Goodbye KRISTIAN

Goodbye KRISTIAN
Honeymoon part 4


__ADS_3

Tokyo Japan.


Masih di dalam rumah sakit, Pengawasan super ketat hingga seluruh ruangan VVIP khususnya di steril kan.


Tidak ada pasien lain di sini agar memudahkan untuk para bodyguard berjaga. Memeriksa siapapun yang masuk ke sana tidak terkecuali para Dokter juga perawat Beberapa petugas kebersihan hingga petugas khusus pengantar makanan.


Seorang petugas membawa nampan memasuki ruangan, Sedikit membungkuk menghormati dihadapan Kristian dan istri.


"Selamat siang tuan, Permisi ini makan siang untuk anda."Ujar nya dengan sangat santun kemudian meletak kan di meja, Membungkuk lagi kemudian berlalu dari sana.


" Makan ya, Sini biar aku suapi."


Ujar Desi ketika petugas itu telah kembali menutup pintu.


Desi mendekatkan sendok berisi bubur menyuapkan kedalam mulut Kristian.


Kristian menerima itu, membuka mulut nya. Hingga suapan demi suapan masuk kedalam mulut nya.


"Maaf honeymoon kita berakhir di rumah sakit."


" Aku tidak apa apa, Kau begini karena aku, Kau baik baik saja sudah membuatku sangat bersyukur."


Desi tersenyum manis disana sambil terus menyuapi Kristian.


"Maaf selalu menyusahkan mu."


"Kau itu bicara apa? Aku ingin segera kembali ke hotel dan tidur dengan mu di sana. Tempat ini sangat membosankan."


Menyentuh dagu Desi mengecup bibir nya.


Muach!!


"Aku bisa membagi bubur dengan mu, rasanya nya tidak buruk"


Mengusap bibir Desi yang basah akibat ulah nya.


"Tidak mau!"


Melengos memajukan bibirnya.


Apaan sih berbagi bubur dari bibir mu! Dasar Kurang kerjaan.


Kristian menahan tawa hingga tubuh nya bergetar.


He! Malah tertawa.


"Kau selalu menggemaskan."


Mencubit hidung Desi.


"Kita tetap disini sampai kau benar benar sembuh, Aku akan terus menjaga mu.,"


Berkata sambil terus menyuapi Kristian.


"Kau lihat, bahkan asisten Mr Tsaichi mengirimkan pakaian untuk ku. dan satu lagi, Ini di rumah sakit, jangan menggodaku ya?!."


Berkata sambil berkacak pinggang.


Kristian tergelak pun ahirnya tertawa.


"Aku tidak pernah se bahagia ini selain dengan mu."


" Kemarilah."


Kristian meraih piring di tangan Desi, meletakkan nya di atas meja.


Meraih tubuh Desi mendekap di pangkuannya.


"Aku tidak bisa jika tidak menggoda mu."


Desi bergedik saat bibir Kristian menyenyuh leher nya."Kau mau apa, Sudah ku katakan ini di rumah sakit." Desi memajukan bibir nya.


"Aku tidak mengatakan ini di hotel, Sayang."


Kristian berbisik di telinga.


Desi merinding bukan hanya karena de..sa..Han

__ADS_1


nafas Kristian di telinga, namun atas kata terakhir yang keluar dari bibir Kristian.


"He, Kau bilang apa tadi?! Kau panggil aku sayang?."


Meringsut menggeser tubuh nya menatap Kristian dengan kedua tangan Desi berada di pipi nya.


"Tidak ada!."


Melengos membuang muka.


"Kau imut sekali, Kau panggil aku sayang tadi kan, aku sungguh tidak salah dengar?!. Aaa manis nya, Coba di ulangi?!."


"Tidak mau! Salah sendiri tidak dengar."


"Aaa...Kau manis sekali."


Desi tertawa kemudian.


Kebahagiaan macam apa ini, hingga sejenak lupa bahaya mengancam diriku.


"Katakan sekali lagi tuan Kristian?!."


Desi terus menggoda.


"Tidak mau!."


"Ternyata kau imut juga ya."


"Aku mungkin wanita paling beruntung yang bisa melihat cara mu tertawa. Hangat nya dirimu yang tidak kau tunjukkan selain pada keluarga mu."


Desi mendekat kan wajah nya mengecup bibir Kristian.


Muach!


Tok Tok


Seseorang mengetuk pintu.


"Apa kami diizinkan masuk tuan? Mr Tsaichi datang menjenguk anda."


Kristian menurun kan Desi dari pangkuan nya, membuat Desi mundur beberapa langkah menjarak kan tubuh nya.


"Masuk lah."


Ujar Kristian.


Asisten Mr Tsaichi membukakan pintu, menutup nya kembali setelah Tuan nya masuk.


"Selamat siang Mr Kristian, bagaimana keadaan mu."


Mr tsaichi memberikan memberikan map pada Kristian.


Mr tsaichi telah mengantongi nama nama tersangka beserta profile dan riwayat hidup nya, Foto foto tentang tersangka hingga siapa siapa yang terlibat.


Kristian meraih map itu dan membaca nya.


"Sudah kuduga!."


Kristian mengeluarkan ponsel nya, menghubungi seseorang disana.


***


Di Belahan bumi yang lain.


Hanya dengan satu panggilan di ponsel, mampu membuat perusahaan ayah moza dilanda kepanikan luar biasa.


Meeting mendadak di adakan, Seluruh iklan yang berhubungan dari perusahaan milik Kristian di telah di hentikan. Kerja sama di hentikan secara sepihak membuat kerugian besar untuk perusahaan yang sekarang seketika pun di ambang kebangkrutan.


"Breng*k..!!"


Ayah moza menghempaskan apa saya yang ada di meja.


"Seperti nya sebagian karyawan harus segera dirumahkan karena seperti perkiraan kedepannya perusahaan tidak akan mampu lagi untuk membayar gaji mereka tuan."


Ujar asisten ayah Moza.


"Persetan dengan itu semua!! "

__ADS_1


Ayah Moza meninggikan suara memenuhi ruangan.


"Bisa bisa nya mereka gagal."


Ayah Moza mengusap wajah nya kasar.


"Aaahhhh SIAL!! aku bahkan bisa mendekam di penjara?!."


Baru saja Ayah Moza bicara, Seseorang membuka pintu tanpa permisi.


Menod*Ng kan pistol dengan Seragam yang tentu tidak asing lagi untuk nya.


"Anda di tahan!."


Aparat kepolisian negara memborgol Ayah Moza yang masih terperangah tidak percaya.


Tidak mampu lagi melawan karena jumlah mereka sangatlah banyak.


Penangkapan Ayah Moza berlangsung dramatis, Ratusan aparat kepolisian negara di kerahkan mengepung gedung perusahaan salah satu stasiun TV swasta itu.


Reporter dari berbagai stasiun TV seketika meliput.


Sepersekian detik pemberitaan membanjiri media.


Mulai dari televisi koran hingga pemberitaan di media sosial.


"Lepaskan aku! Apa yang kalian lakukan?!."


Ayah Moza berusaha memberontak.


"Diam!! Jelaskan semua di kantor?!."


"Apa salah ku!!. Lepaskan?! "


Pasrah. Itu saja yang mampu dilakukan saat ini mengikuti polisi yang membawa nya paksa keluar dari ruangan, masuk kedalam lift khusus menerjuni gedung hingga lantai pertama. menunduk malu saat pintu kubaikel besi terbuka.


Para Reporter seketika menyalakan kamera profesional mereka.


Pertanyaan demi pertanyaan di lontarkan hingga kamera itu mengabadikan momen Syah Moza disana, tidak mampu lagi Ayah Moza menjawab. Hanya menunduk malu merewati para wartawan yang terus menyorotnya hingga masuk kedalam mobil polisi yang dijaga super ketat dengan pengawalan ekstra.


Salah satu orang suruhan Kristian mengawasi disana.


Mengetik pesan untuk Tuan nya ketika semua pekerjaan nya telah selesai.


"Tuan, Semua berjalan sebagaimana yang seharusnya."


"Kau boleh pergi."


Itulah balasan dari tuan KRISTIAN.


***


Tokyo Japan.


"Aku ingin bertemu langsung dengan orang yang ingin mencelakai istri ku."


Kristian menghempas kan selimut, Seketika Asisten Mr Tsaichi mencegah nya.


"Jangan kotori tangan anda tuan, Aku yang akan menentukan hukuman yang pantas untuk nya. Dan melakukan nya dengan tangan ku sendiri."


Kristian mendengkus kesal.


"Benar tuan, anda beristirahat lah. Maaf karena kelalaian ku semua ini terjadi."


Mr Tsaichi membungkuk disana.


"Maaf Mr Kristian,Saya akan pastikan tidak akan ada kejadian seperti ini lagi."


"Beristirahat lah dengan nyaman, Saya permisi."


Mr tsaichi berlalu keluar dari kamar Kristian, diikuti asisten pribadi nya mengikuti dari belakang.


-


-


Next

__ADS_1


__ADS_2