
Terpampang dekorasi yang indah di halaman rumah desi,para tetangga kerabat terlihat sibuk mempersiapkan hidangan dan keperluan perluan disana.Sudah menjadi adat,kebersamaan saat bahagia maupun duka di desa pada umum nya.
Di kamar tim perias sudah mulai memoles wajah Desi.Berkali kali taburan make up itu meleleh sebab air mata sang pemilik wajah terus saja mengalir.
"Jika begini terus,ini tidak akan selesai.Maaf nona,tapi kami memiliki pekerjaan yang lain,jadi mohon kerja sama nya." ujar salah satu perias memang sudah terlihat kesal.
"Maaf,Desi mengusap pipi nya lagi." sedikit merasa bersalah sebab entah sudah berapa kali perias itu mengulang make up nya.
"Ini yang terahir nona.Jika tetap gagal kami sudah tidak lagi melanjut kan." ujar nya.
Desi berusaha menetralisir hati nya.meyakinkan diri jika ini takdir nya."Huuh.."Desi menghela.
"Bismillah.."
Setelah cukup lama,Desi ahirnya selesai di poles.
"Anda begitu cantik,nona.Tuan Fa'at pasti tertegun nanti melihat anda." ucap perias.
Desi diam tidak menjawab.Salah satu perias menggenggam tangan Desi,menatap nya lekat.
"Nona,mungkin ini berat untuk anda." melihat Desi yang sejak awal menangis menandaakan Desi tidak menginginkan pernikahan itu."Namun,yakin lah jika takdir dari Allah pasti itu yang terbaik."lirih nya.
"Kau benar.Terimakasih mengingatkan ku."
Desi menghela"Ini sudah takdir.Ya Allah ikhlaskan hati hamba."
***
Keluarga dari mempelai pria datang.Tetua adat,kepala desa dan orang orang penting disana menyambut tidak terkecuali Abah,hengki dan harli.
Para saksi dan penghulu juga kerabat yang ingin menyaksikan ijab kobul telah duduk dengan khikmat.
Acara pun dimulai,terdengar dari kamar desi suara lantang di luar sana "SAH..?!"
Desi keluar disambut shalawat Nabi dan berdiri nya tamu yang datang.Bulir bening yang lolos begitu saja,seolah ikut mengatakan "Goodbye KRISTIAN." gumam desi kelu.
Untuk pertama kali nya Desi menyambut tangan Fa'at kemudian mencium nya.Fa'at dengan senyum nya mengatakan"Aku akan membahagia kan mu."lirih nya sambil mencium dahi Desi.
Acara sungkeman atau disebut meminta maaf dan memohon restu pada kedua orang tua juga mertua.Para orang tua duduk di atas kursi atau sofa sedang pasangan pengantin berlutut sanbil mencium tangan orang tua juga mertua.
Terjadi ketidak sukaan disana ketika Desi hendak sungkem pada ibu dan ayah mertua.Secepat itu ibu mertua langsung menarik dan sedikit menyingkirkan tangan Desi.Adegan begitu singkat sehingga tidak ada yang melihat.Namun kameramen sempat menangkap adegan itu dengan kamera nya.Ia tersentak pun akhirnya membiarkan"Ini akan jadi momen penting ketika rekaman video pernikahan di cetak."gumam nya.
\*\*\*
Di tempat lain,Kristian sejak pagi sudah berada di taman kediaman Ramadhian.Nyonya Ramadhian merasa tidak tega melihat Kris yang tidak seperti biasanya.Raut wajah sendu
dengan luka yang terlukis disana.
"Kau tidak perlu kembali ke Kairo nak,Aku dan Dady sudah tua.Ku harap kau temani kami disini." ucap nyonya Ramadhianmembuyarkan lamunan.
__ADS_1
"Tapi mom.."Kristian menoleh mommy
"Harus kah mommy memohon pada mu?" ujar nya.
"Bagaimana dengan Farel?"
"Dia sudah dewasa,kau tidak perlu lagi menjaga nya.Ada Geo disana,tidak ada yang perlu dihawatirkan." pungkas nya.
Kristian hanya diam tidak menimpali.
"Mommy benar nak,Kami sudah tua dan sangat kesepian." Tuan Ramadhian tiba tiba muncul menghampiri Kris menyentuh bahu nya.
"Baik lah." ucap Kris pasrah.Jika tuan Ramadhian yang berkata tentu Kristian tidak mampu untuk membantah.
"Besok kau mulai bekerja." ucap tuan Ramadhian sambil mengajak istrinya pergi dari sana.
"Biarkan dia sendiri." ujar nya sambil meraih sang istri meninggalkan Kristian.
Seseorang mengirimkan pesan untuk Kristian.
"Sudah saya antarkan bos."
Tidak ada balasan dari Kristian, hanya meletak kan ponsel di atas rerumputan taman tepat disebelah Kristian duduk.
\*\*\*
masih di acara pernikahan Desi,para tamu undangan hadir di sana silih berganti.Entah berapa orang yang telah berjabat tangan pada desi.
"Terimakasih." ujar Desi kelu.
Harli menghela."Berbahagi lah kak."lirih nya.
Acara sudah semakin sepi para tamu undangan silih berganti meninggalkan tempat acara.
Waktu nya pelepasan pengantin.Keluarga Fa'at prana jaya akan membawa menantu menuju kediaman nya.
Pihak keluarga Desi pun mengantar kesana secara simbolis menyerahkan anak nya di sana.
Rombongan pengantin meninggalkan rumah Desi menuju kediaman Fa'at.
Sampailah di tempat kediaman prana jaya.
Prosesi adat serah terima telah selesai.Ini waktu nya Abah,hengki dan juga harli berpamitan.
Desi tampak tersendu memeluk Abah nya."Berbahagialah nak,maaf kan Abah."lirih nya.
Desi mengangguk samar.
"Jaga dirimu kak,aku menyayangi mu."hengki menyalami Desi,mencium punggung tangan nya.
__ADS_1
Harli memeluk Desi dambil meraih tangan kakak nya diam diam menyelipkan sebuah kotak disana.
Desi terkesiap." Liontin.pakailah?!."ujar nya.
Pihak keluarga Desi berpamitan beramah tamah
disana kemudian meninggalkan kediaman keluarga prana jaya.
Desi berlalu,mengedarkan pandangan ke seisi ruangan.
"Ada yang kau cari?" tanya Fa'at sedikit mengagetkan.
"Aku ingin ke toilet sebentar." ujar nya.
"Disana." Fa'at menunjuk ke arah samping kanan.
"Terimakasih,aku permisi sebentar." ucap desi dengan ramah.
Fa'at mengangguk.Memandang punggung desi yang berlalu disana.Senyum bahagia di hati Fa'at bisa menikah dengan wanita itu.
Di dalam toilet Desi membuka kotak yang diberikan harli.Ini kotak perhiasan Desi membuka nya."Liontin?"gumam Desi.
Desi berfikir sejenak"Liontin ini harga nya fantastis.mustahil harli mampu membeli nya."
Desi menyentuh liontin itu"Ini cantik sekali."
gumam nya.
Desi tersentak ketika membaca tulisan kecil pada liontin disana "KRISTIAN".
Jika tidak di perhatikan cermat,tulisan itu sama sekali tidak terlihat.
" Ini dari Kristian."Desi mengulas senyum disana.
"Kau masih saja memperhatikan ku, sedangkan kau sendiri terluka!!Bodoh Kristian Bodoh!!" hik...hik..Desi mengusap bulir bening yang menetes di pipinya.Desi memakai liontin itu sebagai hadiah terahir untuk nya.
Desi mengetik pesan untuk Kris."Aku akan menyimpan nya,Terimakasih tuan. Beribu maaf dari ku.Berbahagialah kau disana tuan,walaupun tidak bersama ku.Mungkin ini akan jadi pesan ku yang terahir untuk mu.Setelah ini aku tidak bisa lagi menghubungi mu.Katakanlah apapun yang ingin kau katakan tuan."
Kristian membaca pesan dari Desi.Mengulas senyum di sana kemudian membalas"Memang nya apa lagi yang ingin kau dengar?Bodoh?!."
Desi membuka ponsel nya setelah lama menunggu balasan itu dengan panik sebab Ia telah lama di dalam toilet.
Desi mengulas senyum disana.Walaupun Kristian mengumpat,Ia tau jika Kristian sangat mencintai nya."MAAF.."hanya ucapan itu yang bisa keluar dari bibir Desi.
-
-
Vote..vote..vote..
__ADS_1
Mohon dukungan nya kawan