Goodbye KRISTIAN

Goodbye KRISTIAN
Honeymoon part 5


__ADS_3

Asisten Mr Tsaichi melesatkan mobil nya dengan kecepatan maksimum menembus keheningan malam. Tidak ada tanda kehidupan lagi di malam yang beberapa jam lagi menjalang pagi.


Mobil para bodyguard Mr Tsaichi pun mengikuti dari belakang.


Asisten Mr tsaichi memarkirkan mobil nya sembarangan di depan rumah dua lantai membuka pintu mobil dengan membawa revolver di kedua tangan nya.


Brrrraaakkk!!


Menendang pintu yang seketika itu terbuka.


Dorr!! Doorr!! Doorr!!


Asisten Mr tsaichi membabi buta menembaki apa saja yang ada di sana.


Guci, hiasan rumah hingga kaca pun pecah akibat ulah nya melampiaskan kemarahan yang meluap luap.


Salah satu bodyguard menuruni tangga sedangkan yang lain tetap di dalam persembunyian menjaga bos nya di lantai dua yang tidak lain adalah keponakan Ayah Moza yang kebetulan menetap di kota ini.


Bodyguard itu berniat menghadang Asisten Mr Tsaichi itu dengan menod*ngkan pistol sambil melangkah mendekat.


"Apa mau kalian?!."


"Apa mau ku?!. Kau bodoh atau sungguh tidak tahu???."


Hahaha Asisten Mr Tsaichi tertawa diikuti para bodyguard yang berdiri di belakang nya.


Asisten Mr Tsaichi melangkah tenang menghadapi bodyguard yang menghadang nya sambil menuruni anak tangga.


Bodyguard di belakang Asisten Mr Tsaichi membidik kepala pria yang sekarang sedang menuruni tangga itu.


"Bedebah! Cepat katakan?!."


"Aku ingin menghabisi kalian brengs*k!!."


Asisten Mr Tsaichi menod*ngkan pistol kearah kepala bodyguard itu.


Dorr!!Dorr!!


Asisten Mr Tsaichi menemb*k bodyguard yang berada di balik dinding di lantai dua yang hendak menembak nya dari atas.


Seketika bodyguard itu ambruk bersimpah darah.


Glek!


Pria yang sekarang berdiri di depan Asisten Mr tsaichi menelan Silva.


"Ada apa, kau takut?."


"Kau kira kau sedang berhadapan dengan siapa hm,?!."


Bugh Bugh Bugh


Hantam*n bertubi tubi menghujani bodyguard itu hingga tidak mampu lagi menahan diri pun akhirnya amunisi melesat dari revolver yang ada di tangan Asisten Mr Tsaichi membuat bodyguard itu tergeletak bersimbah darah.


Asisten Mr Tsaichi menghempas kan tangan, memerintahkan bodyguard memeriksa rumah itu. Menangkap otak dari penembakan yang dilakukan orang suruhan nya mencelakai istri tuan Kristian hingga berakhir Kristian yang menjadi korban.


Asisten Mr Tsaichi duduk menyilangkan kaki di sofa, Menunggu bodyguard yang sedang dalam pekerjaan nya.


Melihat arloji menghitung berapa menit bodyguard nya sanggup melumpuhkan si brengs*k itu.


"Berlutut!!."


Seluruh penghuni rumah ini berlutut di hadapan Asisten Mr Tsaichi.


"Ampun tuan."


Ucapan menjijikan itu semakin memicu kemarahan yang memuncak disana hingga hanta-man bertubi tubi mengenai wajah juga tubuh yang berlutut itu hingga Limpung tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Entah masih bernyawa atau tidak Ia pun tidak lagi perduli.


"Bereskan mereka!."


Berkata kemudian berlalu keluar dari rumah itu menuju mobil yang terparkir di sana.


Hanya dengan sebuah pesan singkat dari Asisten Mr Tsaichi, suara sirine mobil aparat kepolisian negara Jepang terngiang disana.


Mendekati tempat kejadian perkara mengepung rumah itu.


Mobil polisi yang telah mengepung tempat itu menurunkan personil nya dengan Laras panjang dan APD lengkap berada di tangan.


Meringkus para penjahat yang telah berlutut dengan tangan terborgol.


Sedangkan bodyguard yang telah tewas telah menghilang tanpa jejak.


Perbuatan siapa? tentu asisten Mr Tsaichi yang melenyapkan tanpa jejak sedikitpun.


Dengan Bodyguard yang telah terlatih mampu melakukannya dengan profesional.


"Ahirnya selesai juga."


Asisten Mr Tsaichi menghela nafas panjang membenturkan kepalanya di atas kemudi.


Pekerjaan yang begitu melelahkan membuat nya semenit pun belum memejam.


Melesatkan mobil nya kemudian melaju menembus heningnya suasana remang remang yang tentu hampir pagi.


Menuju apartement nya menaiki lift disana menuju rumahnya, membuka pintu kemudian.


menanggalkan pakaiannya sembarangan kemudian memasuki bathrobe merendam kan tubuh nya di dalam air hangat melepas lelah.


"Jika saja ada seorang istri yang memijat ku malam ini mungkin hari hari ku tidak lah membosankan."


Merentangkan tangan memejamkan mata menikmati air hangat yang menyapa tubuh nya.


"Ah, Sial!! Aku tidak seharusnya memikirkan wanita yang telah bersuami."


Menenggelamkan kepalanya masuk kedalam air untuk menyadarkan otak nya.


***


"Sayang, kata Dokter kau bisa pulang hari ini."


Desi berkata sambil memasukkan beberapa pakaian memasukkan nya kedalam travel bag disana.


"Akan ada pelayan yang melakukan nya."


Menoleh pada Desi yang sedang berkemas.


"Kemarilah, kau punya tugas yang lebih penting dari pada merapikan pakaian."


"Tugas Apa?."


Desi pun mendekat menunggu tugas yang Kristian maksud.


Kristian menepuk bed agar Desi duduk di sana.


"Ada apa"


Desi mengikuti keinginan Kristian, duduk di bed saat Kristian memiringkan tubuhnya.


"Kau belum mencium ku sejak pagi"


"ya?."


Desi berkerut dahi.

__ADS_1


"Kau tidak mau? Jika begitu aku harus memaksa."


Kristian bangun dari tidurnya menciumi pipi Desi.


Tok..tok..


Seseorang mengetuk pintu.


"Apa saya boleh masuk tuan?."


Suara Asisten Mr Tsaichi terdengar.


"Masuk lah."


Balas Kristian.


Kali ini Kristian tidak melepaskan pelukan nya, mendekap Desi dari belakang dengan posisi duduk.


Asisten Mr Tsaichi melihat itu, sedikit berpaling agar tidak melihat Kristian yang sedang menciumi pipi Desi.


"Ada apa,?."


Berkata sambil meletakkan dagu Kristian di bahu istrinya.


"Sayang, hentikan. Aku malu."


Berbisik di telinganya Kristian.


"Biarkan saja, aku suami mu untuk apa kau malu."


Kristian meninggikan alis nya kemudian melirik pada asisten Mr Tsaichi.


"Saya di perintahkan untuk menjemput anda."


Berkata tanpa menatap Kristian, menghela nafas panjang ia hembusan perlahan.


Ah, sial!! aku bahkan harus melihat kemesraan mereka.


"Kau sudah membereskan mereka?."


Berkata tanpa melihat lawan bicara, masih terus menciumi bahu Desi.


"Sudah tuan, saya pastikan tidak akan ada lagi yang mengusik anda di kota ini."


Gara gara masalah anda bahkan aku semalaman tidak tidur tuan.


"Baik lah. Kita kembali ke hotel sekarang."


Mengusap kepala Desi mencium pipi nya.


Ya terserah anda tuan, teruslah menciumi istri anda aku tidak perduli. tugas ku hanya mengantar anda sampai ke hotel dengan selamat.


Meraih travel bag membawa nya keluar dari kamar.


"Antarkan ke mobil."


menyerahkan pada bodyguard untuk dibawa keluar rumah sakit memasuk kan nya kedalam bagasi.


"Baik tuan."


Asisten Mr Tsaichi masuk ke kamar lagi tanpa mengetuk pintu.


Sialan!!.


Umpat nya dalam hati memalingkan wajah karena tidak sengaja melihat Kristian sedang menyatukan bibir nya dengan bibir Desi.


Ini di Rumah sakit Wooooiiiiiiii...!!!

__ADS_1


Berteriak dalam hati melihat Kristian yang belum juga melepaskan panggutan nya dengan sang istri.


__ADS_2