
Matahari telah kembali ke peraduan, senja pun berganti dengan malam.
Launching perdana Restoran Desi.
Desi keluar dari mobil menyambut tangan Kristian dengan penampilan yang sempurna.
Memang selalu terlihat sempurna untuk pria bernama Kristian itu. Berjalan menggandeng wanita yang berpegangan pada lengan nya menginjak karpet merah membentang disana.
Apa tidak berlebihan mereka menyambut ku.
Dag Dig dug
Hati Desi berjalan disamping Kristian, Melangkah berdebar penuh haru saat mereka menjadi sorotan utama dari para pengunjung.
Para tamu terdiri dari kolega tuan Ramadhian, Ustadz dan Ustadzah Al-ikhsan, hingga Beberapa Staf perusahaan. Tidak terkecuali Anak anak yatim dan beberapa Suster dari yayasan tempat Kristian berasal.
Desi seperti Cinderella yang beruntung mendapatkan pria seperti Pangeran.
Seperti cerita dongeng wanita miskin yang dinikahi putra raja.
Mungkin itu lah yang para tamu fikirkan tentang Desi jika tahu asal usul Desi sebenarnya.
Identitas asli Desi tertutup dari awak media terutama tentang Status nya yang janda sebelum dinikahi Kristian hanya orang orang desa dan kerabat dekat yang tahu.
Yang Seluruh media tahu adalah jika Putra pertama Tuan Ramadhian menikahi seorang ustadzah pesantren Al-Ikhsan lulusan dari universitas Kairo Mesir.
Menakjubkan bukan? Padahal kalau bukan karena mba Aisyah yang sekarang menjadi adik ipar ku, Aku tidak akan sampai ke Mesir.
Haha
Desi menertawakan dirinya dalam hati.
Namun disisi lain Ia sangat bersyukur. Desi bahkan mendapat kan lebih dari apa apa yang Ia inginkan.
"Terimakasih."
Desi menoleh pada Kristian mengulas senyum tulus disana.
"Muach"
Kristian menjawab dengan meraih tangan Desi kemudian mengecup nya.
Aa..manis nya
Apa lagi yang kurang dari mu coba, Aku bahkan tidak pernah menyangka sikap mu begini aslinya.
Tergelak dalam hati.
Tuan dan Nyonya Ramadhian keluar dari mobil Limousine. Dengan Bodyguard yang membukakan pintu membungkuk menghormati
Menginjak karpet merah yang membentang disambut hormat bagaikan permaisuri dan raja.
Senyum mengembang penuh haru dari bibir Desi ketika menyentuh pita dan memotong nya bersama Nyonya Ramadhian.
Disambut tepuk tangan meriah dari para pengunjung.
Peresmian restoran saja berlebihan seperti peresmian sebuah hotel berbintang.
Desi bergumam dalam hati. Mungkin karena pengaruh dari keluarga Ramadhian hingga sampai seperti ini.
"Selamat ya sayang."
Ujar Nyonya Ramadhian paa Desi.
"Terimakasih Mom."
Desi sedikit membungkuk kemudian tersenyum manis disana.
"Mommy kesana dulu menemui para tamu "
"Iya, mom."
__ADS_1
"Kristian?!."
Seorang wanita cantik bertubuh indah dengan dress mini yang melekat di tubuhnya menambah pesona bagi nya. Datang menghampiri. Tangan nya ingin meraih bahu Kristian berniat memeluk nya.
Kristian mundur satu langkah untuk menghindari pelukan itu.
"Moza?!. Jaga sikap mu."
Desi melirik Kristian.
Kristian mengenal nya, Tidak! Mereka seperti nya dekat.
Gumam gumam dalam hati.
"Apa karena kau sudah menikah kau melupakan aku?!."
Berkacak pinggang kemudian menunjuk dada Kristian yang terbalut stelan jas disana.
"Singkirkan tangan mu."
Ucapan datar dari Kristian.
"Hahaha, Kau lucu sekali Kris. Apa kau takut ketahuan istri mu, Jika hati mu sedang berdebar saat ini."
Semakin menekan dada Kristian dengan telunjuk nya.
Berani sekali wanita ini.
Aa.. Baru begini saja aku jadi cemburu kan.
Kristian menepis tangan Moza."Jangan bertindak berlebihan."
Ucapan datar itu seperti mengancam.
Atau kau keluar dari sini dengan cara memalukan.
Ucapan tanpa bicara terlihat dari cara Kristian bernafas.
Desi terlihat mundur satu langkah kebelakang.
Terkesiap ketika tangan Kristian menggenggam erat tangan nya mencegah untuk mundur.
"Dia istri ku."
"What?!"
Mosa tersentak tidak percaya.
"Kristian..."
Hati ku jadi meleleh kan. Lihat wanita itu, sampai menganga tidak percaya.
Cemburu yang menyeruak pun menguap seketika.
Moza menatap Desi. Seringai mengejek muncul disana.
"Yang seperti ini adalah istri mu?"
Moza berkerut dahi menatap tidak percaya.
Yang seperti ini? Memang aku seperti apa?!. Dasar menyebalkan. Kau mau mengejek ku kan?!
"Kau benar, Seperti inilah istri ku."
Ujar Kristian.
Seperti ini lah? mengapa kau berkata begitu. Seburuk itu lah aku?
"Kau menyadari kan?."
Tatapan sinis diiringi senyum mengejek semakin melebar.
__ADS_1
"Ya, Seperti ini lah istri ku.Wanita paling berharga selain mommy. Wanita yang aku cintai sampai seumur hidupku akan terus begitu."
Mengangkat tangan Desi dan mengecupnya.
"Kristian..."
"Rasa nya ingin menangis. Kau menunjukan cinta mu pada semua orang. Padahal aku hampir saja terluka tadi.
Berkata dalam hati.
Nyonya Ramadhian memperhatikan dari jauh. "Seperti nya Desi hampir tersudut.".
"Dad, ?
Mommy kesana sebentar."
Ujar mommy dengan tangan melepaskan genggaman.
Mommy melangkah mendekati Desi dan Kristian.
"Nyonya Ramadhian, selamat malam.'
Sapa Moza sedikit membungkuk.
"Malam."
Balas mommy ramah.
"Nyonya masih mengingat saya? Saya Moza teman kuliah Kristian saat di London. Anak dari rekan bisnis tuan Ramadhian"
bla..bla...bla.. menjelaskan tentang dirinya membuat Kristian benar benar jengah.
"Saya ingat, Oh ya. Perkenalkan ini salah satu menantu kebanggaan kami bernama Desi."
Mommy mengusap kepala Desi yang tertutup hijab.
Apa menantu kebanggaan,? Sialan!
Dari cara mommy memperkenalkan Desi, telah terlihat bahwa Nyonya Ramadhian menyukai nya. Itu berarti Tidak ada lagi kesempatan untuk aku dekat dengan Kris.
Moza bergumam dalam hati.
Desi mengulurkan tangannya pada Moza.
Moza pun menjabat sekena nya.
"Baik lah nyonya, saya permisi."
Berbalik berlalu dari sana.
Desi tergelak.
Memperhatikan langkah Moza yang menjauh.
Desi menatap mertua nya.
"Terimakasih mom."
"Kau baik baik saja kan sayang."
ujar mommy sambil mengusap bahu Desi.
"Saya tidak apa apa mom."
Waktu terus berputar hingga malam pun semakin larut. Desi dan Kristian memilih untuk pulang bersama tuan dan nyonya Ramadhian.
Di tempat lain Moza yang tampak sangat kesal memarkirkan mobilnya sembarangan. membanting pintu mobil melangkah drngsn menghentakkan kaki memasuki rumah nya.
"Dasar Sialan! Awas kau Kristian, aku tidak akan pernah melepas kan mu."
-
__ADS_1
-
Maaf Up nya lamaaa ya..