
Desi dan Kristian duduk di ruang tamu saling diam dalam fikiran masing masing.
Abah menghampiri."Sekali lagi maafkan abah nak Kristian. "Sesal pun tiada berguna saat ini.Pihak keluarga Fa'at tetap akan melangsungkan pernikahan itu.
" Membantah pun sudah mustahil saat ini.Apakah lari?pergi bersama Kristian?tidak..Bagaimana dengan nasib Abah nanti."ucap Desi dalam hati.Desi benar sangat tidak tega ketika tadi Abah merasa dihina dan terpojok.Jika Desi pergi,tentu saja akan menyakiti hati Abah lebih jauh lagi.Desi dilema atas diri nya saat ini.
"Selesaikan masalah kalian." ujar Abah berlalu meninggalkan kedua nya.Menarik tangan kedua adik Desi mengajak pergi meninggalkan mereka.
Kedua nya saling diam,Hening itulah suasana disana saat ini.
"Maaf kan aku tuan,seperti nya memang ini harus berahir." ujar Desi memecah keheningan.
"Lupakan lah aku tuan.."Lirih nya.
"Kau pukir semudah itu?" Kristian meninggikan suara menoleh kearah Desi.
Desi menunduk."Berusahalah."ujar nya,kemudian bangun dari dudu hendak meninggalkan Kristian disana.
Kristian melakukan hal yang sama menyusul Desi menarik lengan nya disana."Lepaskan Aku tuan!"
Desi meninggikan suara.
"Hanya seperti ini kah perasaan mu untuk ku Desi?" Lirih Kristian.Melepaskan tangan nya sambil mendekat pada Desi,
Desipun terus mundur ke belakang hingga tubuh nya menempel pada dinding.
Kristian mengukung Desi,menatap tajam wanita di depan nya.
"Kumohon tuan,menjauh lah dari ku." lirih Desi sambil mengusap bulir bening lolos dari ujung matanya.
"Aku sudah pernah mengatakan pada mu bukan...!!.Aku akan menutup luka mu.Menghapus air mata mu.Mengobati kepedihan di hati mu.
Aku mencintai mu Desi Kumala Marwan!!.tegas Kristian dengan masih mengukung Desi dihadapan nya.
" Abah menjodohkan ku dengan pria lain.Mustahil sudah untuk membantah!.Kumohon mengerti lah.
Desi menatap Kristian lekat,air mata Desi terus mengalir membuat Kristian tidak tega kemudian melepas kan nya.
"Aku akan menunggu mu,hingga Tuhan menentukan takdir Nya untuk kita." Kristian berlalu meninggalkan Desi tanpa menoleh kebelakang.Terus berlalu meraih travel bag disana meninggalkan rumah Desi.Namun dalam hati terus berharap Desi berteriak memanggil nama nya.Harapan Kristian sia sia,wanita itu tudak memanggil atau mengejar sama sekali.
Kristian mengusap mata nya yang seketika itu mengeluarkan bulir bening disana.
Desi terduduk memeluk lututnya,manangis menerima kenyataan kehilangan satu satunya pria yang pernah mengisi hati nya.
"Goodbye KRISTIAN... Maaf kan aku...."
***
"Keterlaluan!!bisa bisa nya Abah datang kemari ingin membatalkan pernikahan Fa'at dan Desi?!"
__ADS_1
Geram Ayah Fa'at.
"Sabar Ayah." Usap Fa'at pada punggung Ayah nya.
"Mau diletak kan dimana wajah kita?!Undangan telah tersebar!!Semua nya telah dipersiapkan!!Tidak sadar kah Abah akan hal itu?" Ayah Fa'at benar benar sangat marah pada Abah dan Desi.
"Bisa bisanya Desi pulang bersama seorang laki laki?bahkan Dia tau jika Ia akan menikah?Bukan kah Ia lulusan Kairo???Tidak kah Ia memiliki adab hingga berbuat seperti itu??!
BEDEBAH!!" Prang..!!Ayah Fa'at membanting Gelas disana.
"Ashtaghfirullahal'adzim.Istighfar Ayah.Bukan nya masalah ini sudah selesai?" Tutur Fa'at dengan lembut pada Ayah nya.
"Bagaimana jika Desi lari?Keluarga besar kita akan sangat malu?!"Geram Ayah Fa'at.
" Itu tidak akan terjadi,percayalah Ayah."ujar Fa'at pada Ayah nya.
Ayah Faat menghela."Baik lah,kita lihat saja nanti.
Duduk di sofa menyilangkan kaki sambil menyalakan cerutu dan menghisap nya, Juga mengeluarkan asap disana.
Fa'at hanya diam,namun Ia tampak berfikir. Sebenarnya hati Fa'at juga terluka mendapati kenyataan itu.Desi tidak pernah mencintai nya,bahkan dia pulang bersama seorang pria yang mengaku sebagai kekasih."Itu sangat menyedih kan bukan?"Fa'at bergumam dan menertawakan diri nya sendiri.
***
Kristian menghampiri Abah dan kedua adik Desi yang berada di samping rumah,entah apa yang mereka sedang lakukan."Abah,saya permisi."
"Terimakasih Abah." Kristian melepaskan pelukan nya.
Hengki dan harli menyalami Kristian."Maaf kan kami kak,Kami tidak bisa membantu mu."Ujar nya.
Kristian menepuk bahu harli"Ku titipkan Desi dan Abah pada kalian,jaga mereka baik baik"balas nya.
"Insya Allah kak" Jawab mereka.
Taxi datang menjemput Kristian, Abah dan kedua adik Desi mengantar kepergian nya,namun wanita yang Ia tunggu tidak menampak kan diri di sana.
Sopir taxi membuka pintu mobil mempersilahkan Kristian masuk.Kristian mengedarkan pandangan berharap sosok itu muncul di sana.Nihil..
Desi tidak kunjung datang,"Baik lah kita jalan."
Kristian masuk kemudian mobil berlalu meninggalkan tempat itu.
Di balik tirai Desi menangis sambil melihat Kristian dari sana.Terdapat jendela kaca sehingga nampak pria berlalu di sana.
Sudah tidak tahan lagi,Desi berlari menuju kamar menangis sejadi jadi nya di kamar itu.
"Maaf kan aku Kristian..."
Di tempat lain,Kristian mengulas senyum menertawakan diri nya.Membenturkan kepala pada jok mobil disana.Pergi dengan membawa luka dan keperdihan bersama nya.
__ADS_1
Megusap bulir bening yang lolos membasah di pipi.
"Berbahagialah Desi,walaupun tidak bersama ku."
Kristian memejamkan mata,teringat begitu singkat kebersamaan dengan Desi.Senyum nya,tawa nya juga tatapan sendu saat Ia bersedih.
"Huuh.." Kristian menghela.
'
"Ya Allah ya Tuhan ku.Bahagiakanlah Desi.
Buatlah Aku perlahan melupakan nya.
Ku serahkan jodoh ku pada Mu Ya Allah." Lirih Kristian.
Kristian terlelap disana,nafasnya sudah beraturan Kristian tertidur pulas,sejenak melupakan rasa sakit di hati nya hingga taxi terparkir di depan pintu masuk bandara."Tuan,sudah sampai."ujar sopir taxi.
Kristian terbangun"Sudah sampai ya?aku tertidur rupa nya."Kristian mulai membuka mata.
Sopir taksi keluar membuka kan pintu untuk Kristian."Silahkan tuan".
Kristian keluar dari taxi,mengeluarkan beberapa lembar uang."Maaf tuan ini terlalu banyak."ujar sopir taxi.
"Tidak apa,ambil lah."
"Trimakasih banyak tuan." Sopir taxi itu amat gembira."Alhamdulillah ya Allah...."Gumam nya dalam hati.Sedari pagi Sopir taxi itu belum mendapat penumpang,Ia sangat gusar karena harus segera membayar kontrakan.Anak nya yang masih sekolah pun sudah dua bulan menunggak SPP.Senyum nya seketika mengembang,satu satu nya penumpang hari ini memberikan sejumlah uang yang cukup besar bisa melunasi kontrakan juga SPP anak nya,masih ada sisa untuk berbelanja sembako.
Sopir taksi antusias menurunkan barang milik Kristian.Sambil berkali kali membungkuk mengucapkan Terimakasih.
Kristian hanya diam tidak bergeming."Ya Allah..
uang yang hanya segitu bahkan menurutku tidak begitu berarti namun sangat berharga untuk nya"
gumam nya.
Kristian berlalu masuk kedalam bandara."Semoga Allah membalas kebaikan anda tuan."ucap sopir taxi mengeraskan suara,berharap Kristian mendengar nya.
"Aamiin..." tutur Kristian sambil terus berjalan kesana.
-
-
vote.. vote... vote...
Trimakasih sudah membaca..
mohon dukungan nya ya kawan...
__ADS_1