecewa.
"Maaf bu,Semua orang mendesak Desi.Padahal ini bulan lah salah nya.Tapi.."
"Allah belum menitipkan amanah Nya untuk kami."
Desi menyambar cepat ucapan Fa'at sebelum Fa'at mengatakan yang sebenar nya.
Fa'at terperangah menatap Desi yang berusaha menutupi kekurangan nya.
"Terimakasih".. ucap Fa'at tanpa bersuara.
Desi mengangguk.
" Oma...Ibu..Kami akan berbulan madu yang sempat tertunda ke Singapura.Kami mohon izin bu,tolong sampaikan pada Ayah jaya."tutur lembut Desi membuat Fa'at bingung tidak mengerti.
"Baik lah nak,bersenang senang lah." ujar oma.
"Sayang,kita kekamar dulu.Entah kenapa mas lelah sekali." Fa'at berlalu menuju kamar nya.
"Permisi Ibu,Oma..Desi kekamar dulu."
ucap Desi ramah kemudian mengikuti suami nya.
"Singapur?bulan madu?apa maksud mu?"
Desi menggenggam kedua tangan Fa'at.
"Alih alih berbulan madu?"
Desi mengedip edip kan mata."Kau menggoda ku?"ucap Fa'at mencubit hidung Desi.Menaiki ranjang merebahkan diri di sana.
Desi mengikuti Faat berbaring di sebelah nya.
"Sebagai suami aku merasa gagal." Fa'at mengusap wajah nya kasar.
"Kau akan sembuh,percaya lah." Desi mengusap kepala suami nya.
"Jika aku tidak sembuh,aku harus mengambil keputusan yang besar."
"Maksud nya??" Desi reflek bangun dan duduk di ranjang.
"Aku tidak bisa memberi nafkah batin pada mu. Aku tidak mampu memenuhi kewajiban sebagai suami." ucap Fa'at kelu.
"Hentikan jangan ucapkan itu lagi?!"
Fa'at beringsut bangkit dari tidur nya,duduk di hadapan Desi.Menggenggam erat tangan nya.
"Aku sudah berjanji untuk membuat mu bahagia.
Jika aku terus mengikat mu dan memaksamu untuk menerima kekurangan ku,itu sama saja aku berbuat dzalim pada mu.Allah melarang suami mendzolimi istri nya,baik secara fisik atau batin nya."Fa'at mengusap bulir bening lolos dari nerta nya.
" Hentikan..kumohon...Desi menunduk dengan air mata menetes membasah disana.
__ADS_1
Fa'at menyentuh liontin yang melingkar pada leher istri nya."Jangan pernah kau lepaskan liontin ini.Jika pengobatan ku tidak membuahkan hasil...Aku akan sangat bahagia jika kau berjodoh dengan pria pemilik liontin ini.KRISTIAN...."
Deggg..........!!
"Mas.......?!"
"Aku tau semua nya." Faat mengecup dahi desi.
"Kau pasti sembuh mas...maaf kan aku..."
Fa'at menyentuh dagu Desi,mengusap air mata disana. "Ssstttt... jangan menangis."Faat meletak kan jari telunjuk nya di bibir Desi.
" Kau akan bahagia...Terimakasih sudah mengisi hari hari ku."
"Tidak...aku tidak akan meninggalkan mu.Kau pasti sembuh..Kau suami yang baik,bahkan terlalu baik untuk ku..Kita akan mengobatinya bersama.
Kumohon...?!"
Fa'at menggeleng."Itu mustahil..ini sudah takdir."
Cup....
Desi menutup mulut Fa'at dengan bibir nya.
Menautkan bibir nya disana.Fa'at terkesiap dengan sikap Desi saat ini.Ia pun membalas panggutan Desi dengan tangan Desi bergerilya meraih bagian penting pada tubuh Fa'at.
Tautan cukup lama hingga Fa'at melepaskan nya perlahan.Fa'at menggeleng,tetap tidak ada respon apapun dibawah sana.Tidak ada efek basah apalagi menegang.
"Jangan menyakiti dirimu sendiri sayang." Fa'at mengusap perlahan bibir Desi yang basah.
Fa'at jarang sekali menautkan bibir nya pada bibir Desi,karena itu akan membuat hasrat Desi meningkat.Sebagai wanita dewasa yang normal,
itu akan membuat Desi menahan hasrat nya.
Untuk itu,Fa'at hanya mencium dahi dan pipi Desi
Terkadang mengecup pucuk kepala istri nya tidak pernah lebih dari itu.
"Maaf kan aku,tidur lah sayang." Fa'at merapih kan bantal merebah kan istri nya disana.
"Selamat malam."
Desi memejam,seketika terlelap tenggelam dalam mimpi yang indah disana.
Fa'at terus terjaga dengan memandang Desi yang terlelap disamping nya.Merapihkan rambut Desi yang terurai menutupi wajah nya.
"Mungkin seluruh dunia tidak akan percaya jika kau masih Perawan...Aku tidak akan egois dengan terus mengikat mu sebagai istri. Berbahagia lah.. walaupun tidak bersama ku."Lirih Fa'at.
Cup....Fa'at mengecup dahi Desi cukup lama.
-
-
Mohon dukungan nya kawannn......
__ADS_1
Terimakasih sudah mampir di cerita Desi dan Kristian...